Silsilah 9 Mahazi adalah Rukun haji ke II : Thawaf Ifadhah dan Sai

Mahazi 9 baru

Rukun haji ke II  : Thawaf Ifadhah dan Sai

Rukun Haji yg ketiga

33.    Thowaf ifadhoh/ thowaf ziaroh / thowaf haji.

Yang dimaksud dengan thowaf adalah mengelilingi Ka’bah 7x  dengan sifat2 tertentu :

Thowaf ifadhoh dilakukan setelah wukuf di arofah dan mabit / bermalam di Musdalifah.

Dalilnya adalah firman Allah

Wal yathawafu bil baitil atiiq– “Dan hendaklan mereka thawaf dirumah yang kuno yaitu Ka’bah”

 Qs Al Hajj 29. 

Didalam hadits Aisyah Rhadiyallahu anha menceritakan

 “Kami haji bersama Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam dan kami telah melakukan thowaf ifadhoh pada hari Kurban yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, maka Shofiyyah (salah seorang istri Nabi) haid dan beliau Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menginginkan seperti yang diinginkan seorang suami kepada istrinya.

Maka aku berkata Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia (Shofiyyah )sedang haid.

Nabi bersabda “: Apakah ia akan menghalangi kita ? (maksudnya: apakah dia akan menunda kepulangan kita karena harus menunggu Shofiyah suci dan melakukan thowaf ifadhah).

Aisyah menjawab : dia telah melakukan thowaf ifadhah pada hari Kurban. beliau Shalallahu Alaihi Wassalam berkata : Kalau demikian keluarlah kalian (maksudnya : keluarlah kalian meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah). 

(HR Bukhari Muslim)

Berkata Ibnu Qudamah (beliau adalah ulama dalam madzhab Hambali), “dan thowaf ifadhah adalah  thawaf yang tidak sempurna haji seseorang apabila tidak dilakukan, kami tidak mengetahui perselisihan pendapat didalamnya.”

Rukun Haji yang ke-empat

44.   Sai Haji

SA’I yaitu melakukan perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7x.

Dari Shofa ke Marwah dihitung 1x, dan sebaliknya.

Allah berfirman : “Innal shoffa wal marwata min sya’airillah….Qs 2:158

Sesungguhnya shafa dan marwah adalah termasuk syiar2 Allah. Barangsiapa berhaji ke Baitullah  atau melakukan umroh, tidak berdosa diantara mereka untuk melakukan syai diantara  keduanya..

Al Baqarah 158

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda

Isau inallaha qataba’alaikumus sa’ia

“Hendaklah kalian sa’i karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian”

HR Ahmad, dlm musnadnya dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah

Berkata ummul mukminin  Aisyah radliallahu anha

ma atamallahu ha jamriin wla umrotahu ma’lam yatuf baina shafa wal warmata

Allah tidak akan menyempurnakan haji dan umroh seseorang yang tidak melakukan  sa’i antara shafa dan marwah

HR Bukhari dan Muslim

Mayoritas ulama diantaranya Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad radliallahu anhuma, berpendapat bahwa sai haji adalah rukun2 diantara rukun haji

Demikian, sampai bertemu kembali di halaqah selanjutnya
Abdullah Roy