Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 8 – Halaqah 66 | Pembahasan Dalil Kedua QS Al An’am 144

Halaqah 66 | Pembahasan Dalil Kedua QS Al An’am 144

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-66 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.


Beliau mendatangkan Firman Allāh ﷻ

۞ وقوله:

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا لِيُضِلَّ النَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ

_Maka siapakah yang lebih dholim daripada orang yang berdusta atas nama Allāh untuk menyesatkan manusia tanpa ilmu_

[QS Al-An’am 144]

Masuk didalam – افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا – adalah orang yang melakukan bidah,

kenapa bisa dimasukkan orang yang melakukan bidah ini dengan berdusta atas nama Allāh, orang yang melakukan bidah seakan² dia mengatakan ini adalah dari Allāh, dia melakukan amalan² yang bidah ketika dia mengamalkan & mendakwahkan (apalagi) seakan² dia mengatakan bahwasanya ini dari Allāh padahal bukan dari Allāh berarti dia berdusta, mengatakan & disyariatkan padahal itu tidak disyariatkan, (contoh) maulid Nabi perayaan ini dianggap adalah disyariatkan padahal itu tidak disyariatkan.

Ketika dia mengatakan Maulud Nabi ini disyariatkan berarti dia berdusta atas nama Allāh oleh karena itu dia masuk didalam berdusta atas nama Allāh karena seakan² dia mengatakan Allāh mensyariatkan hal ini padahal Allāh tidak pernah mensyariatkannya, oleh karenanya beliau mendatangkan firman Allāh

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا

Darimana kita mengetahui dengan ayat ini bahwsanya berdusta atas nama Allāh tadi lebih besar dosanya daripada dosa besar, bahwasanya – افْتَرَى عَلَى اللَّهِ – ini adalah lebih besar daripada dosa besar, masuk didalam افْتَرَى عَلَى اللَّهِ adalah perbuatan bidah, disini kuncinya adalah pada kalimat

فَمَنْ أَظْلَمُ

Siapakah yang lebih dholim daripada orang yang berdusta atas nama Allāh untuk menyesatkan manusia dari jalan Allāh, tahu bahwasanya ini adalah jalan Allāh jalan yang lurus kemudian dia berdusta atas nama Allāh yang benar adalah jalan tsb, ingin menyesatkan manusia jalan Allāh.

Maka siapakah yang lebih dholim dari pada orang yang – افْتَرَى عَلَى اللَّهِ – dan Masuk didalamnya adalah bidah

karena dia adalah berdusta atas nama Allāh, menunjukan bahwasanya apa yang disampaikan mualig didalam judul bab tadi adalah benar adanya bahwasanya bidah adalah lebih besar daripada dosa² besar karena dia adalah termasuk kedholiman dia adalah berdusta atas nama Allāh

Dan Allāh mengatakan – فَمَنْ أَظْلَمُ – siapa yang lebih dholim daripada orang yang berdusta atas nama untuk menyesatkan manusia tanpa ilmu.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته