Tag Archives: adab mengucapkan salam

Tanya-jawab Tentang Salam

Kajian Tematis Al-Qur’an & as-Sunnah # 553

Tanya-jawab Tentang Salam

TANYA
Assalamu’alaikum boleh bertanya ya Ustd. Kalau memberi salam secara tertulis baik di dalam buku2, surat dinas, kata pengantar, dan bahkan di dunia digital seperti sms, ввм , face book dan dunia maya lainnya. Gimana hukumnya sunnah kifayah atau fardhu kifayah. Wassalam

JAWAB
Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakaatuh

Sebenarnya sesuatu yg berbentuk tulisan, tidak dimulai dengan salam tapi Bismillah.

Itulah yg dilakukan Rasulullah saat membuat surat untuk petinggi negeri dan umatnya, selalu diawali dgn Bismillah tidak dengan salam.

Salam hanya dilakukan apabila bertemu atau berbicara secara langsung, itulah sunnahnya.

Lalu apabila ada salam dalam surat/bbm/fb/tweet dll yg ditujukan kepada kita, ya kita balas saja salam tsb. Khawatir orang tsb belum memahami kaidah mengucapkan salam.

Apabila semua faham tentang tatacara salam sesuai sunnah, maka akan terasa indah hubungan antar manusia yg berlainan agama maupun yg sesama muslim. Karena tidak akan terjadi salah faham bagaimana menjawab salam kepada non muslim, dan bagi sesama muslim siapa yg harus memulai dan menjawab salam.

TANYA
Bang El,, pengucapan yg benar “Wa’alaikumsalam” atau “Wa’alaikummusalam” ?

JAWAB
Itu hanya berbeda
pelafalan dalam bahasa arab. Apabila Diwasholkan ke alif lam jadi wa’alaikumussalam,

Klo tidak, jadi wa’alaikumsalam, itu tidak masalah, sama saja. Artinya sama hanya beda pengucapan saja.

Keduanya benar.

Salam !
———-
copas dari KTQS

Salam (4)

KTQS # 552

SALAM (4)

 

Haramnya Kita Memulai Bersalam Kepada Non Muslim

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Janganlah memulai mengucapkan salam kepada orang Yahudi dan orang Nasrani jikalau engkau semua bertemu dgn salah seorang diantara mereka itu -yakni orang Yahudi atau Nasrani- pada suatu jalanan”. (HR. Muslim)

Cara Menjawab Salam Kepada Non Muslim

APABILA BERUCAP :
“ASSALAMU’ALAIKUM”

Dari Anas r.a., katanya:
“Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau ada golongan ahli kitab -yaitu orang Yahudi atau Nasrani- memberi salam kepadamu semua, maka ucapkanlah: WA’ALAIKUM (untukmu saja)”. (Muttafaq ‘alaih)

APABILA BERUCAP :  “ASSAAAMU’ALAIKUM”

Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya orang Yahudi itu bila mengucapkan salam kepada kalian, mereka mengucapkan: “Assaamu ‘alaikum” (kematian atas kalian), maka jawablah dengan: “WA’ALAKA” (semoga menimpa kamu). (Shahih Muslim No.4026)

Hadis riwayat Aisyah ra :
“… Rasulullah saw. bersabda: Aku telah menjawab: “WA’ALAKUM” (semoga menimpa kalian)”. (Shahih Muslim No.4027)

Mengucapkan Salam Kepada Orang-orang yg Ada Di Dalam Majelis/pertemuan Yang Di Antara Mereka Ada non muslim.

“Dari Usamah ra, Nabi saw berjalan melalui suatu majelis majelis/pertemuan, yg di dalamnya terdapat berbagai campuran antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin yaitu para penyembah berhala dan ada pula orang Yahudi, lalu Nabi saw memberikan salam kepada mereka”. (Muttafaq ‘alaih)

Maksudnya tidak apa-apa mengucapkan salam dihadapan orang banyak yg berlainan agama asalkan yg beragama islamnya ada dan lebih banyak.

Salam !

copas dari KTQS

 

Salam (3)

Kajian Tematis Al-Qur’an & as-Sunnah # 550

SALAM (3)

Yang sedikit kepada yang banyak

Jika jama’ah (banyak orang) diberi salam, lalu hanya satu orang yg membalasnya, maka yg lain gugur kewajibannya.

Rasulullah saw bersabda,

يُجْزِئُعَنِالْجَمَاعَةِإِذَامَرُّواأَنْيُسَلِّمَأَحَدُهُمْوَيُجْزِئُعَنِالْجُلُوسِأَنْيَرُدَّأَحَدُهُمْ

“Sudah cukup bagi jama’ah (sekelompok orang), jika mereka lewat, maka salah seorang dari mereka memberi salam dan sudah cukup salah seorang dari sekelompok orang yg duduk membalas salam tsb”. (HR. Abu Daud no. 5210)

Dan sebagaimana dijelaskan oleh Ash Shon’ani bahwa hukum jama’ah (orang yg jumlahnya banyak) untuk memulai salam adalah sunnah kifayah (jika satu sudah mengucapkan, maka yg lain gugur kewajibannya).

Dan, jika suatu jama’ah diberi salam, maka membalasnya dihukumi fardhu kifayah. (Subulus Salam, 7/8)

Balaslah Salam dengan Yg Lebih Baik atau Minimal dengan Yang Semisal

Allah SWT berfirman,

وَإِذَاحُيِّيتُمْبِتَحِيَّةٍفَحَيُّوابِأَحْسَنَمِنْهَاأَوْرُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dgn sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dgn yg lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dgn yg serupa)”. (QS. An Nisa’: 86)

Bentuk membalas salam di sini boleh dgn yg semisal atau yg lebih baik, dan tidak boleh lebih rendah dari ucapan salamnya tadi.

Contohnya di sini adalah jika saudara kita memberi salam: Assalaamu ‘alaikum, maka minimal kita jawab: Wa’alaikumsalam.

Atau lebih lengkap lagi dan ini lebih baik, kita jawab dengan: Wa’alaikumsalam wa rahmatullah, atau kita. tambahkan lagi: Wa’alaikumsalam wa rahmatullah wa barokatuh.

Begitu pula jika kita diberi salam: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah, maka minimal kita jawab: Wa’alaikumsalam wa rahmatullahi, atau jika ingin melengkapi, kita ucapkan: Wa’alaikumsalam wa rahmatullahi wa barokatuh.

 

Salam !

copas dari KTQS

 

SALAM (2)

Kajian Tematis Al-Qur’an & as-Sunnah # 550

SALAM (2)

☑ Siapa yang Seharusnya Mendahului Salam?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam pada orang yg berjalan. Orang yg berjalan memberi salam kepada orang yg duduk. Rombongan yg sedikit memberi salam kepada rombongan yg banyak”. (HR. Bukhari no. 6233 dan Muslim no 2160)

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Yang muda hendaklah memberi salam pada yang tua. Yang berjalan (lewat) hendaklah memberi salam kepada  orang yang duduk. Yang sedikit hendaklah memberi salam pada orang yang lebih banyak”. (HR. Bukhari no. 6231)

Ibnu Baththol mengatakan, “Dari Al Muhallab, disyari’atkannya orang yang muda mengucapkan salam pada yang tua karena kedudukan orang yang lebih tua yang lebih tinggi. Orang yang muda ini diperintahkan untuk menghormati dan tawadhu’ di hadapan orang yang lebih tua.” (Subulus Salam, 7/31)

Jika orang yang bertemu sama-sama memiliki sifat yang sama yaitu sama-sama muda, sama-sama berjalan, atau sama-sama berkendaraan dengan kendaraan yang jenisnya sama, maka di antara kedua pihak tersebut sama-sama diperintahkan untuk memulai mengucapkan salam.

☑ Yang mulai mengucapkan salam, itulah yang lebih utama.

Rasulullah saw bersabda,

الْمَاشِيَانِ إِ ذَا اجْتَمَعَا فَأَيُّهُمَا بَدَأَ بِالسَّلاَمِ فَهُوَ أَفْضَلُ

“Dua orang yang berjalan, jika keduanya bertemu, maka yang lebih dulu memulai mengucapkan salam itulah yang lebih utama”. (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Al Baihaqi)

Namun jika orang yang seharusnya mengucapkan salam pertama kali tidak memulai mengucapkan salam, maka yang lain hendaklah memulai mengucapkan salam. (Huquq Da’at Ilaihal Fithroh, 47)

Salam !
———–
copas dari KTQS

SALAM (1)

KTQS # 549

SALAM (1)

Agama adalah Nasihat, ini adalah Nasihat utk kita semua :
SELAMAT…
السَّلاَمُ
Salam, artinya Selamat; secara harfiah maksudnya adalah “Sejahtera”
Ini adalah ucapan DOA, maka dari itu pengucapan Salam di atur oleh syariat.

Bagi yg mengucapkannya dengan lgkp “assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh” akan mendapatkan pahala 30, begitu jg yg menjawabnya.

Ini ucapan salam apabila bertemu dgn sesama muslim.

“Amalan islam apa yang paling baik?” Beliau saw lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali”.

(HR. Bukhari no. 6236)

Lalu bgmn apabila mengucapkan salam (selamat) diluar itu,  “Selamat ini”, “Selamat itu” kepada perayaan agama lain ?

Salam atau Selamat adalah Doa, doa keselamatan, Karena itu berhati-hatilah memberi ucapan “Selamat” krn terkait dgn hukum syariat, apabila tdk sesuai dgn hukum syariat, jangankan mendapat pahala tp malah mendapatkan dosa krn melanggar batas-batas syariat dan hukum Allah.

“Tapi ini kan urusan dunia”, kata mereka

Doa bukan urusan dunia tapi urusan akhirat, karena ini adalah bentuk ibadah kepada Allah.
Ucapan yg tidak pernah dikenal oleh Nabi kita yg mulia,
Ucapan yg tak terkeluar dari lisan para Sahabat,
Ucapan yg tak ada dalam kitab-kitab fiqih para Imam, baik Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad.

Tapi diantara kita ada yg tetap juga melakukannya, lalu dilakukan mencontoh siapa? Untuk siapa? Karena apa? Agar apa? Untuk apa? Manfaatnya apa?
Ucapan yg akan dipertanggung jawabkan siapa saja yg menyatakannya krn ini adalah masalah Aqidah, Pondasi Agama.

Apabila Aqidah/Pondasinya rusak maka “Bunyanun Islam” / “Bangunan Islam” dalam dirinya juga akan rusak…na’udzubillah !

Berhati-hatilah Sahabat jgn sembarangan mengucapkan selamat…ucapan yg ringan, namun berat dipikulnya diakhirat kelak. …..

 

Salam !

Copas dari KTQS

ADAB MENGUCAPKAN SALAM dan ADAB MENGUAP

 Haramnya Kita Memulai Bersalam Kepada Orang-orang Kafir

Dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Jgnlah memulai mengucapkan salam kpd org Yahudi dan jangan pula kepada org Nasrani.” (HR. Muslim)

 Caranya Menjawab Salam Kepada Mereka

Dari Anas ra, katanya:
“Rasulullah saw. bersabda: “Jikalau ada golongan ahli kitab -yaitu orang Yahudi atau Nasrani- memberi salam kepadamu semua, maka ucapkanlah: WA’ALAIKUM.” (Muttafaq ‘alaih)

 Sunnahnya Mengucapkan Salam Kepada Orang-orang Yang Ada Di Dalam Majelis/pertemuan Yang Di Antara Mereka Ada Kaum Muslimin Dan Kaum Kafirin

“Dari Usamah ra bahwasanya Nabi saw berjalan melalui suatu majelis majelis/pertemuan, yang di dalamnya terdapat berbagai campuran antara kaum Muslimin dan kaum musyrikin yaitu para penyembah berhala dan ada pula orang Yahudi, lalu Nabi saw memberikan salam kepada mereka.” (Muttafaq ‘alaih)

Maksudnya tidak apa-apa mengucapkan salam dihadapan org banyak yg diantaranya ada yang berlainan agama asalkan yang beragama islamnya ada dan lebih banyak.

ADAB MENGUAP

“Maka apabila seorang diantara engkau semua menguap, hendaklah menolaknya sekuat mungkin, sebab sesungguhnya seorang diantara engkau semua itu apabila menguap maka ketawalah syaitan daripadanya itu.” (Riwayat Bukhari)

Abu Said al-Khudri ra, katanya: Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau seseorang diantara engkau semua itu menguap, maka hendaklah ia memegangkan tangannya pada mulutnya -menutup mulutnya-, sebab sesungguhnya syaitan itu akan masuk di dalamnya -jikalau mulut tidak ditutup-.” (Riwayat Muslim)

 

Keterangan:

Menguap itu Bahasa Arabnya Tatsaub. Ia dianggap berasal dari syaitan, sebagai tanda kebencian kita padanya, karena menguap itu hanya terjadi dengan sebab adanya tubuh yang berat, perut yang berisi penuh dan condong sekali pada kemalasan, sehingga berat melakukan ibadah dan ketaatan.

 

 

 

copas dari KTQS