Tag Archives: Akhlaq Nabi Muhammad

KITĀB SYAMĀIL MUHAMMADIYAH HADĪTS 19

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 25 Rabi’ul Akhir 1440 H / 02 Januari 2019 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamāil Muhammadiyah
🔊 Halaqah 18 | Hadits 19
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-18
〰〰〰〰〰〰〰

KITĀB SYAMĀIL MUHAMMADIYAH, HADĪTS 19
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد
Sahabat BiAS yang dimuliakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Alhamdulilāh, kita masih diberi kesempatan untuk mempelajari Kitāb Asy Syamāil Al Muhammadiyyah karya Imām Abū Īsā At Tirmidzī rahimahullāhu ta’āla.

Pada kesempatan kali ini kita akan membaca hadīts nomor 19 yang merupakan potongan dari hadīts ke-7 yang telah kita bahas pada pertemuan sebelumnya (pertemuan ke-7).

Dan telah kita sampaikan pada pertemuan tersebut bahwa hadīts ini adalah hadīts yang dhaif, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Abdurrazāq dan Syaikh Al Albāniy rahimahullāh.

Adapun hadīts tersebut adalah:

Imām At Tirmidzī rahimahullāh mengatakan:

حدّثنا أَحمَدُ بْنُ عَبدَةَ الضَّبِّيُّ وَ عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ وَغَيرُوا حِدٍ، قَالُوا: حدّثنا عِيسى بْنُ يُونُسَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ اللّه، مَولَى غُفْرَةَ. قَالَ حَدَّثَنِي إبراهيمُ بن مُحَمَّدٍ مِن وَلَدِ عَلِيِّ بن أبي طالِبٍ رضى الله عنه، قَالَ كَانَ عَلِيِّ إذَا وَصَفَ رَسُول اللّه ﷺ فَذَكَرَ الحَدِيثَ بِطُولِهِ، وَقَالَ: بَينَ كَتِفَيهِ خَاتَمُ النُّبُوَّةِ و هو خَاتَمُ النَّبِيِّينَ

Imām At Tirmidzī rahimahullāh, pada hadīts ini kembali membawakan potongan hadīts nomor 7 sesuai dengan sanad yang Beliau miliki, bahwa dahulu shahābat Āli bin Abī Thālib radhiyallāhu ta’āla ‘anhu jika sedang bercerita tentang sifat-sifat Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam dalam hadīts tersebut beliau sebutkan dengan panjang lebar.

Dan salah satu sifat yang beliau sebutkan adalah:

“Di antara pundak Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) ada cap kenabian yang mana Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) adalah penutup para nabi.”

Tujuan imām At Tirmidzī menyebutkan hadīts ini adalah untuk membawakan hadīts yang sesuai dengan bab yang beliau buat, yaitu bab tentang cap kenabian.

Bahwa cap kenabian itu benar adanya dan berada diantara dua pundak Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Dan telah berlalu penjelasannya bahwa cap itu tidak ditengah-tengah akan tetapi lebih dekat dengan pundak kiri Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam).

Walaupun hadīts ini dhaif akan tetapi didukung oleh banyak hadīts shahīh yang menyatakan bahwa ada cap kenabian di antara kedua pundak Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam).

Kemudian Imām At Tirmidzī rahimahullāh kembali menyebutkan sebuah hadīts yang berkaitan dengan cap kenabian yang menjelaskan bahwa salah satu cirinya adalah cap kenabian tersebut ada pada rambutnya.

Imām At Tirmidzī rahimahullāh ta’āla berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بنُ بَشَّار، قال حَدَّثَنَا أَبُو عَصِمٍ، قَالَ حدَّثَنَا عَزْرَةُ بن ثَابِتٍ، قَالَ حَدَّثَنَا عِلْبَاءُ بن أَحْمَر قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ عَمْرُو بن أَخْطَبَ الأَنْصَارِي رضي اللّه عنه قالَ لِي رسو اللّه ﷺ يَاأَبَا زَيدٍ أُدْنُ مِنِّي فَامْسَحْ ظَهْرِي فَمَسَحتُ ظَهرَهُ، فَوَ قَعَتْ أَصَابِعِي عَلَى الخَاتَمِ قُلْتُ وَمَا الخَاتَمُ؟ قَالَ شَعَرَاتٌ مُجْتَمِعَاتٌ

Imām At Tirmidzī membawakan hadīts ini lengkap dengan sanad yang beliau miliki hingga Abū Zaid ‘Amr ibnu Akhthab Al Anshāry radhiyallāhu ta’āla ‘anhu, beliau bercerita:

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah berkata kepadaku, “Wahai Abū Zaid, mendekatlah. Coba kamu usap punggungku.”

Akupun mengusap punggung Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) dan secara tidak sengaja jari jemariku mendapati cap kenabian.

(Al ‘Ilbā’ perawi dari Abū Zaid berkata,) “Apa itu cap kenabian?”

Abū Zaid menjawab, “Kumpulan rambut-rambut.”

Syaikh Albāniy rahimahullāh mengatakan bahwa sanad hadīts ini shahīh sebagaimana syarat Imām Muslim.

Kemudian kita akan membahas sedikit demi sedikit lafazh-lafazh dan kalimat-kalimat yang terdapat pada hadīts ini.

(( يَاأَبَا زَيدٍ أُدْنُ مِنِّي فَامْسَحْ ظَهْرِي))

“Wahai Abū Zaid mendekatlah, coba kamu usap punggungku.”

Pada kalimat ini kita mengetahui akan adab Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, Beliau tidak memanggil shahābatnya dengan namanya langsung, akan tetapi Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) memanggil dengan kunyahnya.

Dan sebagian ulamā mengatakan bahwa hal ini menunjukkan kesantunan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada para shahābatnya.

Kemudian saat Abū Zaid radhiyallāhu ta’āla ‘anhu diperintahkan untuk mengusap punggung Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam), ia mungkin beranggapan bahwa ada sesuatu di punggung Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam yang membuatnya tidak nyaman dan ternyata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerintahkan hal tersebut hanya ingin memuliakan Abū Zaid ‘Amr ibnu Akhthab radhiyallāhu ta’āla ‘anhu dengan memegang jasad beliau yang mulia.

Bahkan memegang cap kenabian yang Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) miliki. Dan ini semua menunjukkan akan kedekatan Abū Zaid ‘Amr ibnu Akhthab kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Atau menunjukkan tentang kedekatan Abū Zaid ‘Amr ibnu Akhthab dengan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

(( فَمَسَحتُ ظَهرَهُ، فَوَ قَعَتْ أَصَابِعِي عَلَى الخَاتَمِ))

“Aku pun mengusap punggung Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) dan tidak sengaja jari jemariku mendapati cap kenabian.”

Kalimat ini menunjukkan bahwa shahābat Abū Zaid radhiyallāhu ta’āla ‘anhu melaksanakan apa yang Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam perintahkan dengan segera. Dan saat melaksanakan apa yang diperintah oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam Abū Zaid secara tidak sengaja menyentuh cap kenabian yang Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam miliki.

(( قُلْتُ وَمَا الخَاتَمُ؟))

“Aku bertanya, apa itu cap kenabian?”

Yang bertanya adalah murid atau rawi dari Abū Zaid yang bernama ‘Ilbā’.

Pada penggalan hadīts ini kita ambil pelajaran, di antaranya:

⑴ Hendaknya seorang murid bertanya kepada guru, apa yang belum mereka pahami.

⑵ Hendaknya seorang murid juga bersemangat untuk mendapatkan faedah-faedah serta pelajaran-pelajaran yang bermanfaat dari guru-gurunya.

(( قَالَ شَعَرَاتٌ مُجْتَمِعَاتٌ))

Ia menjawab, “Kumpulan rambut-rambut.”

Maksudnya adalah rambut yang berkumpul pada satu tempat mungkin disekeliling cap atau di atasnya (Wallāhu A’lam).

Jangan disalah artikan bahwa cap kenabian tersebut hanya berupa rambut-rambut yang berkumpul pada satu tempat, akan tetapi hadīts ini adalah hadīts yang menyebutkan sifat tambahan bagi pelajaran yang telah lalu yang menyatakan bahwa cap kenabian adalah sebuah kelenjar atau potongan daging yang berwarna merah seukuran dengan telur burung merpati.

Sehingga hadīts ini tidak bertentangan dengan hadīts-hadīts yang lainnya atau yang telah lalu.

Wallāhu Ta’āla Bishawāb.

Semoga bermanfaat.
🖋 Akhukum Fillāh, Ratno
Di kantor Bimbingan Islām Yogyakarta

 

 

 

________
🏦 Salurkan Donasi Dakwah Terbaik Anda melalui :

| BNI Syariah
| Kode Bank (427)
| Nomor Rekening : 8145.9999.50
| a.n Yayasan Bimbingan Islam
| Konfirmasi ke Nomor : 0878-8145-8000

📝 Format Donasi : DonasiDakwahBIAS#Nama#Nominal#Tanggal

______

KITAB SYAMAIL MUHAMMADIYAH HADITS 4

🌍 BimbinganIslam.com
Selasa, 8 Muharram 1440 H / 18 September 2018 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamail Muhammadiyah
🔊 Halaqah 05 | Hadits 4
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-05
〰〰〰〰〰〰〰

KITAB SYAMAIL MUHAMMADIYAH, HADITS 4
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat Bimbingan Islam yang semoga selalu dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, pada pertemuan kelima ini, kita akan membaca hadits keempat yang dibawakan oleh Imam At Tirmidzi dalam kitab Asy Syamail Al Muhammadiyyah. Beliau berkata :

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ :«مَا رَأَيْتُ مِنْ ذِي لِمَّةٍ فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ، لَهُ شَعْرٌ يَضْرِبُ مَنْكِبَيْهِ، بَعِيدُ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ، لَمْ يَكُنْ بِالْقَصِيرِ وَلَا بِالطَّوِيلِ»

(Imam At Tirmidzi membawakan hadist ini lengkap dengan jalur periwayatannya hingga Al Barak bin ‘Azib radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata:)

“Aku tidak pernah melihat seorang pemilik limmah (rambut yang melebihi daun telinga, baik sampai pundak ataupun tidak) yang lebih indah untuk dipandang dari pada Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam saat memakai (hullah) pakaian berwarna merah. Beliau juga memiliki rambut yang panjangnya hingga pundak, dengan postur tubuh yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek.”

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dengan nomer 3549, Muslim 2337, dan Imam At Tirmidzi sendiri dalam Jami’ At Tirmidzi dengan no 1724.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadist ini adalah :

1. Bahwasannya Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam memiliki rambut yang panjangnnya hingga daun telinga dan Beliau juga memiliki rambut yang panjangnya hingga pundak Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

2. Adapun tentang tinggi, pakaian merah yang beliau kenakan dan juga keindahan saat melihat beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam telah lalu penyebutannya.

Demikian pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat.

Akhukum fillah
Ratno
Dikantor Bimbingan Islam Yogyakarta

___
🏦 Donasi Dakwah BIAS dapat disalurkan melalui :
🎗 Bank Mandiri Syariah
🥇 Kode Bank : 451
💳 No. Rek : 710-3000-507
🏬 A.N : YPWA Bimbingan Islam

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer Hanya via WhatsApp ke: 0878-8145-8000

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ Format Donasi : DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal

📝 Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda…

KITAB SYAMĀIL MUHAMMADIYAH HADITS 3

🌍 BimbinganIslam.com
Senin, 7 Muharram 1440 H / 17 September 2018 M
👤 Ustadz Ratno, Lc
📗 Kitab Syamāil Muhammadiyah
🔊 Halaqah 04 | Hadits 3
⬇ Download audio: bit.ly/SyamailMuhammadiyah-04
〰〰〰〰〰〰〰

KITAB SYAMĀIL MUHAMMADIYAH, HADITS 3
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الْخَلْقَ وَالْأَخْلَاقَ وَالْأَرْزَاقَ وَالْأَفْعَالَ، وَلَهُ الشُّكْرُ عَلَى إِسْبَاغِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ بِالْإِفْضَالِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّهِ وَرَسُولِهِ الْمُخْتَصِّ بِحُسْنِ الشَّمَائِلِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْمَوْصُوفِينَ بِالْفَوَاضِلِ وَالْفَضَائِلِ، وَعَلَى أَتْبَاعِهِ الْعُلَمَاءِ الْعَامِلِينَ بِمَا ثَبَتَ عَنْهُ بِالدَّلَائِلِ. أما بعد

Sahabat Bimbingan Islam yang semoga selalu dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, pada pertemuan keempat ini, kita akan membaca hadits ketiga yang dibawakan oleh Imam At Tirmidzi rahimahullāh dalam kitab Asy Syamāil Al Muhammadiyyah. Beliau berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ: سَمِعْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ يَقُولُ: «كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مَرْبُوعًا بَعِيدَ مَا بَيْنَ الْمَنْكِبَيْنِ، عَظِيمَ الْجُمَّةِ إِلَى شَحْمَةِ أُذُنَيْهِ، عَلَيْهِ حُلَّةٌ حَمْرَاءُ، مَا رَأَيْتُ شَيْئًا قَطُّ أَحْسَنَ مِنْهُ»

“(Imam At Tirmidzi rahimahullāh membawakan hadist ini lengkap dengan jalur periwayatannya hingga Al Barak bin ‘Azib radhiyallāhu ‘anhu, beliau berkata:)

“Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah seorang yang memiliki tinggi ideal, memiliki dada yang bidang dengan pundak yang saling berjauhan. Sebagaian besar rambut Beliau panjangnya hingga daun telinga. Saat itu Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam memakai pakaian dari Yaman yang berwarna merah dan aku tidak pernah melihat apapun yang lebih indah dari pada Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika memakai pakaian tersebut.”

Hadist ini diriwayatkan oleh imam Al Bukhari dengan no 3551 dan Imam Muslim 2337.

Pelajaran yang bisa kita ambil dari hadist ini adalah :

1. Bahwasannya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah seorang yang memiliki dada yang bidang, dalam hadist diibaratkan dengan kedua bahu yang saling berjauhan.

2. Rambut beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam cukup panjang. Sebagian besar hingga daun telinga dan ada yang sampai dipundak sebagaimana yang terdapat dalam beberapa hadist lainnya.

3. Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah memakai pakaian (hullah) yang berwarna merah.

Memakai pakaian yang berwarna merah merupakan salah satu hal yang diperbincangkan oleh para ulama, ada perbedaan pendapat pada permasalahan ini. Dalam Fathul Bari disebutkan hingga 8 pendapat.

Sebagian ulama yang berpendapat bolehnya memakai pakaian berwarna merah berdalil dengan hadist ini. Dan untuk pembahasan lebih detailnya bisa merujuk ke kitab-kitab fiqih yang telah membahas permasalahan ini.

4. Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah seorang yang sangat indah untuk dipandang, melebihi keindahan rembulan dan juga matahari serta pemandangan-pemandangan indah lainnya. Oleh sebab itu perawi memakai kata: “Aku tidak pernah melihat apapun yang lebih indah darinya,” bukan mengatakan: “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih indah darinya.”

Demikian pembahsan hadits yang ketiga kita kali ini, semoga bermanfaat

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت نستغفرك وأتوب إليك
Akhukum fillah,
Ratno
Dikantor Bimbingan Islam Yogyakarta
_______
🏦 Donasi Dakwah BIAS dapat disalurkan melalui :
🎗 Bank Mandiri Syariah
🥇 Kode Bank : 451
💳 No. Rek : 710-3000-507
🏬 A.N : YPWA Bimbingan Islam

📲 Pendaftaran Donatur Tetap & Konfirmasi Transfer Hanya via WhatsApp ke: 0878-8145-8000

SWIFT CODE : BSMDIDJA (Luar Negeri)

▪ Format Donasi : DONASIDAKWAHBIAS#Nama#Nominal#Tanggal

📝 Cantumkan Kode 700 di akhir nominal transfer anda…