Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām-Halaqah 17 | Bab 02 Wujubul Islam – Pembahasan Dalil Pertama QS Ali Imran 85 (Bagian 02)

Halaqah 17 | Bab 02 Wujubul Islam – Pembahasan Dalil Pertama QS Ali Imran 85 (Bagian 02)

 Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Kita beribadah kepada Allāh ﷻ bukan hanya sekedar ibadah, tapi kita ingin supaya ibadah kita diterima oleh Allāh ﷻ, telah disampaikan bahwasanya Ibadah yang akan bermanfaat bagi seseorang di hari Kiamat yang akan diberikan pahala oleh Allâh itu adalah ibadah yang maqbul, ibadah yang memang diterima/dianggap oleh Allāh ﷻ itulah yang diberikan pahala.

Itulah yang akan berpengaruh di dalam kehidupan di dunia ini karena terkadang pahala dari amal sholeh kalau memang amal sholeh itu diterima, Allāh ﷻ berikan pahalanya sebagian di dunia, atau pahala yang didapatkan oleh seseorang di alam kuburnya, ganjaran yang dia dapatkan ketika dibangkitkan, dikumpulkan, dihisab, melewati jembatan Ash Siroth dan seterusnya itu adalah kalau amalan kita diterima Allāh ﷻ, tidak semua amalan yang diamalkan oleh seseorang kemudian dia mendapatkan tsamaroh/buahnya, yang akan didapatkan buahnya apabila amalan tersebut -مقبلا عند الله …

۞ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

[QS An Nahl 97]

Barangsiapa yang mengamalkan sebuah amal sholeh baik laki-laki maupun wanita dan dia dalam keadaan beriman maka akan Kami hidupkan dia dengan kehidupan yang toyyibah.

Ini jika amalan sholehnya diterima oleh Allāh ﷻ, diterima baru dia mendapatkan ganjaran – حَيَاةً طَيِّبَةً – di dalam kehidupan di dunia ini

وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Dan sungguh Kami akan membalas dia dengan ganjaran mereka dengan amalan yang paling baik yang mereka kerjakan.

Kapan ini ? Apabila diterima amalannya.

Tujuan kita beramal adalah bagaimana supaya amalan kita ini diterima, oleh karena itu para salaf mereka berdoa kepada Allāh ﷻ untuk supaya diterima amalannya, semangat & berusaha bagaimana amalannya benar² diterima oleh Allāh ﷻ, diantara usaha mereka adalah tentunya belajar.

Karena diterimanya amalan ini ada syarat, harus sesuai dengan Sunnah kalau tidak maka tidak akan diterima oleh Allāh ﷻ maka mereka belajar bagaimana ibadahnya sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ.

Disamping itu juga mereka mempelajari bagaimana supaya ikhlas belajar Tauhid, belajar Aqidah ditambah mereka berdoa meminta kepada Allāh ﷻ supaya diterima amal sholeh.

Sebagian salaf 6 bulan pertama setelah bulan Ramadhan mereka gunakan memperbanyak meminta kepada Allāh ﷻ supaya diterima amal sholehnya selama bulan Ramadhan, mereka menunjukan kepada Allāh ﷻ bahwasanya mereka butuh amalannya ini diterima sehingga mereka (yulihun) merengek² bagaimana amalannya diterima oleh Allāh ﷻ karena inilah yang akan bermanfaat bagi mereka & akan mereka petik buahnya di dunia maupun di Akhirat.

Nabi ﷺ setiap hari diantara dzikir yang dibaca shalat Shubuh

اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

Beliau membaca & meminta kepada Allāh ﷻ amalan yang diterima, bukan hanya sekedar amalan saja, tapi ingin amalan yang diterima.

Nabi Ibrahim alaihi salam & juga Ismail ketika diperintahkan oleh Allāh ﷻ untuk membangun dan menaikkan Kabah

۞ وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ

[QS Al Baqorah 127]

Itu doa yang pertama sebelum doa

۞ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

[QS Al Baqoroh128]

Dan mengatakan

رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ

[QS Al Barqoroh 129]

Doa yang pertama adalah

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Kenapa demikian, karena mereka yaitu al Anbiya wa sholihun mengetahui tentang keutamaan amalan yang diterima oleh Allāh ﷻ, itulah keinginan kita bukan hanya sekedar mujarrot al amal kemudian kita lupakan dan kita cuek apakah diterima atau tidak.

Sebagian salaf saking inginnya dia dan rindunya dia dengan diterimanya amalan dia mengatakan:
seandainya aku mengetahui bahwasanya Allāh ﷻ menerima 2 rakaat dariku niscaya aku adalah orang yang menjadi paling gembira/bahagia didunia

Karena di dalam sebuah ayat Allāh ﷻ mengatakan

۞ … قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

QS Al Maidah 27]

Karena Allāh ﷻ itu hanya menerima dari orang yang bertaqwa.

Kalau diterima meskipun dua rakaat menunjukan bahwasanya dia termasuk orang yang bertaqwa & orang yang bertaqwa merekalah yang berhak, merekalah yang disediakan syurga wa’idat lil muttaqin (surga disediakan bagi orang² yang bertaqwa).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته