Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 11 – Halaqah 84 | Pembahasan Dalil Ketujuh Hadits Dari Abu Hurairah

Halaqah 84 | Pembahasan Dalil Ketujuh Hadits Dari Abu Hurairah

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-84 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.
Beliau mengatakan

وَلَهُمَا: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا

Beliau mengatakan وَلَهُمَا berarti diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim

Beliau ﷺ mengatakan aku berkeinginan untuk melihat saudara-saudara kami, atau kami berkeinginan, seandainya kita, Beliau ﷺ dan juga para sahabat, itu melihat saudara-saudara mereka

قَالُوا: أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللَّهِ؟

Mereka mengatakan, bukankah kami adalah إِخْوَانَكَ، يَا رَسُولَ اللَّهِ؟, kami adalah saudara-saudaramu ya Rasulullah, yaitu saudara-saudara didalam Islam. Ini yang dipahami oleh para sahabat saat itu

قَالَ: «أَنْتُمْ أَصْحَابِي

Maka Beliau ﷺ mengatakan bahwasanya maksud إِخْوَان disini bukan إِخْوَان yang umum sebagaimana dalam firman Allāh ﷻ (Al-Hujurat ayat 10) tapi إِخْوَان yang Beliau ﷺ maksud saudara-saudara se-islam yang belum datang, adapun yang sudah bersama Beliau ﷺ maka dinamakan dengan أَصْحَاب yaitu lebih khusus lagi, bukan hanya إِخْوَان tapi أَصْحَاب, صَاحِب lebih dekat lagi

قَالَ: «أَنْتُمْ أَصْحَابِي

Kalian adalah para sahabatku, karena kalian bertemu, beriman, dan meninggal dalam keadaan iman, kalian adalah para sahabat

وَإِخْوَانُنَا الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ»

Adapun إِخْوَانا yang aku berkeinginan untuk melihat mereka saja, maka mereka adalah orang-orang yang belum datang setelahku, yaitu yang belum datang saat Beliau ﷺ mengucapkan ucapan ini maka mereka yang dimaksud dengan إِخْوَان yang Nabi ﷺ berkeinginan untuk melihat mereka.

Dan ini menunjukkan tentang bagaimana rohmannya dan sayangnya Nabi ﷺ kepada umat Beliau ﷺ secara umum. Sampai ketika Beliau ﷺ saat itu belum melihat orang-orang Islam yang datang setelah Beliau ﷺ, ada di dalam hati Beliau ﷺ keinginan untuk hanya sekedar melihat mereka saja, ingin melihat orang-orang Islam yang datang setelah Beliau ﷺ, ini menunjukkan tentang kecintaan Beliau ﷺ kepada umatnya dan rahmat (kasih sayang) Beliau ﷺ kepada umatnya sampai Beliau ﷺ berkeinginan untuk melihat saja melihat umat yang datang setelah Beliau ﷺ.

فَقَالُوا: كَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ؟

Mereka mengatakan bagaimana engkau mengenal orang yang belum datang diantara umatmu, bagaimana aku bisa mengenal mereka

قَالَ: «أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ، أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟

Bagaimana pendapat kalian seandainya ada seseorang dia memiliki satu kuda, kuda tersebut ada warna putih di dahinya kemudian warna putih di tangannya dan juga kakinya

بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ

Dia berada di tengah-tengah kuda-kuda yang دُهْمٍ بُهْم, yang mereka adalah kuda-kuda yang sangat hitam, semuanya hitam, di tengah-tengah kuda-kuda yang semuanya berwarna hitam, دُهْمٍ artinya adalah hitam, بُهْم maksudnya adalah polos hitamnya tidak ada coret-coretnya atau ada putihnya atau belang-belangnya tidak, polos hitam itu namanya بُهْم. Berarti dia adalah kuda-kuda yang semuanya berwarna hitam dari awal sampai akhir semuanya berwarna hitam kecuali satu saja ada kuda yang kepalanya dahinya putih dan kaki dan tangannya putih

أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ؟

Apakah laki-laki ini mengenal kuda yang غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ tadi?

قَالُوا: بَلَى

Mereka mengatakan iya.

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الوُضُوءِ،

Setelah Beliau ﷺ membuat permisalan ini, dan boleh seseorang membuat permisalan kalau memang tidak bertentangan dengan dalil.

Karena manusia di sini ada dua jenis, ada sebagian mereka membuat perumpamaan-perumpamaan, cantolan-cantolan tapi kalau dilihat ternyata cantolan tadi tidak sesuai dengan dalil, ini bahaya, bahaya dengan sebagian yang memperbanyak permisalan- permisalan tadi karena orang awam ketika mereka mendengar dan mereka tidak tahu tentang dalil, ketika membuat permisalan dan perumpamaan tadi masuk ke akal mereka menganggap ini sesuatu yang pasti, sesuatu yang hak, sehingga dengan mudah mereka mengikuti perumpamaan-perumpamaan tadi.

Seperti misalnya orang yang mengumpamakan bahwasanya kita memiliki tujuan yang sama yaitu ingin baik, ingin masuk ke dalam surga. Ini perumpamaannya seperti orang yang mau ke Jakarta, terserah dia mau melewati tol yang mana semuanya meskipun tolnya berbeda akan menuju ke kota yang sama yaitu Jakarta. Kemudian mengatakan ana ikut aliran ini antum ikut aliran tersebut, yang penting kita Istiqomah tidak keluar dari jalan tol tadi kita akan sampai sama-sama ke Jakarta, oh iya ya benar berarti. Ini hati-hati dengan cantolan-cantolan seperti ini, dilihat dalilnya dulu kalau sesuai dengan dalil silahkan dipake kalau tidak sesuai dengan dalil berarti ini adalah perumpamaan yang salah.

Karena Allāh ﷻ menyebutkan dalam banyak dalil bahwasanya jalan menuju Allāh ﷻ itu hanya satu bukan berbilang, jadi mengumpamakan jalan menuju Allāh ﷻ dengan jalan jalan menuju Jakarta tadi ini adalah permisalan yang salah dan banyak aliran-aliran yang membuat perumpamaan-perumpamaan seperti ini dan banyak yang tertipu, maka kita harus kritis melihat apakah perumpamaan ini sesuai dengan dalil atau tidak.

Nabi ﷺ membuat permisalan dan ini adalah untuk memudahkan pemahaman

فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الوُضُوءِ،

Mereka akan datang dalam keadaan غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنَ الوُضُوءِ, dalam keadaan kepalanya putih, tangan dan juga kakinya berwarna putih dengan sebab berwudhu.

وَأَنَا فَرَطُهُمْ عَلَى الحَوْضِ،

Dan aku akan mendahului mereka diatas telaga

أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي

Ketahuilah bahwasanya akan diusir beberapa orang di hari kiamat dari telagaku

كَمَا يُذَادُ البَعِيرُ الضَّالُّ

sebagaimana akan diusir seekor unta yang tersesat.

Maksudnya orang-orang Arab mereka punya unta misalnya, biasanya mereka masing-masing pengembala itu punya telaga atau tempat air yang dikhususkan untuk onta-ontanya, kalau misalnya di sana ada onta selain ontanya datang maka akan diusir, tidak boleh, akan diusir onta tersebut dari telaga yang dikhususkan untuk onta-ontanya

أُنَادِيهِمْ: أَلَا هَلُمَّ!

Beliau ﷺ akan memanggil mereka, kenapa kalian tidak kesini

فَيُقَالُ:

Dikatakan kepada Nabi ﷺ

إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ

Sesungguhnya mereka telah mengganti setelahmu

Ketika engkau ada mereka biasa-biasa saja, mengikut, tapi setelah engkau tidak ada maka mereka بَدَّلُوا, maksudnya adalah merubah agama ini, merubah sunnah Nabi ﷺ yang sudah Beliau ﷺ sampaikan kepada umat.

Tentunya ini adalah perkara yang besar, sekali lagi Beliau ﷺ sudah sampaikan dengan pengorbanan yang sangat luar biasa ternyata ada sebagian orang yang kemudian dengan mudah dia mengganti apa yang sudah disampaikan oleh Nabi ﷺ, membuat sesuatu yang baru

فَأَقُولُ: سُحْقًا! سُحْقًا

Ketika Beliau ﷺ mendengar kenapa orang-orang tersebut diusir dari telaga Beliau ﷺ maka Beliau ﷺ mengatakan سُحْقًا! سُحْقًا, celaka-celaka yaitu bagi orang yang mengganti agama Nabi ﷺ

سُحْقًا! سُحْقًا

Maksudnya adalah jauh-jauh, pergi-pergilah, menjauhlah, kalau memang mereka mengganti dan membuat bid’ah didalam agama maka menjauhlah, jangan minum dari telaga Nabi ﷺ. Tentunya ini adalah sekali lagi kehinaan dan ini adalah siksaan bagi mereka

Dan sebagaimana hadits yang pertama ini menunjukkan tentang pentingnya istiqomah di atas islam diatas sunnah, dan diharamkannya seseorang berbuat bid’ah dan bid’ah ini adalah bagian dari ketidaksempurnaan Islam seseorang

Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah

وَلِلْبُخَارِيِّ: «بَيْنَا أَنَا قَائِمٌ إِذَا زُمْرَةٌ، حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ

Ketika aku dalam keadaan berdiri, kalau didalam haditsnya naa’imun, disini didalam syarhnya qoimun, shahih. Qoimun maksudnya adalah al-haudh

بَيْنَا أَنَا قَائِمٌ

Ketika aku dalam keadaan berdiri, maksudnya berdiri di telaganya, maksudnya dalam keadaan berdiri di telaganya melayani umat Beliau ﷺ

إِذَا زُمْرَةٌ

Tiba-tiba ada zumroh, satu kelompok manusia,

حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ

Sehingga ketika aku mengenal mereka dan mereka pun mengenalku artinya mereka adalah umat Nabi ﷺ. Beliau ﷺ mengenal mereka dari sebab bekas wudhu mereka dan mereka pun mengenal Nabi ﷺ

خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَيْنِي وَبَيْنِهِمْ،

Tiba-tiba ada رَجُلٌ, ada yang mengatakan رَجُلٌ disini hakikatnya adalah seseorang malaikat

بَيْنِي وَبَيْنِهِمْ

Yang dia berada antara diriku dengan zumroh tadi, muncul seseorang yang ada di antara diriku dengan mereka

فَقَالَ: هَلُمَّ،

Maka dia mengatakan هَلُمَّ, Ayo

فَقُلْتُ: أَيْنَ؟

Nabi ﷺ mengatakan kepada orang ini mau diajak ke mana mereka, kenapa laki-laki ini mengatakan kepada mereka yaitu zumroh tadi, yang mereka mengenal Nabi ﷺ dan Nabi ﷺ pun mengenal mereka, laki-laki ini mengatakan kepada zumroh tadi هَلُم (ayo) padahal inikan di dekat siapa? Didekat Nabi ﷺ di dekat telaga Beliau ﷺ. Ini mau diajak ke mana kenapa nggak disuruh mampir dan minum ke telaganya Nabi ﷺ bahkan dia mengatakan ayo, maka Nabi ﷺ mengatakan ilaina mau diajak kemana

قَالَ: إِلَى النَّارِ وَاللَّهِ،

Dia mengatakan, mereka mau diajak ke neraka demi Allāh ﷻ

قُلْتُ: مَا شَأْنُهُمْ؟

Nabi ﷺ mengatakan kenapa demikian, apa dosa mereka

قَالَ: إِنَّهُمُ ارْتَدُّوا بَعْدَكَ عَلَى أَدْبَارِهِمْ القَهْقَرَى

Kemudian dia mengatakan sesungguhnya mereka ini murtad setelah dirimu atau bisa diartikan kembali ke belakang setelah dirimu

ثُمَّ إِذَا زُمْرَةٌ،

Kemudian ada kelompok yang lain

حَتَّى إِذَا عَرَفْتُهُمْ خَرَجَ رَجُلٌ مِنْ بَيْنِي وَبَيْنِهِمْ، فَقَالَ: هَلُمَّ، فَقُلْتُ: أَيْنَ؟

Datang kelompok lain lagi kemudian muncul laki-laki lagi dan mengatakan ucapan yang sama dan Nabi ﷺ juga mengucapkan ucapan yang sama

قَالَ: إِنَّهُمُ ارْتَدُّوا بَعْدَكَ عَلَى أَدْبَارِهِمْ القَهْقَرَى

Berarti dua kali disebutkan kejadiannya di sini

فَذَكَرَ مِثْلَهُ

Kemudian disebutkan semisalnya

قَالَ:

maka Nabi ﷺ mengatakan

فَلاَ أُرَاهُ يَخْلُصُ مِنْهُمْ إِلَّا مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ»

Kemudian Beliau ﷺ mengatakan, maka aku tidak melihat, bisa dibaca فَلاَ أرَاهُ atau فَلاَ أُرَاهُ kalau أُرَاهُ berarti maka aku tidak berpandangan atau berpendapat, menyangka, bahwasanya tidak selamat diantara mereka kecuali هَمَلِ النَّعَمِ, kecuali seperti ternak yang tersia-sia. هَمَلِ maksudnya adalah mu’mal yaitu tersia-sia. النَّعَمِ artinya adalah ternak seperti unta dan lain-lain, sebagian mengatakan مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ maksudnya adalah sedikit sekali. Beliau ﷺ mengabarkan bahwasanya tidak selamat di antara mereka dari neraka kecuali sangat sedikit, jadi dari zumroh-zumroh tadi yang selamat dari neraka itu hanya sedikit.

فَلاَ أُرَاهُ يَخْلُصُ مِنْهُمْ إِلَّا مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ»

Aku menganggap, memandang, bahwasanya tidak selamat di antara mereka dari neraka kecuali seperti ternak yang tersia-siakan, dan ternak yang tersia-sia ini sedikit dibandingkan ternak yang terlihat.

Allāhu a’lam bahwasanya disini orang-orang yang bid’ah tadi, yang mereka melakukan sesuatu yang baru setelah Nabi ﷺ, tentunya mereka masuk di dalam hadits ini sebagaimana hadits-hadits yang sebelumnya, bahwasanya yang selamat dari neraka di antara mereka ini sedikit, kebanyakan masuk kedalam neraka dan ini kembali seperti yang sudah pernah kita jelaskan bahwasanya orang yang mengikuti aliran-aliran itu mereka tahta masyiatillah, kalau Allāh ﷻ menghendaki maka Allāh ﷻ akan siksa dengan sebab bid’ah yang mereka lakukan, kalau Allāh ﷻ menghendaki maka Allāh ﷻ ampuni bid’ah tadi dan disini Nabi ﷺ mengatakan

فَلاَ أُرَاهُ يَخْلُصُ مِنْهُمْ إِلَّا مِثْلُ هَمَلِ النَّعَمِ»

Tidak selamat kecuali sedikit, berarti banyak diantara mereka yang masuk ke dalam neraka tapi ada diantara mereka yang Allāh ﷻ menghendaki untuk diampuni.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته