Tag Archives: SUDAHKAH BERZAKAT?

SUDAHKAH BERZAKAT? (Petunjuk Praktis 3-habis)

KTQS # 964

SUDAHKAH BERZAKAT?
(Petunjuk Praktis 3-habis)

> ZAKAT TIJARAH / PERDAGANGAN

Zakat ini dikeluarkan 2,5% dari setiap keuntungan yg didapat dari menjual barang tsb. Tidak ada haul dan nishob.

Misal : Pendapatan toko Rp. 2.000.000 hari, maka zakat tijarahnya 2,5% x Rp. 2.000.000 = Rp. 50.000, bisa dibayarkan sekaligus perminggu atau perbulan. Atau penjualan barang, dikeluarkan zakat tijarahnya 2,5% dari keuntungan barang tsb.

> ZAKAT PROFESI / PENGHASILAN

Ada dua pendapat tentang zakat ini, yg menyatakan tidak ada dan yg menyatakan ada, ini adalah ijtihad Syaikh Yusuf Qardhawi.

Misal :
Gaji/penghasilan sebulan = Rp 2.000.000, Jadi setahun = Rp 24.000.000

Maka ini tidak terkena kewajiban zakat, karena belum mencapai nishab emas 85 gram (kurang lebih Rp. 34 jt)

Atau

Gaji/penghasilan sebulan = Rp 5.000.000, Jadi setahun = Rp 60.000.000

Maka ini terkena kewajiban zakat, karena telah mencapai nishab emas 85 gram.

Keluarkanlah zakat gaji nya sebesar 2.5 % x Rp 60.000.000 = Rp 1.500.000,-

Atau jika sudah tetap penghasilannya, bisa dikeluarkan setiap bulan (2,5% X gaji/bln)

Atau setiap dapat penghasilan keluarkan zakatnya 2,5%.

INGAT ZAKAT ITU WAJIB, SAMA HALNYA DENGAN KEWAJIBAN SHALAT, KARENA ITU JANGAN LALAI & MENGANGGAP REMEH !!!

Catatan :
Jika zakat yg wajib ini sudah ditunaikan, namun masih ingin berbagi, maka harta yg dikeluarkan untuk berbagi tsb disebut dgn Sedekah/Infaq, dan tidak ada batasan jumlahnya dan waktunya, bebas saja sekehendak kita dan pahalanya sangat besar.

Hanya orang kikir yg hanya mengeluarkan zakat saja, karena hal itu sudah kewajibannya. Agar tak dianggap orang kikir oleh Allah, maka bersedekahlah, sebagai penambah kebaikan.

Salam !
———–

copas dari KTQS

SUDAHKAH BERZAKAT? (Petunjuk Praktis 2)

KTQS #963

SUDAHKAH BERZAKAT?
(Petunjuk Praktis 2)

> ZAKAT MAAL / ZAKAT HARTA

Zakat Maal (Zakat Harta) itu dikeluarkan setiap tahun, dengan syarat :

– Telah dimiliki/mengendap (haul) selama 1 tahun.
– Nishobnya telah sampai sebesar 85 gram emas.
(Misal saat ini harga 1 gram mas = Rp 400.000, maka Nishob senilai 85 gram emas = Rp 34.000.000)

Bagaimana cara menghitungnya ?

Misal : Jika kita memiliki tabungan Rp. 25.000.000, deposito Rp. 100.000.000, dan uang tunai Rp. 15.000.000 lalu dijumlahkan seluruhnya Rp. 140.000.000 dan ini sudah melebihi nishob (85 gram mas, 34 jt) maka, wajib dikeluarkan zakat maalnya 2,5% X Rp. 140.000.000 = Rp. 3.500.000,-

Jika punya mas batangan yg disimpan pun harus dihitung dgn harga sekarang.

Misal : Punya mas batangan sebesar 500 gram, perhitungannya 500 gram X Rp. 400.000/gram = Rp. 200 jt, maka sdh melebihi nishob jd zakat maal nya 2,5 % x 200 jt = Rp. 5.000.000,-

> ZAKAT PERHIASAN
Dikeluarkan 2,5% dari harga perhiasan tersebut sesaat setelah dibeli dan sebelum dipakai dan hanya sekali saja dikeluarkan zakatnya. Tidak ada haul atau nishob, berapa saja harga belinyanya harus langsung dikeluarkan zakatnya.

Misal : Beli kalung sebesar 10 gram, maka perhitungannya zakat perhiasannya 10 gram X Rp. 400.000 x 2.5% = Rp. 100.000,-

Aset lain : Rumah, tanah, kendaraan tidak termasuk yg dizakatkan. Kecuali jika profesinya adalah jual beli rumah/kendaraan/tanah, maka masuk katagori zakat tijarah/perdagangan.

Semua perhitungan diatas dihitung pas, artinya lebih dari itupun zakat yg dikeluarkan tidak apa-apa, malah akan menjadi kebaikan dan pahala yg sangat besar.

Zakat adalah kewajiban jadi harus diamalkan.

Salam !
———–

copas dari KTQS

SUDAHKAH BERZAKAT ? (Petunjuk Praktis 1)

KTQS # 962

SUDAHKAH BERZAKAT?
(Petunjuk Praktis 1)

 

ZAKAT adalah WAJIB, Rasulullah bersabda: “Bagi pemilik simpanan yang TIDAK MENUNAIKAN ZAKATNYA, akan DIBAKAR DI NERAKA JAHANAM”. (HR. Bukhori & lihat subussalam II, hal.129)

Berdasarkan penjelasan tersebut maka seluruh harta baik yg disimpan/tabungan/deposito/gaji/penghasilan/keuntungan/perdagangan/mas batangan/mas perhiasan/ternak/kebun milik sendiri; sebagiannya, jika sudah dimiliki selama satu tahun (haul) dan mencapai nishabnya yaitu setara dengan emas 85 gram mas maka WAJIB dikeluarkan zakatnya.

Pengambilan zakat dari orang-orang yang berkewajiban menunaikannya (muzaki) merupakan perintah Allah Azza wa Jalla.

Allah swt berfirman “Ambillah zakat dari harta mereka agar membersihkan dan mensucikan mereka”. (At-Taubah:103)

Berdasarkan perintah inilah dan sesuai sunnah, zakat dititipkan kepada lembaga sosial, lalu pihak lembaga sosial menyalurkannya sesuai aturan, tidak menyalurkan sendiri-sendiri oleh muzaki.

8 Asnab penyaluran zakat :
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang FAKIR, orang-orang MISKIN, pengurus-pengurus zakat (AMILIN), para MU’ALLAF yang dibujuk hatinya, untuk MEMERDEKAKAN BUDAK, orang-orang yang berhutang (GHORIMIN), untuk jalan Allah (FISABILILLAH) dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan (IBNU SABIL), sebagai suatu ketetapan yg diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah [9]: 60)

Jenis-jenis Zakat :
1.Zakat Maal
2.Zakat Perhiasan Emas dan perak
3.Zakat Tijarah (Perdagangan)
4.Zakat Profesi/Penghasilan (Ijtihad Syeikh Yusuf Qhardawi)
5.Zakat Fitrah
6.Zakat Pertanian
7.Zakat Hewan ternak
8.Zakat Harta Karun/Undian

Untuk selanjutnya kita akan bahas jenis Zakat No. 1 sd 4 saja yg sering kita hadapi.

Salam !

copas dari KTQS

SUDAHKAH BERZAKAT?

 

SUDAHKAH BERZAKAT?

 

.خُذْمِنْأَمْوَالِهِمْصَدَقَةًتُطَهِّرُهُمْوَتُزَكِّيهِمْبِهَاوَصَلِّعَلَيْهِمْإِنَّصَلاتَكَسَكَنٌلَهُمْوَاللَّهُسَمِيعٌعَلِيمٌ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka”. (QS. At Taubah [9]:103)

Diayat tsb ada kata “Ambillah…”, maksudnya Zakat itu disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat, utk menghindari balas jasa dari sipenerima kepada sipemberi apabila diberikan langsung, cara ini lebih baik.

Zakat itu  hukumnya wajib. Arti bahasanya bertambah dan berkembang.

Zakat walaupun nampak pada lahirnya mengurangi harta, tapi sebenarnya adalah bertambahnya keberkahan pada harta itu. Allah akan membuka pintu rizki dari sumber yang tak terduga, maka barangsiapa menunaikan kewajiban atas hartanya maka dia akan mendapatkan sebagaimana firman Allah : “Dan apa yg kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untku mencapai keridaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.(Ar-Rum [30] :39)

☑ Kemana disalurkannya?
Dikenal dengan 8 Asnab:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah utk

  1. orang-orang FAKIR,
  2. orang-orang MISKIN,
  3. pengurus-pengurus zakat (AMILIN),
  4. para MU’ALLAF ,
  5. yang dibujuk hatinya untuk MEMERDEKAKAN BUDAK,
  6. orang-orang yang berhutang (GHORIMIN),
  7. orang-orang yang berjuang untuk jalan Allah (FISABILILLAH) dan untuk
  8. mereka yang sedang dalam perjalanan (IBNU SABIL), sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah”.

(QS. At-Taubah [9]: 60)

☑ Jenis-jenis Zakat
1. Zakat Maal, Zakat Harta dikeluarkan 2,5% stlh 1 thn, nishabnya 85 grm emas
2. Zakat Perhiasan Emas, dikeluarkan 2,5% sebelum dipakai
3. Zakat Perdagangan, dikeluarkan 2,5% dari modal/laba.
4. Zakat Pertanian
5. Zakat Hewan ternak
6. Zakat Harta Karun
7. Zakat Fitrah , adapun

8.Zakat Penghasilan/Profesi (Menurut Ijtihad Syeikh Yusuf Qhordowi), dikeluarkan 2,5% dari penghasilan.

Demikian kajian ringkas tentang zakat.

Salam !
dari KTQS