Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 07 – Halaqah 60 | Komentar Muallif Kitab Terhadap Dalil Kelima Hadits Dari Sahabat Abdillah Bin Amr Radhiyallohu ‘Anhu

Halaqah 60 | Komentar Muallif Kitab Terhadap Dalil Kelima Hadits Dari Sahabat Abdillah Bin Amr Radhiyallohu ‘Anhu

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-60 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Beliau mendatangkan ucapan beliau disini dan ini jarang syaikh mengucapkan ucapan dari diri beliau sendiri biasanya Qur’an-Hadits-atsar² & jarang sekali didalam kitab ini beliau mendatangkan dari ucapan beliau, Syaikah mengatakan,

وليتأمل المؤمن

Maka hendaklah orang yang beriman memperhatikan/merenungkan,

الذي يرجو لقاء الله

Seorang yang beriman yang dia mengharapkan pertemuan dengan Allāh.

Karena tentunya dia tidak ingin masuk kedalam – كلهم في النار – tidak ingin bertemu dengan Allāh kemudian akhirnya dia masuk kedalam Neraka, orang yang mengharapkan bertemu dengan Allāh maksudnya adalah mengharap bertemu dengan Allah dalam keadaan baik, diridhoi oleh Allāh akhirnya masuk kedalam Surga.

Maka hendaklah orang yang mengharap pertemuan dengan Allāh memperhatikan ucapan

كلام الصادق الصدوق في هذا المقام،

Mendengar ucapan ashodiqil Masdhuq (Rasulullah ﷺ) & ucapan ini (penyebutan ashodiqil Masdhuq) Ash nya kalau kita sebutkan ketika beliau menyebutkan tentang Al Ikhbar bil ghoib/ kabar perkara yang ghoib, maka kita katakan – قال الصادق الصدوق – sebagaimana Abdullah Ibnu Mas’ud ketika menyebutkan tentang

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ

Beliau mengatakan ashodiqil Masdhuq karena akan menyebutkan hadits yang didalamnya ada penyebutan Al Ikhbar bil ghoib, karena ada sebagian mungkin maknanya benar tetapi kurang tepat, menyebutkan tentang sebuah hadits tidak ada disitu kabar tentang ghoib yang misalnya

(لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ -إذَا أَحْدَثَ- حَتَّى يَتَوَضَّأَ)

misalnya

قال الصادق الصدوق لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ

Ini kurang pas, meskipun maknanya benar – الصادق الصدوق – maksudnya Rasulullah ﷺ, karena makna ashodiqil Masdhuq adalah yang Jujur & dijujuri, yang benar & dia dibenarkan oleh yang lain atau tidak dibohongi oleh yang lain karena Nabi ﷺ beliau benar didalam ucapan beliau ﷺ.

Dan Jibril ketika mengabarkan kepada beliau khabar ini beliau juga shodaq, kabar ini dari Allāh, kemudian disampaikan Jibril & disampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ, Jibril ketika mengabarkan kepada Nabi (Shodaq) dia jujur didalam menyampaikan & ruhul amin (Ruh yang amanah) dia sampaikan secara jujur kepada Nabi ﷺ, berarti disini yang shidiq Jibril mengabarkan kepada Nabi Muhammad,
Shodiq : Jibril
Masdhuq : Rasulullah ﷺ.

Berarti Jibril Shadaqo Rosul maksudnya jujur kepada Rasul, maka beliau adalah mashduq.

Ketika Nabi mengabarkan kepada para Shahabat
Shidiq: Rasulullah ﷺ
Masdhuq : Para shahabat

Berarti Nabi ﷺ beliau adalah shoddiq sekaligus mashduq, ketika beliau berbicara shodiq ketika beliau dikabarkan oleh Jibril maka beliau adalah mashduq.

Dari sini beliau mengatakan ashiduqul mashduq disini ada ikhbarul bil ghoib

وتفترق هذه الأمة

Umat ini akan berpecah belah, oleh sebab itu tepat sekali beliau menggunakan kalimat ashidiqu mashduq

خصوصا قوله:

Khususnya ucapan beliau ﷺ

ما أنا عليه اليوم وأصحابي.

Apa yang aku berada diatasnya hari ini & juga para shahabatku.

Kita artikan Islām, Islām itulah yang ada diatasnya Nabi ﷺ, demikian pula para Shahabat mereka berpegang teguh dengan Islām yang murni secara kaffah

Perhatikan & renungi ucapan ini, ini adalah isyarat tentang kewajiban untuk melakukan Islām, karena manhaj Nabi ﷺ & para shahabat saat itu bukan memisah² agama tetapi Islām secara keseluruhan itulah yang dilakukan oleh Nabi & juga para Shahabatnya

يا لها من موعظةٍ

Ini adalah Nasehat yang sangat besar

لو وافقت من القلوب حياة

Seandainya موعظةٍ ini mengenai kehidupan dari hati-hati

Maksudnya adalah seandainya موعظةٍ yang sangat besar dari Nabi ﷺ ini menemui/jatuh didalam hati yang memiliki kehidupan, hati yang memang ingin dia selamat, yang masih hidup hatinya masih memiliki semangat untuk selamat di akhirat ingin bertemu Allāh dalam keadaan baik.

Mendengar hadits/ucapan ini maka dia akan terkena didalam hati tersebut, berarti kita harus mengikuti Islām yang dibawa oleh Nabi & juga para sahabat nya, Islām yang murni sebelum ada aliran² ini semuanya, khowarij, tidak ada dizaman tersebut, Qodariah Jabariah baru datang setelahnya, aliran² yang lain itu bukan termasuk

ما أنا عليه اليوم وأصحابي

Maka orang yang hidup hatinya akan meninggalkan aliran² tadi & berpegang teguh dengan Islām & masuk kedalam Islām secara keseluruhan sebagaimana dilakukan oleh Nabi ﷺ.

رواه الترمذي. ورواه أيضا من حديث أبي هريرة وصححه

Dan beliau menshahihkannya berarti didalam sunan ath Tirmidzi juga ada hadits Abu Hurairah, didalam hadits Abu Hurairah tidak ada lafadz

ما أنا عليه وأصحابي.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته