SUNNAH RASUL = SEKS ? (3)

KTQS # 596

SUNNAH RASUL = SEKS ?
(Tafsir Hadits tentang berhubungan suami istri di malam/hari jumat)

Penentuan waktu dalam islam adalah mengikuti peredaran bulan, bukan mengikuti peredaran matahari. Sehingga perubahan hari adalah saat maghrib bukan pukul 24.00.

Maka dari itu hari jumat dimulai pada hari kamis saat maghrib.

Nah pembicaran kita sekarang mengarah kepada seolah-olah malam Jum’at dan hari Jum’at adalah waktu yg cocok untuk melakukan hubungan suami-istri. Keduanya akan mendapatkan pahala berlipat dan memperoleh keutamaan khusus yg tidak didapatkan pada hari selainnya.

Haditsnya shahih namun tidak mengatakan secara gamblang bahwa itu adalah hubungan seks suami istri.

Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mandi di hari Jum’at SEPERTI MANDI JANABAH, kemudian datang di waktu yg pertama (mendatangi masjid untuk shalat jumat), ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yg datang di waktu yg kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yg datang di waktu yg ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yg datang di waktu yg keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yg datang di waktu yg kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850)

Hadits tsb menunjukkan keutamaan shalat jumat namun disitu disebutkan jg tentang mandi janabat (ghuslal janabah) pada hari Jum’at. Sedangkan mandi janabat dilakukan setelah ada aktifitas hubungan seks suami-istri..

Sehingga munculah istilah Sunnah Rasul di malam jumat untuk hubungan seks suami istri.

Ya silahkan saja melakukan hubungan seks suami istri kapanpun juga termasuk malam jumat tapi janganlah istilah hubungan seks tsb diganti menjadi “Sunnah Rasul”.

Salam !

Leave a Reply