TAQWA

Kajian Tematis al-Qur’an & as-Sunnah # 494

 TAQWA

“Taqwa” adalah isim dari kata “Ittiqa” yg asal katanya adalah “Waqa, Yaqi, Wiqayah” artinya: Terpelihara dan terlindung dari penyakit.
Salah satu makna At Taqwa adalah apa yg diriwayatkan dari Rasulullah saw : ”Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yg tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yg dilarang”. (Hadist Hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi no : 2451 , Ibnu Majah no : 4215, Baihaqi : 2/ 335)
Diriwayatkan pula bahwa pada suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya : ”Apakah anda pernah melewati jalan yg banyak durinya?”. ”Pernah”, Jawab Umar. Ubai bertanya kembali : ”Bagaimana ketika anda melewatinya?”. Umar menjawab : ”Saya bersungguh- sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”. Ubai akhirnya mengatakan : ”Itulah arti Taqwa yg sebenar-benarnya”.
Jadi makna lain Taqwa adalah berhati-hati.
Sebagian ‘ulama mendefinisikan “Taqwa” sebagai “Makhafatullahi Wal-’Amalu Bi Tha’atihi”; artinya: “Rasa takut kepada Allah, dan melaksanakan keta’atan kepada-Nya”. Karena hanya dgn hati yg takut dan diri yg tunduk kepada Allah, manusia bisa menjalankan segala perintah Allah serta menjauhi larangan Allah.
Orang bertaqwa tidak steril dari kesalahan atau dosa, sebagaimana manusia pada umumnya.
Orang yg bertaqwa akan menyesal bila melakukan kesalahan, dan segera sadar lalu beristighfar minta ampun kepada Allah serta bertaubat (kembali) kejalan yg lurus.
Janji Allah Swt untuk yg bertaqwa, ”Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yg bertakwa pada tempat yg tiada jauh (dari mereka). Inilah yg dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yg selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya, (Yaitu) orang yg takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dgn hati yg bertaubat”. (QS Qof : 31-33)
Salam !
  copas dari KTQS

Leave a Reply