Takut Pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebagai Ilmu

Takut Pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Sebagai Ilmu

 

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

Cukuplah rasa takut seseorang kepada Alloh subhaanahu wa ta’aala, sebagai ilmu, dan cukuplah kelalaian seseorang kepada-Nya sebagai kejahilan.
Allah Ta’ala berfirman:
“…Di antara hamba-hamba Alloh yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama…” (QS. Fathir, 35: 28).

Beruntunglah orang yang memiliki rasa takut kepada Alloh Ta’ala. Inilah karunia berharga yang menjadikan seseorang memiliki pengharapan yang kuat kepada Alloh Azza wa Jalla sekaligus kekhawatiran dalam melakukan maksiat. Rasa takut kepada Alloh Ta’ala juga menyingkirkan dari hati manusia rasa takut kepada sesama makhluk.

Tidaklah seseorang disebut bertakwa, kecuali dalam dirinya tertanam rasa takut kepada Alloh Ta’ala. Dan Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana perkataan beliau. Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda:
Ketahuilah, demi Alloh, sesungguhnya aku adalah hamba yang paling bertakwa di antara kalian dan yang paling takut kepada-Nya. (HR. Muslim).

Sebagaimana yang dikatakan ulama salaf, Setiap kali pengenalan seseorang kepada Alloh bertambah, maka bertambahlah kadar ketakutannya. Mereka juga berkata, Puncak ilmu adalah rasa takut kepada Alloh.
Seandainya hanya cukup dengan ilmu untuk mencapai kemuliaan niscaya Iblislah paling mulia diantara jin dan manusia.

Maka seharusnyalah semakin tinggi ilmunya akan semakin khosyyah (takut) kpd Alloh, dengan khosyyah kpd Alloh maka tdk akan sombong dgn ilmunya, semakin baik akhlak perbuatannya, semakin syukur akan karunia-Nya, dan semakin berterimakasih akan kebaikan orang yg menjadi jalan sampainya ni’mat Alloh kepada dirinya.

Semoga Alloh menggolongkan kita semua sebagai hamba-hamba Alloh yg khosyyah kpd-Nya. Aamiin.

 

copas dari tausyiah whatsapp Daarut Tauhid