TANYA JAWAB TENTANG KHITAN DAN UCAPAN NATAL

Kajian Tematis al-Qur’an & as-Sunnah # 535

TANYA JAWAB TENTANG KHITAN DAN UCAPAN NATAL

 

TANYA
Pak ustAdz, kbetulan neng tenaga kesehatan..prnh ad edaran dr pemerintah, Ъªªªк dIanjurkn lg utk khitan pd bayi perempuan.. Ckup d bersihkan sj bagian ujung atas ɪ̣̝̇ƫƱ
JAWAB
Iya betul khitan itu tidak wajib, ia hanya dihukumi sebagai sunnah muakad. Sehingga tidak dikhitanpun tidak apa apa.

kalau laki laki ada hubungan dgn kesehatan, sedangkan perempuan tidak ada.

WHO dan sebagian negara ditimur-tengah malah melarang perempuan dikhitan.

TANYA
Bagaimana kalau yg merayakan natal itu adalah Orang Tua/klrga kita? Apakah tetap tidak boleh mengucapkan Selamat Natal?
JAWAB
1). Dalil pengharaman tsb bersifat Mutlak bagi siapa saja.

(2). Apabila ada yg berkata: “Tetapi saya tidak tega untuk tidak mengucapkan selamat natal kepada orang tua atau kepada saudara yg lainnya Lihat Qs.9:24,

“..Jika bapak2, anak2, saudara2, istri2 (atau suami2) dan kaum keluarga kalian..lebih kalian cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya (azab)-Nya. Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang fasik (derhaka)”. (QS at-Taubah : 24).

(3). Apakah hati kita lebih bersih dari ibrahim? Allah memuji hatinya, Qs.11:75, tetapi ketika dia dilarang utk mendoakan bapaknya karena Kesyirikannya, maka Nabi Ibrahim, mematuhi Perintah Allah, Qs.9:114, “…bapaknya adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya…”

TANYA
Bolehkan datang kerumahnya sekedar bertamu saat natal?
JAWAB
Sanggupkah kalau kedatangan mu untuk bertamu itu sama dgn menyetujui bahwa Allah itu adalah putra maryam?

“Sungguh telah kafir orang-orang yang berkata, “sesungguhnya ALLAH  itu Dialah Al-Masih putra Maryam”. (QS. 5-72)

Toleransi yg terbaik adalah membiarkan mereka beribadah dgn tenang sesuai keyakinannya, kita tidak boleh mengganggunya dan juga tidak perlu mendukungnya.

Salam !
COPAS DARI KTQS

Leave a Reply