Silsilah 16 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji bag III yaitu mengucapkan Talbiyah setelah Niat

Mahazi 16  : Sunnah –sunnah Haji bagian 3

Diantara sunnah haji adalah mengucapan talbiyah  setelah niat.

8.    MENGUCAPKAN TALBIYAH SETELAH NIAT.

Tabiyah / ucapan labaik Allhumma Labbaik, Labbaik Ala syarikala kalabbaik inalhamda wani’mata laka walmulk la syarikalak .

Membaca talbiyah ketika umroh dimulai semenjak niat sampai menjelang thawaf.

Adapun membaca talbiyah ketika haji dimulai semenjak niat sampai menyelesaikan jumroh aqobah pada tanggal 10 Dzulhijah.

Untuk laki-laki disunnahkan mengeraskan suaranya, adapun wanita melirihkan suaranya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : 

Datang kepadaku Jibril kemudian berkata kepadaku : “Wahai Muhammad perintahkanlah para sahabatmu untuk mengeraskan suara mereka dengan talbiyah.”

(Shahih, HR An-Nasa’i).

Berkata at Tirmidzi  rahimahullah: Dan dibenci baginya (yaitu bagi wanita) untuk mengeraskan suara dengan talbiyah dan disunnahkan untuk membaca talbiyah ketika dalam perjalanan menuju Mekkah, bagi dalam keadaan berdiri, duduk, turun dari bus, naik bus, dll

9.    MENCIUM HAJAR ASWAD KETIKA THAWAF / MENGUSAPNYA DENGAN TANGAN / MEMBERIKAN ISYARAT

Barangsiapa yang melewati Hajar Aswad dalam thawafnya maka disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad, atau kalau tidak mampu maka mengusapnya dengan tangan kanannya dan mencium tangannya, atau kalau tidak mampu maka ia memberikan isyarat dengan tangan kanannya

Didalam shahih Bukhari dan Muslim datang Umar Ibnu Khathab rhadiyallahu anhu ke arah Hajar Aswad kemudian menciumnya, dan beliau berkata : Sungguh aku mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak memberikan manfaat. Seandainya aku dahulu tidak melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu.

Dan didalam shahih alBukhari dari Al Zubair Ibnu Aroby beliau berkata seorang laki2 bertanya pada Ibnu Umar tentang mengusap Hajar Aswad maka Abdullah Ibnu Umar rhadiyallahu anhuma berkata Aku melihat Rasulullah dahulu mengusapnya dan menciumnya.

Dari Nafi’ beliau berkata : Aku melihat Abdullah Ibn Umar mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudia mencium tangannya, dan ia berkata : Aku tidak meninggalkan amalan ini semenjak aku melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam  melakukannya.

HR Muslim.

Dalam hadits Abi Tufail rhadiyallahu anhu beliau berkata aku melihat Rasulullah thawaf disekitar Baitullah dan beliau mengusap rukun Hajar Aswad dengan tongkat yang bersama beliau dan akhirnya beliau mencium tongkat tersebut.

HR Muslim.

Dalil bahwa Rasul memberi isyarat ke Hajar Aswad adalah hadits Ibnu Abbas, beliau berkata :

Nabi melakukan  thawaf diatas unta beliau dan setiap beliau melewati hajar Aswad beliau memberi isyarat pada Hajar Aswad.  Dan apabila sampainya seseorang ke Hajar Aswad untuk menciumnya atau mengusapnya tidak bisa dilakukan kecuali dengan mengganggu orang lain maka hendaklah ia meninggalkan amalan ini dan melanjutkan thawafnya, karena mengusap Hajar Aswad adalah mustahab, adapun mengganggu manusia maka hukumnya HARAM.

Sebagian mengatakan apabila seseorang mengusap Hajar Aswad dan menciumnya maka ia mengatakan Bismillahi Allahu Akbar, dan apabila memberikan isyarat maka cukup mengatakan Allahu Akbar.

Berkata Abdullah Ibn Abbas, Rasulullah melaksanakan thawaf diatas unta beliau, setiap beliau melewati rukun hajar aswad beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang ada di sekitar beliau dan beliau bertakbir.

HR bukhari.

Telah shahih dari Abdullah bin Umar bahwa beliau menggabungkan Bismillah dan Allahu Akbar ketika mengusap Hajar Aswad.  Atsar ini dikeluarkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang shahih.

S e l e s a i

Abdullah Roy di kota Al Madinah