Sifat Shalat Nabi : PERBEDAAN TINGKAT IHSAN

Sifat Shalat Nabi  :

PERBEDAAN TINGKAT IHSAN

sholat1

Kadar ihsan seorang hamba ketika melaksanakan ibadah berbeda-beda. Pahala yang dia dapatkan dari ibadah tsb pun berbeda-beda, sesuai dgn tingkat ihsannya

Rasul Saw bersabda ketika menjelaskan tentang makna ihsan,

“Engkau beribadah kepada Allah SEOLAH-OLAH ENGKAU MELIHATNYA (1).

Namun, jika engkau tidak bisa melakukannya, maka sesungguhnya DIA MELIHATMU (2)”.

(HR. Muslim)

 

TAFSIR HADITSNYA :
(1). Tingkatan Musyahadah

Yaitu seseorang beribadah kepada Allah seolah-olah dia melihat-Nya, bukan melihat dzat-Nya, tetapi melihat ciptaan dan sifat-Nya.

Ketika dia melihat sesuatu yang menyenangkan, maka dia langsung ingat akan keluasan rahmat-Nya. Ketika dia melihat suatu musibah, maka dia langsung ingat akan kekuasaan Allah dan hikmah-Nya.

Dia senantiasa mengembalikan segala sesuatu yang dia lihat dan rasakan kepada nama diantara nama-nama Allah atau sifat-sifat-Nya.

 

(2). Tingkatan Muraqabah
Yaitu seseorang beribadah kepada Allah dengan disertai perasaan bahwasanya Allah senantiasa mengawasinya.

Ketika dia memulai shalat, dia yakin bahwa Allah mengawasinya dan dia sedang berdiri dihadapan-Nya. Oleh karena itu, dia akan senantiasa memperhatikan gerakan-gerakan di dalam shalat tersebut, dan membaguskannya.

Allah berfirman, “Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya”. (QS. Yunus: 61)

Tingkatan yang pertama (tingkatan musyahadah) merupakan tingkat Ihsan yg lebih tinggi dari tingkatan yang kedua (tingkatan muraqabah).

Apabila kita tidak berada di kedua tingkatan tsb, maka cek kembali keimanan dan keislaman kita.

Pilih yang mana ?

 

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply