Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 10 – Halaqah 81 | Pembahasan Dalil Kelima Hadits Anas bin Malik

Halaqah 81 | Pembahasan Dalil Kelima Hadits Anas bin Malik

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-81 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Beliau mendatangkan hadist Nabi ﷺ

وَفِيهِ

Dan didalamny yaitu hadits yang shahih

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذُكِرَ لَهُ أَنَّ بَعْضَ الصَّحَابَةِ قَالَ

Dari Anas bin Malik (semoga Allāh ﷻ meridhai beliau) bahwasanya Rasulullah ﷺ disebutkan untuk beliau bahwa sebagian sahabat berkata.
Jadi ada beberapa orang sahabat Nabi ﷺ yang datang ke keluarga Nabi ﷺ, kemudian bertanya kepada beliau tentang bagaimana ibadahnya Nabi ﷺ, disini disebutkan bahwasanya Anas bin Malik menceritakan

جَاءَ ثَلَاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوْتِ أزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Datang 3 orang kesebagian keluarga Nabi ﷺ, maksudnya adalah sebagian istri Nabi ﷺ, ingin bertanya tentang

يَسْأَلُوْنَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ingin bertanya tentang bagaimana ibadah Nabi ﷺ, yaitu tentang nawafil, ibadah Nabi ﷺ yang beliau lakukan di dalam rumah Beliau ﷺ, tentunya yang mengetahui adalah istri-istri Beliau ﷺ, makanya mereka datang dan bertanya bagaimana ibadah Beliau ﷺ di rumah, menunjukkan tentang bagaimana semangatnya para sahabat tersebut di dalam beribadah kepada Allāh ﷻ, bertanya tentang ibadah Nabi ﷺ

فَلَمَّا أُخْبِرُوْا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوْهَا

Ketika di kabarkan kepada mereka ibadahnya Nabi ﷺ di rumah adalah demikian dan demikian kalau malam demikian kalau siang demikian. Maka sepertinya tiga orang tadi ini تَقَالُّوْهَا, mereka menganggap ini sedikit, apa yang dilakukan oleh Nabi ﷺ ini sedikit tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya sebelum datang, ini yang disampaikan oleh sebagian istri Nabi ﷺ mengabarkan tentang bagaimana ibadah beliau ternyata mereka menganggap ini adalah ibadah yang sedikit kemudian setelah mereka mengetahui sedikitnya ibadah Nabi ﷺ tidak seperti yang mereka bayangkan maksudnya, akhirnya mereka membuat makhroj sendiri, membuat alasan sendiri

أَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ وَقدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

Kemudian mereka mengatakan dimana kita dibandingkan Nabi ﷺ, artinya kalau Beliau ﷺ ibadahnya sedikit seperti yang kita dengar tadi dari istri Nabi ﷺ karena memang beliau sudah diampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan datang sehingga kalau Beliau ﷺ ibadahnya demikian itu lumrah karena sudah dijamin diampuni dosanya yang telah lalu dan akan datang.
Kalau kita siapa yang menjamin, intinya mereka ingin mengatakan berarti kita harus memperbanyak ibadah meskipun Nabi ﷺ tidak seperti kita dalam banyaknya ibadah itu karena beliau sudah diampuni dosanya sedangkan kita kan belum sehingga kita jangan menyamakan diri kita dengan Beliau ﷺ kita harus memperbanyak ibadah.
Ini ucapan mereka akhirnya mereka masing-masing mengucapkan ucapan ini ingin mewujudkan ibadah yang lebih banyak

قَالَ أَحَدُهُمْ

Salah satu diantara mereka mengatakan

أَمَّا أَنَا فَأُصَلِّيْ اللَّيْلَ أَبَداً

Adapun ana maka aku akan sholat al-lail, maksudnya adalah semalam penuh, فَأُصَلِّيْ اللَّيْلَ, aku akan melakukan sholat malam terus, أَبَداً (selama-lamanya) maksudnya adalah tidak mau tidur, malam seluruhnya dia gunakan untuk sholat.
Ada pun yang lain

أَنَا أَصُوْمُ الدَّهْرَ وَلَا أُفْطِرُ

Adapun ana maka ana akan terus-menerus berpuasa, dia setiap hari berpuasa, وَلَا أُفْطِرُ dan aku tidak akan berbuka, maksudnya tidak akan dia tinggalkan 1 hari kecuali dia dalam keadaan berpuasa

وَقَالَ الْآخَرُ

Adapun yang ketiga dia mengatakan

أَنَا أَعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلَا أَتَزَوَّجُ أَبَداً

Adapun ana maka ana akan meninggalkan wanita, maksudnya tidak akan menikah selama-lamanya. Masing-masing dari mereka tiga orang tadi ingin mempertinggi kuantitas dari ibadah mereka dan tidak ingin melakukan sesuatu yang mengurangi ibadah mereka

فَجَاءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ

Kemudian Nabi ﷺ datang, disebutkan kepada Beliau ﷺ bahwasanya sebagian sahabat mengatakan

أَمَّا أَنَا فلَا آكُلُ اللَّحْمَ

Ada pun aku maka aku tidak akan memakan daging, ini berarti lafadz tambahan daripada lafadz yang disebutkan dalam shahih Bukhari. Bahwasanya ada di antara mereka yang mengucapkan ucapan ini yaitu tidak akan memakan daging

وقال الآخر أمَّا أنا فأقومُ ولا أنامُ

Adapun yang lain maka dia mengatakan ada pun ana maka aku akan sholat malam tanpa tidur

وَقَالَ الْآخَرُ: أمَّا أنا فلَا أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ

Adapun ana maka ana tidak akan menikah

وَقَالَ الْآخَرُ

dan yang lain mengatakan

أمَّا أنا فأَصُوْمُ الدَّهْرَ

Adapun ana maka ana akan berpuasa selama-lamanya.

فلَا آكُلُ اللَّحْمَ ini ada di dalam lafadz al-imam Muslim

فَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا أَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا آكُلُ اللَّحْمَ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَا أَنَامُ عَلَى فِرَاشٍ

Ini disebutkan dalam sebagian riwayat

أمَّا أنا فأَصُوْمُ الدَّهْرَ, فقال النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم

Maka Nabi ﷺ setelah mendengar ucapan mereka ini Beliau ﷺ mengatakan

أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا

Beliau ﷺ panggil itu orang-orang yang mengucapkan ucapan tadi karena sudah sampai kepada beliau kabar tentang ucapan mereka maka Beliau ﷺ memanggil mereka dan mengatakan

أَنْتُمْ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا

Apakah kalian yang tadi mengucapkan demikian dan demikian,

yang mengucapkan saya shalat malam terus, dia mengatakan saya akan puasa terus dan seterusnya

أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ

Ketahuilah demi Allāh ﷻ kata Beliau ﷺ sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut kepada Allāh ﷻ dan paling bertaqwa di antara kalian.

Jadi kalau kalian berbicara tentang ini adalah menunjukkan rasa takut kami ini menunjukkan tentang taqwa kami kepada Allāh ﷻ ketahuilah bahwasanya aku, kata Beliau ﷺ, adalah orang yang paling takut di antara kalian kepada Allāh ﷻ dan orang yang paling bertaqwa diantara kalian, itu sesuatu yang diterima oleh mereka, Nabi ﷺ beliaulah yang paling takut kepada Allāh ﷻ dan paling bertaqwa kepada Allāh ﷻ tapi lihat

لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ

Akan tetapi meskipun aku adalah orang yang takut dan bertaqwa kepada Allāh ﷻ aku tetap berpuasa dan aku berbuka.

Terkadang Beliau ﷺ berpuasa dan terkadang Beliau ﷺ berbuka, tidak seterusnya berpuasa, berarti sunnah Beliau ﷺ adalah terkadang berbuka terkadang berpuasa

وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ

Dan aku shalat (yaitu shalat malam) dan aku tidur

Petunjuk Nabi ﷺ beliau tidur di awal malam kemudian setelah itu bangun di akhir malam berarti Beliau ﷺ melakukan shalat kemudian Beliau ﷺ bangun, tidak seluruh malam Beliau ﷺ gunakan untuk shalat semuanya, tapi ada istirahat untuk badannya untuk jasadnya, ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan Beliau ﷺ adalah orang yang paling bertaqwa.

وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ

Dan aku menikahi para wanita

Padahal Beliau ﷺ adalah orang yang paling bertaqwa dan paling takut kepada Allāh ﷻ tetapi Beliau ﷺ menikah menunjukkan bahwasanya ketaqwaan bukan berarti seseorang tidak menikah, ketaqwaan bukan berarti seseorang tidak tidur di waktu malam, ketaqwaan bukan berarti dia berpuasa terus-menerus, tidak.

Jadi sunnah Nabi ﷺ berpuasa dan berbuka, shalat (malam) dan tidur, dan juga menikahi wanita

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Maka barangsiapa yang membenci jalanku tadi, jalan Nabi ﷺ adalah yang disebutkan oleh Beliau ﷺ sebelumnya, berpuasa diselingi dengan Ifthar, shalat ada tidurnya dan dia juga menikah dengan wanita. Ini adalah diantara sunnah Nabi ﷺ, maka Beliau ﷺ mengingatkan barangsiapa yang membenci sunnahku ini, jalanku ini, maka dia bukan termasuk golonganku, bukan termasuk orang yang mengikuti jalanku, فَلَيْسَ مِنِّي maksudnya adalah bukan termasuk orang yang mengikuti jalanku.

Lafadz yang disebutkan beliau di sini

لَكِنِّي أَنَامُ وَأقُومُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَآكُلُ اللَّحْمَ

Akan tetapi aku tidur dan aku bangun, aku berpuasa dan aku berbuka, aku menikah dengan wanita dan aku makan daging.

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي؛ فَلَيْسَ مِنِّي

Maka barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku (bukan termasuk orang yang mengikuti jalanku).

Disini beliau mendatangkan hadits ini untuk menunjukkan tentang celaan bid’ah dan bahwasanya bid’ah ini bisa menyebabkan seseorang membenci sunnah Nabi ﷺ, bisa menjadikan seseorang membenci agama Islam itu sendiri dan kalau orang sudah membenci agama Islam maka dia bukan orang yang mengikuti jalannya Nabi ﷺ

Dari mana bisa demikian antum lihat yang dilakukan oleh sahabat di sini, shalat malam, puasa ini ada dalilnya ada sunnahnya tapi kalau dilakukan secara berlebihan tidak sesuai dengan yang dilakukan oleh Nabi ﷺ maka ini termasuk bisa dikhawatirkan nanti bisa menjadikan dia membenci sunnahnya Nabi ﷺ, akibatnya فَلَيْسَ مِنِّي dia bukan termasuk orang yang menempuh jalannya Nabi ﷺ. Padahal ini asalnya adalah disunnahkan, perkara yang disunnahkan (shalat malam, puasa) tapi ketika dilakukan lebih, melenceng dari jalan Nabi ﷺ, berlebihan, justru malah bisa menjadikan seseorang bukan termasuk orang yang mengikuti jalan Nabi ﷺ .

Lalu bagaimana dengan orang yang melakukan sesuatu yang bid’ah, kalau yang disunnahkan saja akibatnya tadi itu فَلَيْسَ مِنِّي, lalu bagaimana dengan orang yang melakukan sesuatu yang bid’ah, sama sekali tidak diajarkan oleh Nabi ﷺ, maka semakin jauh dari jalannya Nabi ﷺ, kalau sesuatu yang disunnahkan saja oleh Beliau ﷺ tapi dilakukan berlebihan فَلَيْسَ مِنِّي apalagi sesuatu yang bid’ah yang memang tidak diajarkan oleh Nabi ﷺ maka ini semakin dahsyat فَلَيْسَ مِنِّي nya yaitu bukan orang yang mengikuti jalanku.

Disini beliau mengatakan dan ini jarang sekali beliau mengucapkan dengan ucapan beliau biasanya ayat hadits atsar, disini beliau berbicara

فَتَأَمَّلْ!

kata beliau, hendaklah engkau memperhatikan merenungi

إِذَا كَانَ بَعْضُ الصَّحَابَةِ أَرَادَ التَّبَتُّلَ لِلْعِبَادَةِ

ketika ada sebagian orang-orang yang mulia dari kalangan sahabat Nabi ﷺ ingin التَّبَتُّل yaitu ingin mengkhususkan hidupnya untuk ibadah, ini yang melakukan seorang sahabat dan yang dilakukan adalah sesuatu yang asalnya dia adalah sunnah cuma berlebihan,

قِيْلَ فِيْهِ هَذَا الكَلَامُ الغَلِيظُ

meskipun demikian Nabi ﷺ mengucapkan ucapan yang sangat keras ini, yaitu ucapan Beliau ﷺ

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي؛ فَلَيْسَ مِنِّي

orang yang benci terhadap sunnahku maka dia bukan termasuk golonganku.

Ini Beliau ﷺ berbicara di depan para sahabat, demikian diucapkan kalau sampai seorang sahabat غِبَ عَنْ سُنَّتِي ﷺ maka فَلَيْسَ مِنِّي

وَسُمِّيَ فِعْلُهُ رُغُوبًا عَنِ السُّنَّةِ

dan Beliau ﷺ menamakan perbuatan mereka ini sebagai bentuk kebencian terhadap sunnah Beliau ﷺ, harusnya mengikuti Beliau ﷺ, sholat dan tidur, berpuasa dan kadang tidak berpuasa dan seterusnya, Beliau ﷺ menamakan ini sebagai bentuk kebencian terhadap sunnah Beliau ﷺ.

فَمَا ظَنُّكَ بِغَيْرِ هَذَا مِنَ البِدَعِ؟

Lalu bagaimana pendapatmu tentang selain ini dari bid’ah-bid’ah?

Kalau sesuatu yang asalnya sunnah saja, shalat malam puasa atau seperti tadi tidak memakan daging, ini sesuatu yang mubah itu yang dikatakan oleh Nabi ﷺ lalu bagaimana dengan selain ini berupa bid’ah-bid’ah.

وَمَا ظَنُّكَ بِغَيْرِ الصَّحَابَةِ؟

Lalu bagaimana seandainya ini yang melakukan adalah selain sahabat?

Seorang sahabat saja yang kita tahu keutamaan mereka melakukan ini bisa sampai فَلَيْسَ مِنِّي, lalu bagaimana dengan selain sahabat yang tentunya keutamaan mereka tidak melebihi keutamaan para sahabat رضي الله تعالى عنهم, tentunya ini adalah lebih dahsyat yang demikian

Ini juga menunjukkan tentang bahaya bid’ah dan bahwasanya bid’ah ini dikawatirkan termasuk bentuk kebencian terhadap sunnah Nabi ﷺ dan orang yang membenci sunnah Nabi ﷺ maka bukan termasuk golongan Nabi ﷺ

فَلَيْسَ مِنِّي disini maksudnya adalah tidak mengikuti diriku, dalam Al-Quran Allāh ﷻ mengatakan ketika menyebutkan tentang tholut dan juga jalut

[Al Baqarah:249]

فَمَن شَرِبَ مِنۡهُ فَلَيۡسَ مِنِّي وَمَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ

Maksudnya adalah orang yang meminum, kan Beliau mengatakan jangan minum, maka barangsiapa yang meminum فَلَيۡسَ مِنِّي maksudnya bukan mengikuti petunjukku, karena dia minum petunjuk Beliau adalah jangan minum, kalau minum berarti فَلَيۡسَ مِنِّي tidak mengikuti petunjukku, وَمَن لَّمۡ يَطۡعَمۡهُ barangsiapa yang tidak meminum فَإِنَّهُۥ مِنِّيٓ maksudnya adalah dia termasuk orang yang mengikuti diriku.

Jadi فَلَيۡسَ مِنِّي bukan berarti dia keluar dari agama Islam, maksudnya tidak mengikuti jalanku tidak mengikuti sunnahku, berarti di dalam bab ini ada poin-poin yang menunjukkan tentang bahaya bid’ah diantaranya bahwasanya orang yang melakukan bid’ah maka dikhawatirkan akan menyeret dia membenci Islam itu sendiri.

Kemudian diantara bahaya bid’ah disini adalah menjadikan seseorang terputus dari kecintaan Nabi ﷺ, semakin dia melakukan bid’ah semakin banyak maka akan semakin jauh dari kecintaan Nabi ﷺ dan ini ditunjukkan oleh hadits

إِنَّ آلَ أَبِي [فُلَانٍ] لَيْسُوا لِي بِأَوْلِيَاءَ إِنَّمَا أَوْلِيَاء المتقون

Kemudian diantara bahaya bid’ah bahwasanya orang yang melakukan bid’ah maka ini bukan termasuk orang yang mengikuti Nabi ﷺ sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Anas, kalau amalan yang asalnya sunnah saja dilakukan secara berlebihan bisa dinamakan tidak mengikuti Nabi ﷺ apalagi orang yang benar-benar dari awal melakukan sesuatu yang bukan sunnah Nabi ﷺ.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته