Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Halaqah 33 | Bab 04 Firman Allah ﷻ QS Aali Imran 85 – Pembahasan Hadits Dari Sahabat Abu Hurairah Riwayat Imam Ahmad Bag 02

Halaqah 33 | Bab 04 Firman Allah ﷻ QS Aali Imran 85 – Pembahasan Hadits Dari Sahabat Abu Hurairah Riwayat Imam Ahmad Bag 02

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-33 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Beliau berkata

وعن أبي هريرة قال: قال رسول الله ﷺ

Dan dari Abu Hurairah Radhiyallāhu ‘Anhu beliau berkata Rasulullāh ﷺ bersabda,

ثم يجيء الإسلام،

Kemudian datanglah Al Islam.

Allāh ﷻ mampu untuk menjadikan Islām yang maknawi yang berisi tentang amalan yang bathin amalan yang dzhohir, Islām di dalam masalah akidah, Islām di dalam masalah Ibadah, Islām di dalam masalah akhlak, datang kemudian dia juga mengatakan, يا ربي, wahai Rabb ku,

Menunjukkan bahwasanya apa yang ada di dalam hati kita berupa Islām, apa yang ada di dalam akhlak kita berupa Islām, di dalam ibadah kita berupa Islām, itu semua juga Allāh ﷻ yang menciptakan-Nya, dia mengatakan يا ربي (wahai Rabb ku). Dan Islām sebagaimana kita tahu dia adalah minal Ibadah, sudah berlalu di dalam Ushul atsTsalasah bahwasanya Ibadah secara umum terbagi menjadi 3, Islām, Imān & Ikhsān,

Masing² dari Islām, maupun Imān maupun Ikhsān membawa nya, Islām dibawahnya ada amalan² yang dzhohir, Iman ada amalan² yang bathin, Ikhsan adalah puncak di dalam Islam dan juga Iman.

Itu adalah pembagian ibadah secara global, ada 3 hal tersebut & semuanya adalah ibadah yang diciptakan oleh Allāh ﷻ.

Maka dia mengatakan

يا ربي! أنت السلام

Dia mengatakan sesuatu yang berbeda dengan yang lain, adapun yang lain mengatakan

– رب! أنا …

(kemudian dia menyebutkan dirinya).
Adapun Al Islām maka dia mengatakan

يا ربي! أنت السلام، وأنا الإسلام

Engkau wahai Rabb ku adalah as Salam, Engkaulah yang memberikan keselamatan, ada yang mengartikan Allāh ﷻ itu adalah as Salam maksudnya adalah memberikan keselamatan kepada makhluk-Nya, & ada yang mengatakan as Salam disini adalah selamat dari berbagai kekurangan atau maksud nya adalah yang memberikan keselamatan kepada yang lain dan dua²nya benar, Allāh ﷻ Dia-lah yang memiliki sifat² kesempurnaan tidak memiliki sifat kekurangan sedikit pun.

Dan Dia lah Allāh ﷻ yang memberikan keselamatan kepada makhluk-Nya

يا ربي! أنت السلام

Wahai Rabb ku Engkau lah Rabb ku yang memberikan keselamatan.

Sebagaimana di dalam hadits jangan kalian mengatakan

لا تقولوا: السلام على الله، فإن الله هو السلام.

Jangan kalian mengatakan, karena sebelumnya para shahabat ketika membaca tahiyat mereka mengatakan

السلام على الله،

Maka Nabi ﷺ mengatakan _jangan kalian mengatakan yang demikian_

فإن الله هو السلام

Karena sesungguhnya Dialah Allāh ﷻ yang memberikan keselamatan. Karena orang yang mengatakan

السلام على الله،

Berarti mendoakan untuk Allāh ﷻ, semoga Allāh ﷻ selamat??

Ini jelas salah, karena

فإن الله هو السلام

Karena Allāh ﷻ itu justru Dia-lah yang memberikan keselamatan kepada kita.

يا ربي! أنت السلام،

Engkau adalah yang memberikan keselamatan

وأنا الإسلام، .

Dan aku adalah Islām (Al Islām)

Yaitu Islām yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ,

فيقول: إنك على خير،

Kemudian Allāh ﷻ mengatakan sesungguhnya engkau berada di atas kebaikan

Sebagaimana Al Islām tadi mengatakan

أنت السلام، وأنا الإسلام

Berbeda dengan ucapan amalan² sebelumnya as Syiam, as Shodaqoh. Maka Allāh ﷻ pun ketika menjawab kepada Al Islām ini berbeda juga dengan jawaban Allāh ﷻ terhadap amalan² yang lain

فيقول: إنك على خير،

Sesungguhnya engkau berada di atas kebaikan

بك اليوم آخذ وبك أُعطي،

Dengan mu wahai Islām hari ini aku mengambil, menerima sebuah amalan, dengan apa Allāh ﷻ mengukur nya, bagaimana Allāh ﷻ mengambilnya – بك – yaitu dengan Islām.

Orang yang beragama diatasmu yaitu beragama denganmu memeluk mu wahai Islām maka Aku akan mengambilnya/menerimanya, barangsiapa yang beragama dengan mu wahai Islām yaitu Islām yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ maka Aku akan mengambilnya/menerimanya, kalau tidak maka akan ditolak oleh Allāh ﷻ, dan syahidnya disini

بك اليوم آخذ

Menunjukkan bahwasanya syarat amal kita diterima dan diambil oleh Allāh ﷻ adalah keharusan kita untuk memeluk agama Islām yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ, kalau tidak maka akan ditolak amalan seseorang.

وبك أُعطي

Dan denganmu wahai Islām Aku memberi,

Dengan sebab Islām inilah maka Allāh ﷻ memberikan pahala, ganjaran kepada orang yang melakukannya, jadi diterima di ambil oleh Allāh ﷻ dan diberikan ganjaran kepada orang tersebut dengan sebab dia memeluk agama Islām.

Dan ini menunjukkan tentang keutamaan agama Islām dan juga wajibnya memeluk agama Islām karena Islām adalah sebab Allāh ﷻ mengambil menerima sebuah amalan dan sebab Allāh ﷻ memberikan pahala kepada orang yang mengamalkan.

قال الله تعالى في كتابه:

Allāh ﷻ berfirman di dalam kitab Nya

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan barangsiapa yang mencari selain agama Islām sebuah agama maka tidak diterima darinya.

Disinilah kenapa beliau mendatangkan ayat ini karena kesesuaian tadi

بك اليوم آخذ وبك أُعطي

Dengan

فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

Bika – بك – maksudnya adalah Islām tadi, dengan Islām hari ini aku mengambil dan denganmu wahai Islām Aku memberikan, maka ini semakna dengan firman Allāh ﷻ

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan barangsiapa yang mencari agama selain agama Islām maka tidak diterima darinya dan diakhirat dia termasuk orang² yang merugi. Karena tidak diterima oleh Allāh ﷻ, tidak diambil oleh Allāh ﷻ & tidak diberikan pahala, padahal dia sudah capek di dunia menghabiskan waktunya kesana kemari, beribadah pagi & sore tapi ternyata ibadah² tersebut tidak diterima oleh Allāh ﷻ, karena Allāh ﷻ dihari tersebut (dihari Kiamat) hanya menerima dengan Islām & hanya memberi dengan Islām.

Harits ini diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad, Syaikh Al Albani mengatakan isnadnya dhoif
Berkata Abu Abdurrahman (Imam an Nasaii) Abbad Ibnu Rosid  tsiqotun. Tapi dari al-Hasan

 لم يسمع أبو هريرة

Disini الحسن mengatakan

 حدثنا أبو هريرة

Padahal Al Hasan belum pernah mendengar dari Abu Hurairah, berarti hadits ini inqitho (terputus) sanadnya, berkata syuaib al-arnauth isnadnya dhoif.

Dia adalah hadits yang dhoif tetapi makna tentang bahwasanya tidak diterima sebuah amalan kecuali dengan Islām maka ini adalah maknanya yang benar, sesuai dengan firman Allāh ﷻ

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته