TAHAJUD dan WITIR

 

TAHAJUD & WITIR

Qiyamu Lail, Tahajud, Tarawih, Qiyamur Ramadhan, Witir adalah shalat yang sama hanya berbeda nama.

Qiyamu Lail adalah shalat malam yang waktunya antara isya sd shubuh.

Apabila dikerjakan diluar bulan Ramadhan dan setelah tidur disebut Tahajud.

Apabila dikerjakan dibulan Ramadhan disebut Tarawih atau Qiyamur Ramadhan.

Witir ada dua pengertian, pertama, shalat witir yg ganjil 1, 3, 5, 7 rakaat. Kedua, shalat witir dalam arti shalat malam yg berjumlah 11 rakaat disatukan dgn tahajud rakaat yg genap.

Dari Said bin al Musayyah, Abu Bakar berkata, “Saya shalat witir dahulu, lalu tidur, setelah terbangun saya shalat yg genap sampai shubuh”, sedangkan Umar berkata, “Saya shalat yg genap, setelah terbangun saya shalat witir diakhir malam sebelum waktu sahur (shubuh)”.  Maka Rasulullah bersabda ditujukan kepada Abu Bakar, “yang ini hati hati”, dan bersabda ditujukan kepada Umar, “adapun yg ini kuat”. (HR. At-Thahawi, Syarh Ma’anil Atsar I:342, Nailul Authar III:47)

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah ra, “Bagaimana shalat malam Rasulullah saw di bulan Ramadhan?”, ‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah saw tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan diluar bulan Ramadhan lebih dari 11 raka’at”. (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Hadits lanjutannya, “Beliau shalat empat rakaat dan jgn ditanya betapa bagus dan panjangnya. Kemudian Beliau shalat empat rakaat lagi dan jgn ditanya betapa bagus dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat”

Apabila merujuk hadits dari ‘Aisyah, maka pelaksanaan shalat malam adalah 4+4+3 atau bisa juga 2+2+2+2+2+1 atau 2+2+2+5, kesemuanya berjumlah 11 rakaat.

Bisa witir dahulu sebelum tidur, lalu setelah terbangun shalat yg genap atau sebaliknya, atau sekaligus genap plus witirnya sebelum atau sesudah tidur.

 

 

TANYA JAWAB

 

TANYA
Bang, ringkasin dong kajian tahajudnya ya ok.
JAWAB
Ok Siap, Merujuk kepada hadits shahih dari ‘Aisyah ra, karena istri Nabi Saw sehingga lebih tahu shalat malam suaminya.

Jumlah total rakaatnya maksimal 11 rakaat yaitu, 4 rakaat 2x dan witir 3 rakaat.
Bisa juga 2 rakaat 4x dan witir 3 rakaat.
Atau 2 rakaat 5x dan witir 1 rakaat.
Atau 2 rakaat 3x dan witir 5 rakaat.

Minimal dalam semalam mengerjakan shalat malam 2 rakaat dan witir 1 rakaat atau witir saja 1 rakaat.

Tatacara dan bacaannya sama seperti shalat wajib biasa.
Untuk yg 3, 4 & 5 rakaat, dikerjakan tanpa tasyahud awal, setiap rakaat membaca alfatihah serta surat dan pada rakaat pertama membaca iftitah.

Bisa ganjil dahulu sebelum tidur (witir) atau sebaliknya yg genap dahulu. Dikerjakan antara waktu isya dan shubuh, namun waktu yg utama adalah di akhir malam dan setelah tidur.

TANYA
Kak, bs tdk witir di pisah jd 2 rakaat dan 1 rakaat?
JAWAB
Ya bisa dikerjakan 3 rakat sekaligus atau 2 rakat salam lalu 1 rakaat salam.
Namun tidak bisa dilakukan dgn tasyahud awal seperti halnya shalat maghrib.
Dari semua dalil yg ada, lebih pas dan lebih baik shalat witir dlakukannya dgn cara 3 rakaat sekalligus tanpa tasyahud awal, termasuk juga shalat sunat yg jumlah rakaatnya lebih dari 3 rakaat, sesuai hadits dari ‘Aisyah ra dan agar tidak menyerupai shalat wajib.

TANYA
Ust, Klo sudah tarawih bisa tahajud gak malamnya? Trus klo sdh witir sblm tidur, witir lg gak stlh tidur?
JAWAB
Shalat malamnya Rasulullah itu 11 rakaat dibulan Ramadhan atau diluar bln Ramadhan.

Kalau tarawih dikerjakan dan tahajud dikerjakan juga maka jumlahnya akan lebih dari 11 rakaat. Jadi pilih saja mana yg mau dikerjakan, tarawih diawal malam atau tahajud diakhir malam.

Dalam semalam hanya ada satu witir.

 

Salam !

dari KTQS

Leave a Reply