Silsilah 3 MAHAZI adalah PENGERTIAN dan CIRI serta KEUTAMAAN HAJI MABRUR DAN CARA MENDAPATKANNYA

Silsilah 3 MAHAZI

Halaqah yg ketiga dari silsilah manasik haji adalah PENGERTIAN, CIRI, KEUTAMAAN HAJI MABRUR DAN CARA MENDAPATKANNYA

Tidak semua orang yang melakukan ibadah haji mendapatkan haji yang mabrur.

Haji yang mabrur adalah haji yang seseorang mendapatkan pahala yang besar didalamnya.

Dan ciri haji yang mabrur = haji tersebut membawa perubahan pada dirinya kepada yang lebih baik.

Diantara keutamaan haji yang mabrur :

1.    Balasan surga bagi orang yang mendapatkannya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Wal hajul mabruru lailasahu jazaun ilal jannah

 “Dan haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga”

HR al-Bukhari dan Muslim

2.    Diampuni dosa-dosanya.

Didalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan

Man hajja lillahi falam yarfuth walam yaksuf raja’a kayaumin wala datsu ummuh

“Barangsiapa yang berhaji karena Allah kemudian ia tidak melakukan rofats dan tidak melakukan kefasikan maka ia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.”

HR al-Bukhari dan Muslim

3.    Haji yang mabrur termasuk amalan yang paling afdhol.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah ditanya tentang amalan apa yang paling afdhol, beliau berkata :

–       beriman pada Allah dan RasulNya, kemudian apa?

–       jihad di jalan Allah, kemudian apa?

–       haji yang mabrur

HR Bukhari dan Muslim

CARA MENDAPATKAN HAJI YANG MABRUR DIANTARANYA  :

1. Ikhlas, yaitu mengharap pahala dari Allah Azza wa Jalla.

Allah berfirman  wa atimul hajja wal umrata lillah

“Dan hendaklah kalian menyempurnakan haji dan umroh karena Allah”

 Qs Al Baqarah 196.

Dalam Hadits Qudsi Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata :

Ana aznadsurokahi anisyirkhi man amila amalan asyroqa fi’i ma’i ghayri tharoktuhu wa syirkah

“Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan sekutu. Barangsiapa yang melakukan sebuah amalan dia menyekutukan Aku didalam amalan tersebut, maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya

HR Muslim.

Maksud Allah meninggalkan dia dan sekutunya adalah Allah tidak memberikan pahala kepadanya.

Oleh karena itu seorang calon jamaah haji hendaknya memohon kepada Allah supaya dimudahkan untuk ikhlas dalam beramal, menjauhi riya (ingin dipuji) dan sum’ah (ingin didengar) atau ingin lebih dihormati oleh masyarakatnya atau ingin dipanggil pak haji dan bu haji, karena ini semua bisa menjadi sebab ketidak mabruran haji seseorang

2.    Mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam didalam ibadah hajinya

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam  bersabda :

Lita’khudu manasikakum faini la’adri la ali la ahujju ba’da hajjati hadhihi

“Hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah hajiku ini”

HR Muslim.

Oleh karena itu calon jemaah haji hendaknya bersungguh-sungguh dalam mempelajari tatacara haji Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang berdasarkan dalil yang shohih dan pemahaman yang benar dan mengamalkannya supaya mendapatkan haji yang mabrur.

3.    Tidak melakukan kemaksiatan dan pelanggaran.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

“Barangsiapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak melakukan rofats dan tidak melakukan kefasikan, maka ia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya”

HR Bukhari dan Muslim.

Yang dimaksud denga rofats disini adalah jima’ (mendatangi istri) atau pembukaan dari jima’ ketika dalam keadaan  ihrom. Dan yang dimaksud kefasikan adalah kemaksiatan.

Oleh karena itu hendaknya jemaah haji menjaga hati, lisan dan anggota badannya dari perbuatan maksiat. Takut kepada Allah dimanapun dia berada, dan apabila dia melakukan kemaksiatan maka hendaknya bersegera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang nasuha dan menjaga larangan-larangan ketika ihram.

4.    Berakhlak yang baik kepada orang lain

diantaranya memberi makan kepada orang lain, menyebarkan salam, memperbaiki tutur katanya, dan lain lain.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda ketika ditanya oleh para Sahabat tentang haji yang mabrur

Id’amutoami wa isfausalami  === “memberi makan, dan menyebarkan salam”.

Didalam riwayat yang lain beliau mengatakan  

id amutoami wa tiibul kalami=======“memberi makan dan ucapan yang baik”

HR Ahmad dalam musnadnya dan Al Hakim dalam Al Mustadrok dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah.

5.    Menggunakan harta yang halal.

Wajib bagi seorang muslim menggunakan harta yang halal supaya menjadi haji yang mabrur. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

 ayyuhannas innallaha thoyibun la yaqbalu ina thoyiban

 “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik”

HR Muslim.

6.    Memperbanyak mengingat Allah dalam rangkaian ibadah hajinya.

Hendaknya seorang jemaah haji memperbanyak mengingat Allah dengan hatinya, lisannya, mengingat keagunganNya, keEsaanNya, kekuasaanNYA dan tidak menyia-nyiakan masa ibadah haji yang sebentar ini dengan pekerjaan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan Bapak dan Ibu untuk mendapat haji yang mabrur.

Aamiin.