SHALAT JENAZAH

Salat Jenazah

adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardhu kifayah.

“Barangsiapa yang menyolatkan jenazah baginya satu qiroth, bagi yang memakamkannya dua qiroth”. (HR. Bukhari Muslim). Qiroth sama dengan sebesar Gunung Uhud.

Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku’, sujud maupun adzan atau iqamah, melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam :

 

1.Takbir pertama lalu membaca surat Al Fatihah

2.Takbir kedua lalu membaca shalawat atas Rasulullah SAW minimal :

“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad”

artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”

Kalau ingin panjang baca doa tasyahud saat duduk tahiyat dalam shalat.

3.Takbir ketiga lalu membaca do’a untuk jenazah minimal:

“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu”

artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya”

Doanya ada yang panjang

4.Takbir keempat lalu membaca do’a (bebas) minimal:

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu”

artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tdk sampai kpdnya atau jgnlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan jgnlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

HR. AlHakim 1/360 dan Baihaqi 4/39 stlh Takbir ke empat tdk membaca apapun dan langsung Salam. Silahkan lakukan yg mana saja.

5.Mengucapkan salam, menoleh kekanan dan kekiri dan tangan tetap sedekap

Setelah dishalatkan segeralah dikuburkan dan Tidak ada tuntunan utk mengazani dan mengiqamahi jenazah yg akan dikubur. Insya Allah akan dibahas dikajian selanjutnya

Salam !
Copas dari KTQS

Leave a Reply