TATA CARA dan KEUTAMAAN APABILA BERWUDHU SESUAI SUNNAH

Ibadah Wudhu apabila dilakukan dengan sempurna sesuai tuntunan Nabi saw, maka akan mendatangkan keutamaan yang sangat banyak bagi pelakunya, di antaranya:

1. Akan meninggikan derajat

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada sesuatu yang dengannya Allah akan menghapuskan dosa-dosa dan menaikkan derajat ?”  Para shahabat menjawab:  “Mau, wahai Rasulullah !”

Beliau bersabda:  ”Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah ke masjid dan menunggu sholat berikutnya setelah melakukan sholat. Maka itulah yang dinamai ribath (berjaga-jaga di garis perbatasan)”.

(Shahih. HR. Ahmad II/303 no.8008, Muslim I/219 no.251, Tirmidzi I/72 no.51, dan an-Nasa’i I/89 no.143).

Ribathadalah amalan berjaga-jaga di daerah perbatasan antara daerah kaum muslimin dengan daerah musuh.

Maksudnya pahalanya disamakan dengan pahala orang yang melakukan ribath.

2. Pada hari Kiamat, orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna akan mendapatkan cahaya

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata:  Aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda:

 “Sesungguhnya umatku akan dihadirkan pada hari kiamat dengan wajah, tangan, dan kaki yang bercahaya karena bekas-bekas wudhu mereka. Karenanya barangsiapa di antara kalian yang bisa memperpanjang cahayanya maka hendaklah dia lakukan”.

 (Shahih. HR. Bukhari I/63 no. 136, dan Muslim I/216 no. 246)

 

3. Berwudhu Merupakan separuh dari keimanan.

Dari Abu Malik Al-Asy’ari ra, Rasulullah saw bersabda:

“Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh dan alhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti, kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya)”.

 (Shahih. HR Muslim I/203 no.223, dan Ahmad V/342 no.22953)

 


4. Orang yang berwudhu dengan benar dan sempurna maka dosa-dosa akan dihapus disetiap anggota wudhunya.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:

“Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, lalu membasuh wajahnya maka keluarlah dari wajahnya segala dosa-dosa karena penglihatan matanya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir. Apabila membasuh kedua tangannya maka keluarlah dari kedua tangannya segala dosa-dosa karena perbuatan kedua tangannya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir. Apabila membasuh kedua kakinya maka keluarlah dari kedua kakinya segala dosa-dosa yang ditempuh oleh kedua kakinya bersama dengan air atau bersama tetes air yang terakhir sehingga ia keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa”.

(Shahih. HR. Ahmad II/303 no.8007, Muslim I/215 no.244, Tirmidzi I/6 no.2, dan selainnya).

Dari Utsman bin Affan ra, Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa yang berwudhu lalu membaguskan wudhunya’, keluarlah dosa-dosanya dari badannya bahkan (dosa-dosanya) akan keluar dari bawah kuku-kukunya”.

(Shahih. HR.Muslim I/149 no.601)

Maksud memperbaiki wudhu adalah mengerjakannya secara sempurna (mencakup rukun, wajib, dan sunnah wudhu) sesuai dengan petunjuk Sunnah Nabi saw.

 

5. Orang yang selalu berwudhu dengan sempurna akan diberi pilihan masuk surga melalui delapan pintu surga yang dia sukai.

Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab Ra, dari Nabi Saw, beliau bersabda:

 

مَامِنْكُمْمِنْأحَدٍيَتَوَضَّأُفَيُبْلغُ أَوْفَيُسْبِغُ الوُضُوءَ،ثُمَّيقول :

>

أشهَدُأنْلاإلهَإِلاَّاللهُوَحْدَهُلاَشَرِيكَلَهُ،وَأشْهَدُأنَّمُحَمَّداًعَبْدُهُوَرَسُولُهُ

 

إِلاَّفُتِحَتْلَهُأَبْوَابُالجَنَّةِالثَّمَانِيَةُيَدْخُلُمِنْأَيِّهَاشَاءَ  رواهمسلم . وزادالترمذي :

>

اللَّهُمَّاجْعَلْنِيمِنَالتَّوَّابِينَ،وَاجْعَلْنِيمِنَالمُتَطَهِّرِينَ

“Barang siapa di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, (setelah berwudhu) kemudian berdoa,

> “aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul (utusan)-NYA”,

maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang delapan dan dia bisa masuk ke dalamnya lewat pintu mana saja yang dikehendakinya”.

(Shahih. HR. Muslim I/209 no.234).

Imam Tirmidzi menambahkan:

> “Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri”.

Demikian beberapa keutamaan besar yang diperoleh oleh setiap muslim dan muslimah yang melakukan wudhu sebagaimana wudhu Nabi saw.

SEMPURNA WUDHU
Tata Cara Wudhu Sesuai Tuntunan Nabi Saw :

1. Niat wudhu di dalam hati, tanpa diucapkan karena Nabi Saw tidak pernah melafadzkan niat setiap kali berwudhu.

2. Membaca Basmalah “ بِسْمِ اللهِ “

3. Membasuh kedua telapak tangan (3 x).

4. Berkumur-kumur serta menghirup air ke dalam hidung  (istinsyaq ) dilakukan bersama-sama dengan satu telapak tangan (3 x).

5. Mengeluarkan air dari hidung  (istintsar)  sambil tangan kirinya memegangi hidungnya.

6. Membasuh seluruh muka sampai batasan muka dengan telinga dan dari batas pertumbuhan rambut sampai ujung dagu (3 x).

7. Membasuh kedua tangan dari ujung jari sampai dengan siku (3 x), dimulai dari yang kanan kemudian yang kiri.

8. Mengusap kepala, yaitu dengan membasahi tangan kemudian mengusapkannya dari kepala bagian depan sampai bagian belakang, lalu mengembalikannya ke depan (1 x).

Langsung…

9. Mengusap kedua telinga dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam lubang telinga dan mengusap bagian luar (belakang) dengan jempol (1 x)

10. Membasuh kedua kaki, yaitu dari ujung jari sampai dengan mata kaki sambil menyela-nyela jari-jari kaki dimulai dari yang kanan kemudian yang kiri ( 3 x )

11. Berdoa.

 

Do’a Sesudah Wudhu

أشهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ

“Aku bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan rasul (utusan)-Nya.  Ya Allah jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mensucikan diri”.

 Semoga kita dapat melakukannya dengan benar dan sempurna.

Salam !

Copas dari KTQS-Bandung

Leave a Reply