SHALAT-SHALAT SUNAT YANG DICONTOHKAN DAN YANG TIDAK DICONTOHKAN OLEH RASULULLAH SAW

  SHALAT SUNAT YANG DICONTOHKAN RASULULLAH SAW

 

1. Shalat Rawatib

Sebelum dan sesudah shalat wajib, 2 sampai 4 rakaat

2. Shalat Syukrul Wudhu

Setelah berwudhu, 2 rakaat

“Barangsiapa yang berwudhu sepertiku dan shalat dua rakaat setelahnya, maka Allah akan mengampuni dosanya”. (Muttafaq’alaihi)

3. Shalat Tahiyatul Masjid

Saat masuk masjid, 2 rakaat

“Apabila masuk masjid hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum duduk”. (Muttafaq’alaihi)

4. Shalat Dhuha

Setelah tergelincir matahari – sebelum Dhuhur, 2/4/8 rakaat

“…maka shalat Dhuha cukup bagimu”. (HR. Abu Dawud)

5. Tahajud

Setelah Isya s.d sebelum Shubuh, 11 rakaat (bila dijumlahkan dengan shalat witir)

“…shalat yg paling Afdhal setelah shalat Fardhu adalah shalat Malam”. (HR. Muslim)

6. Shalat Istikharah

Waktu bebas, 2 rakaat

Ibnu Umar, “seseorang beristikharah kepada Allah swt, lalu Allah menjadikan baik pilihannya…”.

7. Shalat Witir

Setelah Isya s.d sebelum Shubuh, 1/3/5/7 rakaat

“Allah membekali shalat witir, antara isya dan shubuh”. (HR. Ahmad, Abu Dawud)

8. Shalat Tarawih

Setelah Isya s.d sebelum shubuh dibulan Ramadhan, 11 rakaat (bila dijumlahkan dengan shalat witir)

“Pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya Rasulullah shalat malam tidak pernah lebih dari 11 rakaat…”. (Muttafaq ‘alaihi)

9. Shalat I’d

Jumlah rakaatnya 2, baik untuk Idul Fitri dan Idul Adha, dgn 7x takbir rakaat ke-1 dan 5x takbir rakaat ke-2

“Rasulullah keluar utk shalat menuju lapangan paad hari I’d Fitri dan I’d Adha dua rakaat”. (HR. Bukhari)

10. Shalat Istisqa

Shalat minta hujan, 2 rakaat

“…kemudian beliau shalat dua rakaat seperti shalat I’d”. (HR. Abu Dawud)

11. Shalat Kusuf/Khusuf

Saat Gerhana Matahari/Bulan, 2 rakaat dgn 4 ruku dan 4 sujud

“Jika kalian mendapati Gerhana Matahari/bulan, segeralah lakukan shalat”. (Muttafaq’alaihi)

12. Shalat Intidhar

Sebelum shalat jumat s.d.khatib naik mimbar bagi pria di Masjid 2 rakaat.

“Barangsiapa pergi shalat jumat… Lalu shalat sekemampuannya… diampuni dosanya dari jumat ke jumat” (HR. Muslim)

SHALAT-SHALAT SUNAT YANG TIDAK ADA CONTOHNYA DARI RASULULLAH SAW

Sekarang kita kaji  : Shalat-shalat sunat yang tidak dicontohkan Rasulullah, namun sering dilakukan dan menjadi kebiasaan masyarakat kita, antara lain :

A) Shalat Sunat Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu

B) Shalat Sunat Hajat & Taubat

C) Shalat Sunat Tasbih

D) Shalat Sunat Thawaf

E) Shalat Sunat Israq (shalat matahari terbit)

F) Shalat Sunat Kifaratul Bauli (shalat buang air kecil)

G) Shalat Sunat Melunasi Hutang

H) Shalat Sunat Shafar

I) Shalat Sunat Birru al Walidain (shalat mendoakan orang-tua)

J) Shalat Sunat Ingin Berjumpa Nabi

K) Shalat Sunat al Kifayat (shalat musibah)

L) Shalat Sunat Hadiah Bagi Jenazah

M) Shalat Sunat Awwabin (shalat antara maghrib-isya)

N) Shalat Sunat Lihifhdil Iman (shalat memelihara iman), dll

O) Shalat yang berkenaan bulan Muharam : Malam tahun baru, Hari per-1 muharam, Malam asy-syura.

P) Shalat berkenaan bulan Rajab : Malam 1 Rajab, 15 Rajab, 30 Rajab, Malam Jumat per-1 bln Rajab.

Q) Shalat yang berkenaan bulan Sya’ban : Shalat malam 1 syaban, Tengah syaban, 27 syaban

R) Shalat yg berkenaan bulan Ramadhan : Malam & siang hari 1, 10, 15, 20 Ramadhan, Shalat lailatul Qadar, Shalat Malam Idul Fitri.

S) Shalat yang berkenaan bulan Syawal : Malam & siang 1 syawal, Siang 8 syawal (shalat lebaran syawal)

…dan masih banyak lagi shalat-shalat sunat lainnya yg tidak jelas dalilnya.

Perlu ditegaskan disini, jika telah jelas dalilnya maka kita tidak boleh ragu untuk melakukan suatu ibadah.

Apabila tidak ada dalilnya, maka jangan mencari pembenaran dengan berdusta atas nama Nabi Muhammad Saw,  seolah-olah beliau melakukan ibadah tersebut padahal tidak, sebab ancamannya adalah Neraka. (HR.Bukhari, Muslim)

Apabila tidak jelas dalilnya, maka tinggalkan. Apabila jelas dalilnya, maka lakukan…

Salam !

copas dari KTQS- Bandung

Leave a Reply