Tag Archives: at taubah 92

Tujuh Lelaki Yang Menangis

” Tujuh Lelaki Yang Menangis..”

وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوا۟ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا۟ مَا يُنفِقُونَ
” Dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.” (QS. At-Taubah : 92)
Dari segaris dengan sudut Yamani renungan ini ditulis, berkenaan dengan 7 lelaki Anshor yang menangis bercucuran air mata, mereka kembali kerumah dengan tertunduk dan terus menangisi nasib mereka, tetapi bukan karena dosa dan kesalahan yang mereka lakukan.
Tangisan itu karena mereka tak bisa ikut berperang dari lantaran kemiskinan dan tak memiliki kendaraan buat berperang, tatkala menghadap kepada Nabi saw, ternyata beliau juga tak memiliki kendaraan buat mengikutsertakan mereka, mereka menangis sejadi-jadinya, mereka dilanda kesedihan yang dalam, mereka ingin ‘bersedekah’ jiwa demi menggapai ridho Allah tapi tak mendapatkan jalannya.
Tujuh lelaki Anshor ini teramat istimewa, hingga perihal mereka diceritakan Allah dalam firmanNya, saat orang2 takut menyertai Nabi saw berjuang dijalan Allah, mereka justru menangis karena tak bisa menemani Nabi saw dalam perjuangannya di medan perang.
Begitulah mereka yang ‘percaya’ dengan janji Allah hingga ke dalam hati, tidak ada keraguan sedikitpun buat mendedikasikan hidupnya demi perjuangan agama Allah, mereka yaqin sepenuh hati, bahwa Allah tak pernah ingkar janji.
Tangisan mereka bukan demi urusan dunia, tangisan mereka disebabkan ingin berjuang dijalan Allah tetapi dibatasi dengan keadaan, tengoklah diri kita saat ini, sungguh banyak yang bisa dilakukan buat agamaNya, sungguh boleh jadi teramat banyak peluang untuk meraih syurgaNya, tetapi mengapa tak segera berani buat mengeksekusinya ?.
7 lelaki Anshor yang diceritakan pada ayat diatas semoga menjadi teladan, betapa tampak jelas makna sebuah keimanan kepada Allah dan RosulNya.
Dari segaris lurus sudut Yamani, berharap tulisan ini menggugah hati agar lebih berani, karena manakala Allah memberikan keridhoanNya dalam hidup ini, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya.
Tangisan 7 lelaki Anshor diabadikan dalam lembar sejarah Islam, lalu mana tangisan kita demi memperjuangkan ‘kalimat2’ Allah?.
Wallahu A’lam Bisshowab.
Ahad, 21 Des 2014
* Menanti Iqomah Shubuh di Pelataran Ka’bah.
Copas dari Ust Syarif Matnadjih