Syafa’at

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيقِ فَأَخَّرَهُ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ketika seorang lelaki tengah berjalan di suatu jalan ia mendapati batang kayu yang berduri dijalan tersebut, lalu ia mengambil dan membuangnya, maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya”. (HR. Muslim : 4743)

Hari penuh berkah, dan semoga Allah berikan keberlimpahan berkah kepada kita semua, semoga kita, keluarga kita dan semua yang kita cintai senantiasa dalam penjagaanNya, baik di dunia fana ini juga di akhirat yang kekal nanti.

Pengajian ini masih tentang keutamaan sikap yang ‘dipesankan’ oleh Nabi saw kepada setiap umatnya, semoga hadits ini akan melengkapi wawasan kita dan meningkatkan amalan kita.

“MAN YASYFA’ SYAFAA’ATAN HASANATAN YAKUN LAHUU NASIIBUN MINHAA, WAMAN YASYFA’ SYAFAA’ATAN SAYYIATAN YAKUN LHU KIFLUN MINHAA, WA KAANA ALLAHU ‘ALA KULLI SYAY-IN MUQIITA”

(barang siapa yang memberikan ‘syafa’at’ yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian pahala dari padanya, dan barang siapa yang memberi ‘syafa’at’ yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian dosa dari padanya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).

Syafa’at yang baik pada ayat ini difahami oleh ‘mayoritas’ ahli tafsir dengan segala perbuatan yang ditujukan untuk melindungi hak seorang muslim atau usaha menghindarkan petaka dan kemadhorotan terhadap saudaranya sesama muslim.

Allah akan berterima kasih dan mengampuni dosa orang yang telah memindahkan sebatang kayu yang berduri dan membahayakan yang merintangi jalan yang akan banyak dilalui oleh orang lain, pesan pada hadits ini termuat kuat dan jelas, bahwa berbuat kebaikan itu harus setiap saat, kapan saja dan dimana saja.

Janji Allah pada hadits ini menunjukan tentang kemuliaan yang akan didapatkan oleh siapa saja yang selalu mendedikasikan dirinya untuk menebar kebaikan kepada banyak orang, dalam hadis ini, menggeser sebatang kayu yang berduri akan menghapus dosa dan mendapatkan ‘ucapan’ terima kasih dariNya, langsung dari pemilik jagat raya, dari Yang Maha Memberikan Rizqi, dari Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan setiap makhluk.

Hidup di dunia yang sebentar ini harus dipenuhi dengan ‘semangat’ berbuat kebaikan, dan tak peduli apapun bentuknya, selagi dilakukan karena Allah, maka mereka pantas mendapatkan banyak karunia dan kemuliaan dariNya.

Rasanya kita perlu merenungkan cerita Abdullah bin Ja’far, beliau adalah lelaki yang teramat sholih dimasanya, ketika beliau bertemu dengan seorang budak yang bekerja disebuah kebun, dan tiba waktu makan siang budak tersebut justeru memberikan jatah makan siangnya kepada seekor anjing yang tiba2 datang menghampirinya, Abdullah bin Ja’far segera ‘memburu’ dengan pertanyaan : ‘hai anak muda mengapa engkau memberikan makananmu padahal tak ada lagi yang kau miliki’?, budak itupun menjawab : ‘binatang itu boleh jadi datang dari tempat yang jauh, dan tentunya sangat lapar, biarkan saya ‘mengosongkan’ dan ‘melipat’ perut saya hari ini  demi menolong binatang tersebut karena Allah.

Saudaraku, saat ini boleh jadi akhir pertemuan kita di dunia ini, karena esok dan lusa menjadi ‘rahasia’ yang hanya Allah yang mengetahuinya, karenanya jangan lagi ditunda kebaikan yang bisa kau lakukan hari ini, agar tiada sesal berkepanjangan.

Wallahu A’lam Bisshowaab

Dari Ustadz Syarif Matnadjih

foto dari Google Picture

 

Leave a Reply