Shalat Dhuha

 

RAKA’AT
Shalat Dhuha bisa dilakukan dengan 2 / 4 / 8 raka’at

[dalil shahihnya : 2 raka’at (HR.Bukhari 2:699 no 1880, Muslim 1:499 no. 721),

4 raka’at (HR.Muslim 1:497 no 719),

8 raka’at (HR.Muslim 1:266 no 336)]

Hadits yang menyatakan shalat dhuha 8 raka’at dengan 4 kali salam, serta 6 dan 12 raka’at adalah dhaif/lemah.

WAKTU
Waktunya tidak disebutkan secara pasti, perkiraan saat matahari naik sepenggal mulai jam 7 / 8 pagi sampai dengan jam 11 an.

Dalilnya : “Shalatnya para awwabin yaitu saat anak unta mulai kepanasan”. (HR.Muslim 748)

HUKUM

Hukumnya Sunnah Mustahabbah yaitu dianjurkan (Kitab Shahih Muslim Bab Istihbab Shalaah Dhuha)

KEUTAMAAN

“Shalat Dhuha adalah shalat para Awwabin”. (HR. Thabrani)

Awwabin adalah org yang kembali kepada Allah dengan bertaubat dan berserah diri.

Disebut juga shalat yang setara dengan sedekah (HR.Muslim 720).

Pahalanya sama dgn mengerjakan Umrah dan dicatat di ‘Illiyyin yaitu buku catatan orang-orang shalih

(HR. Abu Dawud, Hadits Hasan no 670 dalam shahiihut targhiib wa tarhiib).

 

DOA

 
Doa yang
biasa dibaca oleh sebagian orang ketika shalat Dhuha, yaitu :

اللَّهُمَّإنَّالضُّحَىضَحَاؤُكوَالْبَهَابَهَاؤُكوَالْجَمَالُجَمَالُكوَالْقُوَّةُقُوَّتُكوَالْقُدْرَةُقُدْرَتُكوَالْعِصْمَةُعِصْمَتُك

“Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka”

Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin.

Do’a ini

tidak diketemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi Saw. (Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425)

Kesimpulannya:

Do’a di atas bukanlah do’a yg asalnya dari Nabi Saw dan tidak ada do’a khusus yg dibaca saat setelah  shalat Dhuha.

 

copas dari KTQS Bandung

 

Leave a Reply