Tag Archives: Khawarij

Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 8 – Halaqah 71 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib Bag 03

Halaqah 71 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib Bag 03

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى
 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-71 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

فأينما لقيتموهم فاقتلوهم

Kemudian Nabi ﷺ telah mensifati orang² khawarij ini disifati oleh beliau pemuda & kebanyakan orang² khawarij kita lihat rata² pemuda (20, 18, 25 tahun) adapun yang sudah tua jarang,

شفهاء الأحلام،

Dan orang² yang sangat dangkal akal mereka,

Kurang ilmu, kurang akal, akhirnya terkena subhat mudah sekali mereka terkena subhat, meskipun demikian lihat bagaimana Nabi ﷺ mengancam orang² tersebut,

فأينما لقيتموهم فاقتلوهم

Dimana saja kalian bertemu dengan mereka maka hendaklah kalian bunuh mereka.

Dimana saja kalian bertemu dengan mereka kalian bunuh mereka dan maksud beliau – فاقتلوهم – hendaklah kalian bunuh mereka , disini adalah imam kaum muslimin bersama kaum muslimin yang lainnya, hendaklah kalian bunuh mereka maksudnya wahai imamnya kaum muslimin/pemimpinnya kaum muslimin dengan pasukannya oleh karenanya Ali bin Abi Tholib melaksanakan hadits Nabi ﷺ ini, karena keluar kaum khawarij ini dizaman beliau, kaum Khawarij ini mengkafirkan Ali bin Abi Tholib, mengkafirkan Muawiyyah dengan alasan bahwasanya Ali bin Abi Thalib & Muawiyyah tidak berhukum dengan hukum Allāh, berhukum dengan hukum manusia karena mereka mewakilkan didalam musyawarah orang lain, ini mewakilkan A & yang lain mewakilkan B, orang2 khawarij menganggap ini adalah bagian dari berhukum dengan selain hukum Allāh kemudian mereka membacakan ayat,

۞ وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

[QS Al Maidah 44]

Orang yang tidak berhukum dengan hukum Allāh maka dia adalah orang² yang kafir.

Sehingga tidak ragu mereka mengkafirkan Ali & juga mengkafirkan Muawiyyah bin Abi Sufyan & setiap orang yang setuju dengan musyawarah tadi maka dia keluar dari agama Islām itu menurut orang² khawarij.

Maka kalian wahai imam kaum muslimin/pemerintah kaum muslimin kalau mendapatkan unsur golongan ini ditengah² kalian maka bunuhlah mereka, ini perintah Nabi kepada pemerintah kaum muslimin & juga kaum muslimin.

Ini menunjukkan bahwasanya peperangan tadi bukan secara sendiri² bukan secara individu tetapi yang melakukan Ini adalah pemerintah & juga penguasa & orang² mereka perintahkan.

Seandainya didekat rumah² kita ada orang khawarij maka tidak boleh Kita membunuhnya secara pribadi dengan alasan dia adalah orang khawarij & Nabi mengatakan dimanapun kalian bertemu dengan mereka maka hendaklah kalian bunuh mereka (Tidak), ini maksudnya adalah yang melakukan pemerintah & juga penguasa karena kalau tidak demikian akan terjadi kekacauan, mungkin saja orang membunuh dengan alasan orang khawarij (ingin memberontak kepada penguasa) padahal yang terjadi urusan pribadi kemudian dikatakan Ini adalah urusan karena dia adalah khawarij.

Oleh karenanya yang berhak membunuh adalah pemerintah & penguasa atau kita diperintahkan oleh penguasa dalam peperangan & diperintahkan memerangi mereka/membunuh mereka maka tidak mengapa hal yang demikian.

Shahidnya disini Nabi ﷺ sampai menyuruh kita untuk membunuh orang2 khawarij adakah ini pada orang yang melakukan riba? Jika kamu bertemu orang yang melakukan riba bunuh? (Tidak ada haditsnya), kalau engkau bertemu dengan orang yang berdusta bunuh dia? (Tidak). Tapi disini ketika beliau berbicara tentang orang² khawarij sampai beliau menyuruh kita untuk membunuh mereka yaitu bersama pemerintah & juga penguasa kaum muslimin, maka ini menunjukan bahaya bidah, bahaya bidah khawarij khususnya disini sampai Nabi ﷺ menyuruh kita untuk membunuh mereka padahal dalam maksiat biasa & dosa² besar yang biasa tidak sampai kepada kita diperintah untuk membunuh mereka, menunjukan bahwasanya bidah ini lebih dahsyat daripada dosa² besar karena Nabi ﷺ sampai menyuruh kita untuk membunuh orang² khawarij.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampaibertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 8 – Halaqah 70 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib Bag 02

Halaqah 70 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib Bag 02

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu meskipun beliau diperangi & dikafirkan oleh orang² Khawarij maka tidak menjadikan pengkafiran mereka ini kemudian membalas dengan pengkafiran juga & ini adalah inshafnya Ahli Sunnah jamaah maka orang yang mengkafirkan mereka tapi mereka tidak dengan mudah mengkafirkan orang lain, sangat berhati² sama dengan masalah Tasfir, tasfi, tabdi’ ini adalah masalah hukum syar’i bukan masalah balas membalas, kalau dia mengkafirkan kita berarti kita mengkafirkan dia Tidak, ini kita akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allāh atas hukum yang telah kita terapkan.

Ucapan beliau tadi,

يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية

Apa maksudnya kalau itu bukan pengkafiran, maksudnya adalah menjauh dari tuntunan Islām. Tuntunan Islām tidak boleh kita mengkafirkan pelaku dosa besar.

Tuntunan Islām tidak boleh seseorang memberontak kepada pemerintah & juga penguasanya, tapi apa yang dijelaskan orang² Khawarij mereka justru mengkafirkan pelaku dosa besar mereka justru memberontak kepada pemerintah yang sah, sehingga berarti mereka menjauhi tuntunan islām itu sendiri, bahkan sangat jauh dari tuntunan Islām,

كما يمرق السهم من الرمية

Sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya

Kalau ini adalah sasaran (seekor rusa misalnya) kemudian dia dipanah oleh seseorang kemudian keluar dari arah yang berbeda masuk dari perut bagian kiri keluar perut bagian kanan itu adalah permisalan bagi orang yang meninggalkan ajaran Islām. Bagaimana anak panah yang masuk dari perut bagian kiri & bisa keluar dari bagian kanan karena saking cepatnya / kerasnya dia adalah anak pajah yang tajam dilepaskan oleh yang memiliki dengan tepat kemudian bisa cepat sehingga dia bisa keluar dari perut bagian kanan ini menunjukan tentang cepatnya dia meninggalkan buruannya atau sasaran tadi.

Oleh karenanya sifat orang² Khawarij cepat nya mereka meninggalkan ajaran Islām aqidah yang mereka miliki memberontak kepada pemerintah yang sah kemudian mereka juga mengkafirkan pelaku dosa besar,

Dengan dua bidah ini mereka menjauh dari agama Islām menjauh dari ajaran Islām dengan kecepatan yang sangat cepat sebagaimana cepatnya anak panah tadi yang saking cepatnya dia bisa menembus perut sasaran, berbeda dengan anak panah yang pelan² maka dia menancap saja atau seandainya dia tembus ke bagian kanan tetapi dia diperut tersebut tidak sampai keluar dari perutnya, namun yang perlu kita sampaikan ada ulama yang sampai mengkafirkan mereka ini menunjukan tentang bahayanya bidah orang² Khawarij & orang² Khawarij adalah orang² yang terkumpul didalemnya ushul/pokok² mereka,

pokok-pook itu adalah:
❶ Mengkafirkan pelaku Dosa Besar.
❷ Memberontak kepada penguasa yang sah.

Ini diantara ciri orang² khawarij, kalau sampai terkumpul didalam dirinya dua ini maka dikhawatirkan dia termasuk seorang Khawarij.

~Kalau hanya sekedar mengkafirkan , apakah bisa dinamakan dia seorang Khawarij, ada orang yang mengkafirkan kita (misalnya) apakah dengan demikian dia adalah seorang Khawarij? Belum tentu karena mungkin dia mengkafirkan kita dari sisi yang lain bukan mengkafirkan kita dengan sebab kita melakukan dosa besar, mengkafirkan karena tidak membaiat Imamnya (misalnya) apakah kemudian kita katakan dia khawarij? Tidak, karena sebagian menyangka setiap orang yang mengkafirkan berarti dia khawarij, kalau Faedahnya demikian semua aliran adalah Khawarij karena rata² mereka adalah mengkafirkan orang yang bersebrangan dengan dirinya, Qodariah mengkafirkan Jabriah, Jabriah mengkafirkan Qodariah, Murjiah mengkafirkan Khawarij, Khawarij mengkafirkan Murjiah rata² demikian sehingga tidak bisa kita katakan bahwa setiap orang yang mengkafirkan berarti dia khawarij kemudian menamakan jamaah tadi jamaah khawarij (hati²) jangan sembarangan kita mengungkapkan atau mengatakan ini bahwasannya orang² khawarij.

Kemudian kita lihat sebab dia mengkafirkan .

~Kemudian yang kedua dia memberontak kepada penguasa, kalau hanya sekedar dia mengkafirkan saja tetapi tidak memberontak kepada penguasa maka ini tidak bisa dinamakan juga sebagai orang yang khawarij. Harus terkumpul didalamnya 2 makna ini, jika dia mengkafirkan pelaku dosa besar & dia tidak memberontak kepada penguasa maka tidak bisa kita namakan sebagai orang khawarij, tetapi kalau ditambah dia mengkafirkan penguasanya ketika dia melihat penguasa kita tahu bahwasanya terkadang orang yang memiliki jabatan mudah sekali dia melakukan dosa besar sehingga ketika orang khawarij melihat pemerintah & juga penguasa melakukan dosa besar akhirnya sesuai dengan kaidah dia mengkafirkan pemerintah tadi. Kalau dia kafir maka diperbolehkan untuk memberontak kepada beliau.

Ini hubungan antara pengkafiran terhadap pelaku dosa besar dengan memberontak kepada penguasa, kenapa mereka memberontak kepada penguasa, menganggap penguasanya dosa besar, jika penguasa melakukan dosa besar (berzina, Riba dst) maka dia telah keluar dari agama Islām kalau keluar dari agama Islām maka harus diganti dengan orang Islām & harus memberontak kepadanya ini adalah pemikiran orang² Khawarij.

Kalau tidak demikian maka jangan jangan mudah mengatakan itu adalah orang khawarij.

Dia memberontak kepada penguasa tapi niat memberontaknya bukan karena mengkafirkan penguasa tadi dia memberontak karena ingin mendapatkan uangnya, kalau ditanya apakah raja yang sebelumnya itu sebelumnya muslim – muslim, tapi dia memberontak untuk mendapatkan jabatan-kekuasaan dst apakah dia dinamakan Khawarij, Tidak dinamakan sebagai khawarij, tapi dia melakukan dosa karena memberontak kepada penguasa yang sah.

Oleh karenanya tidak dikatakan setiap yang memberontak kemudian dikatakan khawarij, apa sebab dia memberontak adalah meyakinkan penguasa nya melakukan dosa besar & orang yang melakukan dosa besar berarti dia telah keluar dari agama Islām barulah ini merupakan ciri² orang Khawarij.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهPost navigation

Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām Bab 8- Halaqah 69 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib

Halaqah 69 | Pembahasan Dalil Keempat Hadits Shahih Riwayat Ali Bin Abi Thalib

Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A حفظه لله تعالى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Halaqah yang ke-69 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Fadhlul Islām yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahāb rahimahullāh.

Belia mendatangkan sabda Nabi ﷺ

وفي الصحيح

Didalam sebuah hadits yang shahih & dia adalah hadits yang diriwayatkan Bukhari & juga Muslim

أنه ﷺ قال في الخوارج:

Nabi ﷺ mengatakan tentang orang² khawarij.

Beliau sedang mensifati orang² khawarij didalam sebuah hadits yang shahih, apa yang beliau sampaikan didalam hadits tersebut

“أينما لقيتموهم فاقتلوهم

Dimana saja kalian bertemu dengan orang² Khawarij tadi maka hendaklah kalian bunuh mereka, hadits Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu

يأتي في آخِر الزمان قوم حُدثاء الأسنان، سُفهاء الأحلام، يقولون من خير قول البرية،

Akan datang di akhir zaman sebuah kaum yang mereka masih muda tetapi akalnya adalah akal yang sangat kurang,

Ada yang mengatakan

Bahwa ucapan sebaik² manusia disini adalah ucapan Rasulullāh ﷺ & ada yang mengatakan al Quran karena disebutkan didalam sejarah bahwasanya orang² khawarij mereka ini adalah orang² yang sangat kencang ibadahnya malam mereka shalat malam & siang mereka membaca al Quran

يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرَّميَّة،

Ternyata Nabi ﷺ menyebutkan kabar yang sangat mencengangkan/mengagetkan ternyata orang² tadi adalah

– يمرقون من الإسلام –

mereka akan Yamruq (keluar menjauh) dari agama Islām, mereka akan keluar menjauh dari agama Islām sebagaimana keluarnya anak panah dari sasaran,

sebagaimana melesatnya anak panah dari sasarannya, yang dimaksud dengan ramiyat adalah sasaran

يمرقون من الإسلام

Maksudnya adalah menjauh dari ajaran agama Islām, jadi bukan maksudnya adalah kemudian dia kafir keluar dari agama Islām & memang sebagian ulama ada yang berdalil dengan hadits ini, bahwasanya orang² khawarij ini keluar dari agama Islām berdalil dengan beberapa hadits diantaranya adalah ucapan Nabi ﷺ

يمرقون من الإسلام

Mereka keluar dari Islām sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya & Allāhualam meskipun ini adalah pendapat sebagian ulama namun pendapat yang lebih shahih bahwasanya mereka ini tidak keluar dari agama Islām, jadi orang² Khawarij mereka adalah muslimun tidak keluar dari agama Islām, oleh karena itu Ali bin Abi Thalib & beliau yang meriwayatkan hadits ini ketika beliau ditanya, apakah mereka adalah orang² yang kafir,

Ini Ali bin Abi Thalib beliau yang meriwayatkan hadits ini & beliau yang memerangi orang² Khawarij sendiri & bersama orang² beliau & beliau meriwayatkan hadits tentang – لقيتموهم فاقتلوهم –

Kemudian yang ketiga beliau dikafirkan oleh orang² khawarij meskipun di kafirkan bahkan di halalkan darahnya bahkan terakhir beliau dibunuh orang² Khawarij tapi beliau mengatakan – من الكفر فروا –

Kekufuran mereka ini lari disebutkan didalam Musanaf Abdul Razaq & juga didalam Musanaf Ibnu Saibah

Ketika Ali bin abi thalib memerangi dan membunuh orang-orang Haruriyah
haruriyyah adalah nama lain dari Khawarij, dinamakan dengan Harutiyyah karena mereka kumpul disebuah daerah namanya Haruri,

Ketika beliau membunuh orang² Haruriyyah dalam peperangan Nahrawan peperangan yang besar terbunuh disana orang² khawarij dalam jumlah yang banyak, beliau ditanya siapakah orang orang ini wahai amirul mukminin, apakah mereka adalah orang² yang Kafir?

قال؛ من الكفر فروا

Mereka ini adalah orang yang sedang lari dari kekafiran.

Artinya mereka bukan orang yang kafir tapi justru mereka adalah orang yang takut dengan kekafiran sehingga mereka lari kencang meninggalkan kekafiran tadi tapi kebablasan sampai mereka menganggap sesuatu yang tidak mengkafirkan dianggap itu adalah mengkafirkan yaitu orang yang melakukan dosa besar berarti dia Keluar dari agama Islām, itu ucapan orang² khawarij.

Jadi mereka secara niat ingin keluar & ingin berjauh dari kekufuran. Jadi Ali bin Abi Thalib radiallahu anhu dengan jawaban ini

من الكفر فروا

Ingin memberikan penjelasan kepada kita bahwasanya beliau tidak menghukumi orang² Khawarij tersebut sebagai orang yang kafir, beliau membunuh/memerangi mereka tapi bukan karena mereka kafir karena menjalankan sabda Nabi ﷺ (yang disebutkan hadits tadi)

Kemudian ada yang mengatakan apakah mereka adalah orang Munafik, kalau bukan orang yang kafir, apakah mereka adalah orang² Munafiq?

Ali Mengatakan sesungguhnya orang² munafiq tidak mengingat Allāh kecuali sedikit.
Sedangkan mereka ini (orang² Khawarij) yang dibunuh/diperangi mereka ini banyak mengingat Allāh, tasbih, tahlil, tasmid membaca al Quran dst. Berarti dinamakan Munafiq juga bukan dinamakan kafir juga bukan, berarti mereka muslimun / mereka adalah orang² Islām

Lalu kenapa mereka demikian?
Mereka ini adalah sebuah kaum yang tertimpa fitnah subhat yang menjadikan mereka buta/tuli.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته