Sujud

 

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صَالِحٍ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Keadaan seorang hamba yang paling dekat dari Rabbnya adalah ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa.” (HR. Muslim : 744)

Sholat adalah media yang ‘menghubungkan’ antara makhluk dengan Sang Kholiq, waktu tersebut menjadi sangat istimewa bagi setiap manusia dan mestinya bisa menjadikan ‘pelaku’nya semakin baik dari waktu ke waktu, bukan sekedar melaksanakan perintahNya yang wajib tetapi lebih mengarah kepada kebutuhan yang dirindukan oleh setiap orang.

“WALILLAAHI YASJUDU MAN FISSAMAAWATI WA al-ARDHI THOW’AN WA KARHAA WA DZILAALUHUM BI al-GHUDUWWI WA al-AASHOOLI”

(hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa dan (sujud pula)  bayang2nya diwaktu pagi dan petang hari).

Tidak kurang dari 47 kali al-quran menyebutkan kata sujud, baik dalam bentuk fi’I’ll (kata kerja) ataupun isim (kata benda), hal ini menandakan ‘keistimewaan’ perbuatan tersebut dan juga menunjukan betapa Allah menjadikan sujud sebagai ‘tanda’ keta’atan semua makhluk kepada Penciptanya dan bukan hanya manusia yang bersujud kepadaNya, tetapi semesta raya pun sujud dengan kemauan sendiri atau dalam keadaan terpaksa.

Hadits  ini berkaitan dengan sujud, dan nabi saw menganjurkan kepada kita semua untuk berlama-lama saat sujud, karena ketika itulah seorang hamba dalam keadaan yang paling dekat kepada Allah, sehingga bila ingin meminta maka saat sujudlah waktu yang paling ‘ideal’ buat menyampaikannya kepada Yang Maha Segala.

Hanya Dia tempat meminta, dan cuma Allah yang mampu melakukan segalanya, tidak ada yang membatasiNya, Dia tak akan pernah mengecewakan siapa saja yang datang meminta, kekayaanNya adalah semua yang ada, dan Dia Maha Memberi kepada yang meminta.

Bersujudlah dengan kesungguhan penghambaan, karena ketika dahi menjadi sama dengan tempat berpijak, sesungguhnya mengajarkan tentang kebersahajaan dihadapanNya, dan mestinya juga dihadapan semua yang ditemui dalam kehidupan ini.

Bersujudlah, dan rasakan nikmatnya penghambaan, hanya Allah yang memiliki kemulian, berlama-lamalah dalam sujud yang kita lakukan, bukankah sang kekasih akan selalu senang berada dekat dengan kekasihnya? Dan saat sujud adalah waktu terdekat kita dengan Allah, lalu mengapa masih tergesa bangun dari sujud bila benar cinta kepadaNya? Biarkan hati kita menjawab dengan semua kejujuran yang ada.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

dari Ustadz Syarif Matnadjih

foto dari New Collection

 

Leave a Reply