Silsilah 8 Mahazi adalah Rukun Haji I :Niat atau Ihram dan Wukuf di Arafah

MAHAZI 8

RUKUN HAJI ke I 

Niat atau Ihram dan Wukuf di Arafah

1.    Niat Haji atau Ihrom Haji, yaitu bermaksudnya hati untuk masuk kedalam ibadah haji. Dinamakan ihrom karena apabila sudah niat maka diharamkan apa yang sebelumnya dihalalkan seperti memotong kuku, memotong rambut, memakai minyak wangi, dll

Dalil bahwa niat haji adalah rukun adalah sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam : “innamal a’malu bin niat.>> Sesungguhnya amalan-amalan adalah dengan niat”.

HR Bukhari dan Muslim

Dan niat dalam ibadah haji sebagaimana ibadah-ibadah yang lain dilakukan dengan hati, dan bukan dengan lisan. Adapun ucapan labbaik allhumma hajjan ini dinamai dengan talbiyyah dan hukumnya sunnah.  Apabila seseorang niat didalam hati dan tidak mengucapkan talbiyyah maka sah hajinya dan orang yang melakukan amalan-amalan haji seperti thawaf, sa’i dan lain-lain kemudian tidak ada niat di dalam hatinya untuk melakukan ibadah haji maka tidak sah hajinya.

2.    WUKUF DI ARAFAH, dan Arafah adalah tempat yang memiliki batas-batas tertentu, dan wukuf di Arafah adalah rukun yang terbesar didalam ibadah haji. Apabila sampai tidak wukuf di Arafah maka tidak sah hajinya.

Dalil dalam Al Quran Maka apabila bertolak dari Arafah didalam AlQuran adalah firman Allah Qs 2:198. Firman Allah

Faudza ahodtum min arofatin

yang artinya : “apabila kalian bertolak dari Arafah” menunjukkan bahwa mereka dari Arafah sebelumnya, yaitu untuk melakukan wukuf.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda “Al hajju Arofah >> Haji adalah wukuf di Arafah

 Shahih, HR Imam Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majjah.

Berkata Ibnu Mundzir didalam kitabnya Al Ijma wa Ajma’u alla annal wukufa bi Arofah fardhun laa hajjan liman fatahul wukufu bihaa >> dan mereka bersepakat bahwa wukuf di Arafah adalah kewajiban. Tidak ada haji bagi yang ketinggalan  wukuf di Arafah”