silsilah 4 mahazi adalah SYARAT-SYARAT WAJIB HAJI

Halaqah yang ke empat dari silsilah manasik haji adalah SYARAT-SYARAT WAJIB HAJI

Syarat-syarat wajib haji adalah perkara-perkara yang apabila terpenuhi pada diri seseorang maka ia diwajibkan untuk melakukan ibadah haji. Jumlahnya ada 5 :

1.    Islam. Orang yang kafir tidak diperintahkan berhaji hingga ia masuk Islam. Seandainya ia berhaji sebelum masuk Islam, maka hajinya tidak diterima.

Allah berfirman :

Wa qodimna ilama amilu min amalin fa ja’alnahu habaa’an mantsuura

“Dan kami akan mendatangi apa yang mereka amalkan berupa amalan, kemudian Kami jadikan amalan tersebut debu yang berterbangan” Qs Al Furqon 23

2.    Berakal.

Orang yang gila tidak diwajibakan untuk berhaji. Seandainya ia berhaji dalam keadaaan tidak berakal, maka hajinya tidak sah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Rufialqolamu an tsalatsahanin naimi hatta  yastaidzirah wa an shobiyi hatta yahtalima wa anil majnuuni hatta ya’qila

“Diangkat pena  dari orang dari 3 orang, yaitu dari orang yang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia dewasa, dari orang gila sampai ia berakal”

shahih, HR Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Ali ibni Abi Thalib rhadiyallahu anhu.

3.    Baligh / dewasa. Seorang yang belum baligh maka tidak diwajibkan melakukan haji. Seandainya ia berhaji ketika masih kecil maka hajinya sah, dan orang yang menghajikan (orang tua misalnya) mendapatkan pahala, tapi haji ini belum menggugurkan kewajiban Haji. Apabila ia dewasa dan memenuhi syarat Haji yang lain maka ia diwajibkan melakukan ibadah Haji.

Pada hadits Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma disebutkan bahwa seorang wanita mengangkat anaknya dan bertanya pada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam

 ‘Wahai Rasulullah, apakah anak ini boleh berhaji ?’ Rasulullah menjawab “Iya boleh, dan kamu mendapatkan pahala”

HR Muslim.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Wa ayyuma shobiyyin hajja bihi ahluhu shobiyyan tsuma adzroka fa alaihi hajjatu rojul

“Anak kecil mana saja yang dihajikan keluarganya dalam keadaan masih anak kecil kemudian dewasa maka wajib baginya melakukan haji orang dewasa”

HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma.

4.    Merdeka. Seorang budak / hamba sahaya tidak wajib melakukan ibadah Haji. Seandainya ia berhaji ketika masih sebagai budak maka hajinya sah tetapi belum menggugurkan kewajiban. Apabila kelak merdeka dan memenuhi syarat haji yang lain maka ia diwajibkan melakukan kewajiban haji.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

Ayyuma abdin hajja bihi ahluhu tsuma uthiqo fa alaihil hajju

“Hamba sahaya mana saja yang dihajikan oleh keluarganya kemudian dimerdekakan, maka wajib baginya berhaji”

HR Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih.

5.    Memiliki kemampuan badan dan harta sekaligus. Orang yang mampu fisiknya dan tidak mampu hartanya maka tidak diwajibkan berhaji, demikian pula sebaliknya, orang yang mampu hartanya tapi tidak mampu fisiknya maka tidak diwajibkan untuk berhaji sampai mampu keduanya.

Allah berfirman :

Walillahi alannasi hijjul baitu manistathoo’a ilaihi sabila

“Dan kewajiban manusia kepada Allah untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitullah yaitu bagi orang-orang yang mampu kesana”

Qs Al Imron 97.

Apabila seseorang mampu hartanya tapi tidak mampufisiknya secara terus menerus misal karena sudah tua renta atau sakit yang tidak diharapkan kesembuhannya menurut dokter yang terpercaya maka dia mewakilkan hajinya kepada orang lain.

Dari Abu Rozin al muqoili  rhadiyallahu anhu beliau datang kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan berkata

‘Ya Rasulullah sesungguhnya Bapakku sudah tua, tidak bisa haji, tidak bisa umroh, tidak bisa bepergian’

maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Hujja am anbika wa tamish

“Berhajilah untuk bapakmu dan umrohlah untuk bapakmu”

shahih, HR Abu Dawud, at-Tirmidzi,  an Nasai dan Ibnu Majah

Apabila kelima syarat ini terpenuhi pada diri seseorang maka dia diwajibkan untuk melakukan ibadah haji dan bersegera untuk melakukannya, namun apabila salah satu atau lebih dari syarat-syarat wajib haji diatas tidak ada pada diri seseorang maka dia tidak diwajibkan untuk melakukan ibadah haji.

Islam, berakal, baligh, merdeka, mampu