SHALAT SUNAT TASBIH ?

KTQS # 779

SHALAT SUNAT TASBIH ?

Didalam hadits disebutkan, Dilakukan 4 rakaat, membaca Tasbih, ‘Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illa Allah, wallahu akbar’ sebelum ruku sebanyak 15 kali. Kemudian ruku’ 10 kali, itidal 10 kali, sujud pertama 10 kali, duduk diantara dua sujud 10 kali, sujud kedua 10 kali, Kemudian duduk sejenak sebelum berdiri ke rakaat kedua 10 kali. Maka total 75 kali membaca tasbih pada setiap satu rakaat.

Amalan Shalat Tasbih ini terdapat pada hadits riwayat Abu Dawud 1:298, Ibnu Majah 1:418, at-Tirmidzi 2:350-351, Al-Hakim al-Mustadrak 1:318.

Hadits ini lemah (dhaif), Kelemahannya ada pada sanadnya yaitu, terdapat rawi bernama Musa Ibnu Abd al ‘Aziz al ‘Adaniy dan Musa Ibnu Ubaidah, mereka rawi yang dhaif dan haditsnya tidak bisa dijadikan hujah.

Adz-Dzahabiy mengatakan : “Hadits-haditsnya tergolong hadits munkar”. (Mizan al-Itidal 4:212-213)

Imam Ahmad mengatakan : “Tidak ditulis haditsnya (tidak termasuk hadits)”. An Nasa’i dan yang lainnya mendhaifkan.

Ibnu Mu’in : “Tidak bisa dijadikan hujjah”.

Ya’qub Ibnu Syaibah: “Haditsnya dhaif sekali”. (Mizan al-Itidal 2:140)

Imam Tirmidzi berkata : “Tentang hadits shalat tasbih, tidak ada satupun yg shahih”. (Sunan at-Tirmidzi 2:348)

Abu Bakar Ibnul A’rabi berkata, “Hadits Abu Rafi’ ini dha’if, tidak memiliki asal di dalam (hadits) yg shahih dan yg hasan. Imam Tirmidzi menyebutkannya hanyalah untuk memberitahukan agar orang tidak terpedaya (tertipu) dengannya.” (Tuhfzatul Ahwadzi Syarh Tirmidzi, al-Adzkar karya an-Nawawi, hal. 168).

Ibnu al-Jauziy mengatakan : “(Hadits shalat tasbih) termasuk hadits-hadits maudhu (palsu)”. (Tuhfat Ahwadziy 2:598)

Imam Nawawi mengatakan: “Haditsnya dhaif, maka selayaknya shalat itu (shalat tasbih) tidak dikerjakan”. (Tuhfat Ahwadziy 2:598)

Dari keterangan-keterangan diatas maka disimpulkan bahwa, Shalat Sunat Tasbih termasuk shalat yg tidak dicontohkan Rasulullah Saw alias tidak ada.

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply