TASU’A ASYURA’

Kajian Tematis al-Qur’an & as-Sunnah # 505 

 TASU’A ASYURA’

 Pertama, Bulan ini termasuk salah satu dari empat bulan yg dijadikan Allah sebagi bulan haram,

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda :
“Sesungguhnya zaman itu berputar sebagaiman bentuknya semula di waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun itu ada dua belas bulan, diantaranya terdapat empat bulan yang dihormati : 3 bulan berturut-turut; Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab Mudhar, yang terdapat diantara bulan Jumada Tsaniah dan Sya’ban”. (HR. Bukhari dan Muslim)

 Kedua, Shaum Sunnah Tasu’a & Asyura

Di masa hidupnya Nabi Saw berpuasa di hari ‘Asyura. Kebiasaan ini bahkan sudah dilakukan beliau sejak sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan dan terus berlangsung sampai akhir hayatnya.

Dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda : “Aku berharap pada Allah dgn puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dosa-dosa yg dihapus disini adalah dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa-dosa besar, harus bertaubat dgn taubat nasuha, jika ingin diampuni oleh Allah swt.

Ibnu Abbas ra berkata :
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras utk puasa pada suatu hari melebihi yg lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari as Syura dan bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda :
“Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tgl 9)“. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka dari itu kita disunnahkan berpuasa tgl 9 dan 10 Muharram, bertepatan dgn Jumat 23 dan Sabtu 24 November 2012.
KEKELIRUAN:
1. Menganggap 1 Muharam sebagai Tahun Baru yg dirayakan dgn saling mengucapkan Tahun Baru seperti agama lain.
2. Mencari Berkah yg berkaitan dengan Ritual Muharam.
3. Melakukan doa-doa dan ibadah-ibbadah yg berkaitan dgn Muharam.
4. TIDAK ADA ibadah lain yg berkaitan dengan Muharam kecuali Shaum Tasu’a Dan Asyura.
Salam!

copas dari KTQS

Leave a Reply