Tanya Jawab Tentang Wanita Haidh

 Tanya Jawab Tentang Wanita Haidh

TANYA
Bang kalau sy baca di surat An-Nisa 43 di sebutkan janganlah kamu hampiri mesjid ketika kamudlm keadaan junub. Itu berarti bagi org haid jg mungkin termasuk dong? Tolong minta penjelasannya bang…

JAWAB
Di ayat tsb tidak dikatakan wanita haid tapi wanita junub, dan mereka meng-qiyas-kan haid dgn junub. Asy Syaikh Mushthafa mengatakan : “Kami tidak sepakat, karena orang yg junub dapat segera bersuci sehingga di dalam ayat ini ada anjuran untuk bersegera dalam bersuci, sedangkan wanita yg haid tidak dapat berbuat demikian (menunggu sampai haidnya selesai)”.

Jadi itu bukan wanita haid tapi wanita yg sedang junub, ini adalah dua kondisi yg berbeda dan dikuatkan dgn beberapa hadits shahih, ada hadits lainnya yg melarang tapi sayang haditsnya lemah.

TANYA
Benarkah apabila haidh, tidak boleh potong kuku, potong rambut dan keramas. Dan apabila keramas, rambut yg terlepas dikumpulkan lalu diikeramaskan juga? Trus yg di  ihya ulumuddinnya al-Ghazali itu apa isinya?

JAWAB
Tidak benar sama sekali.

Al-Ghazzali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin : “Tidak seyogyanya mencukur rambut,memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, mengeluarkan darah, atau memisahkan anggota tubuh dalam keadaan Junub, karena seluruh anggota tubuh akan dikembalikan di akhirat, sehingga kembalinya dalam keadaan junub. Konon, setiap satu rambut kan menuntut hamba karena Janabahnya itu” (Ihya Ulumuddin, vol.2 hlm 51)

Ini adalah keyakinan yg tidak bisa dipegang karena tidak ada dalam Al-Quran dan Assunnah. Imam Al-Ghazzali sendiri mengutip statemen tsb tanpa menjelaskan asal-usul riwayat berikut sanadnya.

TANYA
Ustadz, tanya org ompong gigi dpn bawah apakah jd halangan untuk jd imam?, krn berpengaruh pada ucapan sin pd bismillah dst krn kluar angin dbagian yg ompong, wass

JAWAB
Kalau ada yg lain lebih baik diganti saja agar pengucapannya sempurna. Kalau tidak ada lagi orang, ya apa boleh buat.

Salam !
copas dari KTQS

Leave a Reply