Tag Archives: Silsilah Mengenal Allāh

Mengenal Allāh Dengan Makhluk-makhlukNya

Selasa, 13 Jumadāl Akhir 1437 H / 22 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqoh 9 | Mengenal Allāh Dengan Makhluk-makhlukNya
▶ Download Audio: bit.ly/BiAS04-AR-S02-09
➖➖➖➖➖➖➖

MENGENAL ALLĀH DENGAN MAKHLUK-MAKHLUKNYA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين
Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah “Mengenal Allāh Dengan Makhluk-Nya”.
——————————————————–
Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia yang berakal memikirkan makhluk-makhluk tersebut, sehingga mereka bisa mengenal Dzat yang telah menciptakan mereka.
◆ Besarnya makhluk dan luasnya (seperti langit yang tujuh & bumi, kursi Allāh & ‘Arsy-Nya) menunjukkan tentang kebesaran Allāh.
◆ Keteraturan gerakan & perjalanan (seperti perjalanan matahari & bulan) menunjukkan kekuasaan dan pengawasan Allāh yang tidak pernah berhenti.
◆ Kejelian dalam penciptaan menunjukkan hikmah-Nya dan keluasan ilmu-Nya.
⇒ Manfaat yang ada di dalam ciptaan tersebut menunjukkan:
 
✓Rahmat yang luas.
✓Karunia yang meliputi segala sesuatu.
 
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (١٩٠)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيامًا وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (١٩١)

“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit & bumi dan pergantian siang & malam ada tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang mengingat Allāh, baik dalam keadaan berdiri, duduk & berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.
Wahai Rabb kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan bathil (sia-sia). Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka.”
(QS Āli ‘Imrān: 190-191)
 
Hendaknya seorang Muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Allāh supaya dia:
 
Semakin mengenal Allāh penciptanya.
Semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat Allāh.
Merasa takut dengan adzab-Nya.
Semakin dekat dengan Allāh.
Semakin meng-Esakan Dia di dalam beribadah.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini.
Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy,
Di Kabupaten Pandeglang
✒ Ditranskrip Oleh Tim Transkrip BiAS
____________________________
 Mengenal Allāh Dengan Makhluk-makhlukNya

 

Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Quraisy

Kamis, 08 Jumādal Akhir 1437 H / 17 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 8 | Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Quraisy
Download Audio: bit.ly/BiAS04-AR-S02-08
➖➖➖➖➖➖➖
CONTOH KESYIRIKAN ORANG-ORANG MUSYRIKIN QURAISY
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله
Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah tentang “Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Quraisy”.
Diantara bentuk kesyirikan mereka adalah:
Berdo’a dan bertaqarrub kepada orang-orang shālih yang sudah meninggal.
Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dengan tujuan supaya:
            ⑴ Mendapatkan syafa’at orang-orang shālih tersebut disisi Allāh.
            ⑵ Mencari kedekatan kepada Allāh.
Allāh sendiri telah menceritakan keyakinan mereka ini di dalam Al Qurān dan Allāh mengingkarinya.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah kepada selain Allāh, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberi manfaat.
Dan mereka berkata, ‘Mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami disisi Allāh.’
Katakanlah: ‘Apakah kalian akan mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi?’
Maha Suci Allāh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan.”
(QS Yūnus :18)
 
⇒ Dalam ayat ini Allāh menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Allāh.
 
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla juga berfirman :

 أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ketahuilah bahwa milik Allāh-lah agama yang tulus.
Dan orang-orang yang menjadikan selain Allāh sekutu, (mereka mengatakan) ‘Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh.’
Sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang mereka perselisihkan.
Sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar.”
(QS Az Zumar: 3)
 
⇒ Ayat ini menunjukan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang shālih tersebut adalah supaya mereka mendekatkan penyembahnya kepada Allāh.
Dan cara meraih syafa’at di hari kiamat bukanlah demikian.
 
◆ Cara meraih syafa’at di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan.
◆ Dan cara dekat dengan Allāh adalah mendekatkan diri kepadaNya dengan iman dan amal shālih, yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana orang-orang shālih tersebut melakukannya.
Tidak boleh seseorang menyamakan Allāh dengan seorang kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya.
Tidak boleh seseorang menyerupakan Allāh dengan siapapun karena Allāh Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.
Sedangkan seorang kepala negara, maka dia adalah makhluq yang lemah, tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.
Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy,
Di Kabupaten Pandeglang
orang musyrikin quraisy

Pengertian Ibadah Dan Macam-Macamnya

Selasa, 06 Jumadal Akhir 1437 H /  15 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 7 | Pengertian Ibadah Dan Macam-Macamnya
⬇ Download Audio: bit.ly/BiAS04-AR-S02-07
➖➖➖➖➖➖➖
PENGERTIAN IBADAH DAN MACAM-MACAMNYA 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin.
Seseorang bisa mengetahui sesuatu dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan beberapa cara, di antaranya :
⑴ APABILA SESUATU TERSEBUT DIPERINTAHKAN OLEH ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA
 
Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah, karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allāh cintai.
Termasuk di antaranya:
⑵ APABILA ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA DIKETAHUI MEMUJI PELAKUNYA
 
Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
⑶ DOA ADALAH IBADAH KARENA ALLĀH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA MEMERINTAHKAN.

ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Berdo’alah kalian kepadaKU niscaya Aku akan mengabulkan.”
(QS Ghāfir: 60)
 
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts :

الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.”
(HR Abū Dāwūd no. 1479, At-Tirmidzi no. 2969, Ibnu Mājah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari shahābat Nu’man bin Basyīr)
 
Dengan demikian syirik hukumnya (apabila) berdo’a kepada selain Allāh, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang yang shalih dan lain-lain.
⑷ MENYEMBELIH ADALAH IBADAH
 
Allāh berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Hendaklah engkau shalat untuk Rabb-mu dan juga menyembelih untuk Rabb-mu.”
(QS Al-Kautsar: 2 )
 
Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allāh.”
(HR Muslim 1978, dari shahābat ‘Ali radhiyallāhu ‘anhu)
 
Dengan demikian termasuk syirik hukumnya (apabila) seseorang menyembelih untuk jin, atau untuk syaikh atau untuk yang lain, selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
⇒ Seperti bernadzar, ber-istighatsah***, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, maka semua ini termasuk jenis-jenis ibadah.
 
Tidak boleh sekali-kali seorang Muslim menyerahkan salah satu dari ibadah-ibadah tersebut kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.
 
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Saudaramu, ‘Abdullāh Roy
ibadah

***

Dan termasuk jenis do’a adalah:
• ⑴ Istighātsah (meminta dilepaskan dari kesusahan)

• ⑵ Isti’ādzah (meminta perlindungan)

• ⑶ Isti’ānah (meminta pertolongan)

Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki dan juga Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang Ke Dalam Agama Islam

Kamis, 01 Jumadal Akhir 1437 H / 10 Maret 2016 M
Silsilah Mengenal Allāh Ta’āla
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Halaqah 6 | Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta Tidaklah Cukup Untuk Memasukkan Seseorang Ke Dalam Agama Islam
⬇ Download Audio: http://bit.ly/BiAS04-AR-S2-06
————————————

KEYAKINAN ALLĀH SEBAGAI PENCIPTA, PEMBERI RIZKI & JUGA PENGATUR ALAM SEMESTA TIDAKLAH CUKUP UNTUK MEMASUKKAN SESEORANG KE DALAM AGAMA ISLAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Mengenal Allāh adalah bahwasanya “Keyakinan Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.”

Kaum muslimin meyakini bahwasanya Allāh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai meyakini yang demikian itu.

Namun ini tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.

Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang yang Muslim dengan orang yang kāfir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan di dalam Al-Qurān :

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Allāh menceritakan tentang ucapan iblis.

“Allāh berkata (kepada iblis): “Apa yang mencegahmu untuk sujud (kepada Ādam) ketika Aku memerintahkan kepadamu?”

Iblis mengatakan: “Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah.””

(QS Al-A’rāf: 12)

Iblis mengenal bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan dia.

Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:

“Siapa yang menciptakan?
“Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka?”
“Siapa yang mengatur alam semesta ini?”

Mereka mengatakan: “Allah”.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ

“Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka ‘Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?’, niscaya mereka mengatakan ‘Allāh’.”
(QS Az-Zumār: 38)

 

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian itu, akan tetapi Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam memerangi mereka.

Kenapa demikian?

Karena mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) tidak mentauhidkan Allāh, tidak mengEsakan Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Oleh karena itu, disini seorang Muslim perlu dia mengetahui “Apa Pengertian Ibadah Dan Macam-macamnya” sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Allāh.
Dan apakah yang dimaksud ibadah?

In syā Allāh akan kita bahas pada halaqah selanjutnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan.

وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy

Allah sbg Pencipta

Mengenal Allāh Sebagai Satu Satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah

Kamis, 23 Jumadal Ūlā 1437H / 03 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 05 | Mengenal Allāh Sebagai Satu Satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah
⬇ Download Audio: http://bit.ly/BiAS04-S02-05
~~~~~~~

MENGENAL ALLĀH SEBAGAI SATU-SATUNYA DZAT YANG BERHAK UNTUK DISEMBAH

Allah satu-satunya
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Allāh berjudul “Mengenal Allāh Sebagai Satu-satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah.”

Apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka tuntutannya kita tidak boleh menyembah kecuali hanya kepada Allāh.

Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata.

Allāh berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(٢١)

الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

(٢٢)

“Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, siapa Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa? Itulah Rabb kalian.

Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan dari langit air.

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allāh sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui.”
(QS Al-Baqarah: 21-22)

 

Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla (menyembah kepada selain Allāh) sedangkan kalian tahu bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.

Selain Allāh tidak berhak untuk disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.

Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ

“Yang demikian itu karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dialah sesembahan yang haq yang memang berhak untuk disembah. Sedangkan apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil, yang tidak berhak untuk disembah.”(QS Luqmān: 30)

Apabila seseorang meyakini Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah selain Allāh atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka dia telah berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam ibadah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat:

“Ya Rasūlullāh, apa dosa yang paling besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan :

أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك

“Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla padahal Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan dirimu.”
(HR Imām Al-Bukhāri dan Imām Muslim, dari shahābat Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhumā).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

 

 

Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta

Selasa, 21 Jumadal Ūlā 1437 H / 01 Maret 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 04 | Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta
⬇ Download Audio: http://bit.ly/S02-H04
~~~~~~~~~~~~~~~

MENGENAL ALLĀH SEBAGAI PENGATUR ALAM SEMESTA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4; Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta.

Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang :

• Mengatur alam semesta ini.
• Mematikan makhluk & menghidupkan.
• Memuliakan makhluk & menghinakan.
• Mengganti siang menjadi malam, malam menjadi siang.
• Menerbitkan matahari & menenggelamkan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮَۖ …

“Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang mengatur seluruh perkara …”
(QS Yunus 3)

Tidak ada yang mengatur selain Allāh, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menerbitkan matahari dari timur. Dan siapa selain Allāh yang bisa menerbitkan matahari dari barat ?

Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām berkata kepada salah seorang, yang dia mengaku menjadi Tuhan selain Allāh, beliau berkata (dalam QS Al Baqarah : 258) ,

“Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menerbitkan matahari dari timur, maka silahkan engkau kalau engkau memang Tuhan, terbitkan matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.”

 

Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menjadikan siang. Dan siapa yang bisa mengganti siang menjadi malam selain Allāh ?

Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allāh dan tidak ada sesembahan selain Allāh yang membantu Allāh untuk mengatur alam semesta ini.

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rizki dan juga mengatur alam semesta, siapapun dia dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allāh.

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy

mengenal Allah sebagai Pengatur Alam

 

Mengenal Allāh Sebagai Pemberi Rezeki

Kamis, 16 Jumadal Ūlā 1437 H / 25 Februari 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 03 | Mengenal Allāh Sebagai Pemberi Rezeki
⬇ Download Audio: https://goo.gl/2T0HJp
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MENGENAL ALLĀH SEBAGAI PEMBERI REZEKI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين
Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Mengenal Allāh Subhānahu wa Ta’āla berjudul “Mengenal Allāh Sebagai Pemberi Rezeki”.
Di antara nama Allāh ‘Azza wa Jalla adalah Ar Razzāq yang artinya Yang Maha Memberi Rezeki.
✓Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan makhluk dan memberikan rezeki kepada mereka.
✓Bahkan Allāh ‘Azza wa Jalla telah menulis rezeki makhluk-Nya sebelum Allāh menciptakan mereka.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

قدر الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menentukan (telah menulis) takdir bagi makhluk-makhlukNya 50.000 tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.”
(HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)
Allāh Subhānahu wa Ta’āla menciptakan rezeki tersebut dan menyampaikannya kepada makhluk sesuai dengan waktu yang sudah Allāh tentukan sebelumnya.
Dan tidak akan meninggal seseorang sampai dia mendapatkan rezeki yang terakhir, meskipun rezeki tersebut ada di puncak gunung atau bahkan ada di bawah lautan.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا

“Tidak ada suatu binatang yang melata yang ada di permukaan bumi ini melainkan Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang akan memberikan rezekinya.”
(QS Hūd: 6)
Siapa sesembahan selain Allāh yang bisa melakukan yang demikian?
Adakah selain Allāh sesembahan yang bisa memberi makan sekali saja untuk seluruh makhluk yang ada di bumi ini mulai dari manusia, jin, hewan dan juga tumbuhan?
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

“Wahai manusia, hendaklah kalian mengingat nikmat Allāh atas kalian. Adakah yang mencipta selain Allāh, yang memberikan rizki kepada kalian dari langit maupun dari bumi? Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia. Oleh karena itu kenapa kalian dipalingkan?
(QS Fāthir: 3)
Itulah halaqah yang ke-3 dan sampai bertemu kembali pada halaqah yang selanjutnya.
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Saudaramu, ‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah An Nabawiyyah
✒️Ditranskrip oleh Tim Transkrip BiAS
____________________________
mengenal Allah sebagai pemberi rizki

Mengenal Allāh Sebagai Pencipta

Selasa, 14 Jumadal Ūlā 1437 H / 23 Februari 2016 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 02 | Mengenal Allāh Sebagai Pencipta
⬇ Download Audio | https://goo.gl/4jnyCD
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MENGENAL ALLĀH  SEBAGAI PENCIPTA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah kita yang berjudul Mengenal Allāh adalah “Mengenal Allāh Sebagai Pencipta”.

Allāh ‘Azza wa Jalla adalah Dzat Yang Maha Pencipta, menciptakan dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada.

Dialah Allāh yang telah menciptakan langit, bumi, manusia dan seluruh alam semesta.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ

“Itu adalah Allāh Rabb kalian yang telah menciptakan segala sesuatu.” (QS Ghāfir: 62)

Dialah Allāh Al-Khāliq Yang Maha Pencipta, sedangkan selain Allah adalah makhluq yang diciptakan. Mereka tidak bisa mencipta meskipun diagung-agungkan dan disembah oleh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ الله لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ.

“Wahai manusia, telah dibuat perumpamaan bagi kalian maka hendaklah kalian mendengarnya.

Sesungguhnya segala sesembahan yang kalian sembah selain Allāh, tidak akan bisa menciptakan seekor lalat, meskipun mereka bersatu padu untuk membuat seekor lalat tersebut.”

(QS Al-Hajj: 73)

⇒ Berkumpul saja mereka tidak mampu untuk mencipta, (lalu) bagaimana dengan sendirian?

⇒ Menciptakan seekor lalat yang sedemikian sederhananya susunan tubuhnya, mereka tidak mampu maka bagaimana mereka bisa menciptakan makhluq yang lebih rumit.

Seorang Muslim wajib hanya meyakini bahwasanya Allāh adalah satu-satunya Pencipta dan tidak ada yang mencipta selain Allāh .

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-2 ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

✒Ditranskrip oleh: Tim Transkrip BiAS
_______________________________

silsilah mengenal Allah

Silsilah Mengenal Allāh

Silsilah Mengenal Allāh

BimbinganIslam.com
Selasa, 19 Shafar 1437 H / 01 Desember 2015 M
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Mengenal Allāh
Halaqah 01 | Muqaddimah
⬇ Download Audio: https://goo.gl/iwVBFU
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MENGENAL ALLĀH

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang pertama dari Silsilah yang berjudul “Mengenal Allāh”.

 

Al-Imām Ahmad rahimahullāh telah mengeluarkan di dalam Musnad-nya sebuah hadits yang asalnya ada di dalam Shahīh Muslim, yang isinya bahwa:

◆ Setiap manusia apabila dikuburkan maka akan ditanya oleh 2 orang malaikat tentang 3 perkara :

⑴ Siapa Tuhanmu?
⑵ Siapa Nabimu? dan
⑶ Apa Agamamu?

 

Oleh karena itu kewajiban seorang Muslim dan juga Muslimah untuk mempersiapkan diri.

Dan perlu diketahui bahwasanya untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak cukup dengan menghafal.

Sebab seandainya menghafal itu cukup niscaya orang munafik bisa menjawab pertanyaan.

Tapi perkaranya di sini, kaum muslimin perlu pemahaman dan juga pengamalan.

 

◆ Barangsiapa yang di dunia, dia :

 

✓Mengenal Allāh dan memenuhi hakNya,
✓Mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan memenuhi haknya,
✓Mengenal agama Islam dan mengamalkan isinya,

Maka diharapkan dia bisa menjawab pertanyaan dengan baik dan mendapatkan kenikmatan di dalam kuburnya.

 

◆ Namun apabila dia :

 

✘ Tidak mengenal siapa Allāh dan tidak memenuhi hakNya,
✘ Tidak mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan juga tidak memenuhi haknya,
✘ Tidak atau kurang mengenal ajaran Islam dan tidak mengamalkannya,

Maka ditakutkan dia tidak bisa menjawab pertanyaan (dan) akibatnya siksa kubur yang akan dia dapatkan.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memudahkan kita, keluarga kita dan orang-orang yang kita cintai untuk bisa mengenal Allāh, mengenal Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan juga mengenal agamanya.

 

Itulah halaqah yang pertama dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

بِاللَّهِ التَّوْفِيْقِ وَ الْهِدَايَةِ
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ ووَبَرَكَاتُهُ

Saudaramu, ‘Abdullāh Roy

mengenal Allah - doadankajianislami