SHALAT TARAWIH, DOA WITIR, DOA BUKA PUASA

KTQS # 1042 (Ramadhan 1)

SHALAT TARAWIH, DOA WITIR, DOA BUKA PUASA

 

1. SHALAT MALAM 11 RAKAAT
Di bulan Ramadhan apabila sudah mengerjakan shalat Tarawih, tidak perlu  mengerjakan shalat Tahajud lagi atau sebaliknya, karena itu adalah shalat yg sama hanya berbeda nama.
‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah saw tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan diluar bulan Ramadhan lebih dari 11 raka’at”. (HR. Bukhari 1147, Muslim 738)
2. DOA SETELAH SHOLAT WITIR
“Kemudian setelah salam beliau mengucapkan, ‘Subhaanal malikil qudduus’, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga” (HR. Abu Daud dan An Nasa-i)
atau,
“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa a’udzu bi mu’afaatika min ‘uqubatik, (wa a’udzu bika minka) laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”
Ya Allah, aku berlindung dgn keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dgn kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yg Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri. (Lihat HR. Abu Daud 1427, Tirmidzi 3566, An Nasa-i I/252 dan Ibnu Majah 1179)
3. DOA BERBUKA PUASA
Terdapat sebuah hadits shahih tentang doa berbuka puasa dari Rasulullah saw,
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ
“DZAHABAZH ZHOMA’U WABTALLATIL ‘URUQU WA TSABATAL AJRU INSYA ALLAH”
Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki
(Hadits shahih, Riwayat Abu Daud 2/306, no. 2357, lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678)
Urutannya :
1. Membaca doa makan / minum : Bismillah
2. Membatalkan puasa dgn kurma atau minum.
3. Berdoa dgn doa diatas.
Salam !
copas dari KTQS