TATAKRAMA BERDOA (1)

mesjid shahjahan, pakistan

Semua orang pasti mengharapkan doanya dikabulkan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang kecewa karena doanya belum dikabulkan padahal sudah sering berdoa.

 

Prosedur yang salah, bisa mengakibatkan terkabul atau tidaknya sebuah doa.

Disini akan dijelaskan bagaimana prosedur doa yang benar.

1.      Awali doa dengan Asmaul Husna

Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna  itu… (Q.S. Al A’raf : 180).

Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, misalnya Ar Rahmaan (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim ( Maha Dermawan), Al Aliim (Maha Mengetahui).

Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan berdoa, awali dengan Asmaul Husna yang kita hapal, misalnya Ya Rahmaa, Ya Rahiim, setelah itu baru kita berdoa.

Tidak ada dalil yang mengharuskan berapa jumlah Asmaul Husna yang harus dibaca. Jadi baca saja semampu dan sekehendak kita. Pokoknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Sekiranya kita mengerti makna setiap Asmaul Husna, alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang kita baca itu ada hubungan dengan permintaan kita, misalnya

kalau kita minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (Wahai Yang Maha Mengetahui), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha Bijksana).

Kalau minta ampun, awali dengan Yaa Ghafuur ( Wahai Yang Maha Penganpun), Yaa Rahiim (wahai Yang Maha Penyayang).

Tapi walau makna Asmaul Husna itu tidak ada korelasinya ,juga tidak ada masalah,yang penting awali doa dengan Asmaul Husna.

 

2.      Mengucapkan Kalimah Tauhid

Setelah membaca Asmaul Husna, kemudian kita mengucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekpresikan keimanan kita kepada Allah SWT. Kita nyatakan bahwa Allah SWT itu Mahatunggal, Maha Berkuasa, tak ada sekutu bagi-Nya, dll.

Kalimah Tauhid yang baik kita baca saat berdoa  antara lain sebagai berikut:

“allahumma inni asaluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa ata alhadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad”

Artinya:

Sesungguhnya aku memohon kepadaMu Ya Allah, dengan bersaksi  bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Mahatunggal, yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan  Dia.

(H.R.Muttafaq ‘allaih)

3.      Diawali dengan Hamdalah dan Shalawat

Dari Fadhalah bin ‘Ubaid r.a. berkata:

“Tatkala Nabi s.a.w duduk di mesjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa  “Allahumaghfirlii warhamnii.” Maka Rasulullahpun berkata;” Wahai kawan, engkau terburu-bru. Jika kau shalat,duduklah dulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku,dan lalu berdoa.”

Berkata pula Fadhalah:

“Kemudian datang pula seseorang yang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi s.a.w. dansetelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi!”

(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’I dan tirmidzi)

4.       Mengulangi Doa

Berkata Mas’ud  r.a.

“Kaana alaihish shalaatu was salaamu idza da’aa, da’aa tsalatsan wa idzaa sa’ala tsalaatsan”

Adalah Nabi s.a.w, apabila berdoa, ia berdoa tiga-tiga kali, dan apabila ia meminta ,juga meminta tiga-tiga kali (HR Muslim)

 

5.      Yakin Akan Dipenuhi

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku (HR Bukhari dan Muslim)

 “Dan jika kamu memohon kepada Allah , wahai manusia,mohonlah langsung ke hadhirat-Nya dengan keyakinan yang penuh  bahwa doamu akan dikabulkan , karena Allah tidak mengabulkan doa hamba-Nya yang keluar dari hati yang lalai.”(HR Ahmad)

 

6.       Merendahkan Hati , Melembutkan Suara, dan Tidak Berlebihan

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al A’raf:55)

“Kami berangkat bersama Rasulullah saw maka tatkala kami telah dekat  ke Madinah  bertakbirlah  Nabi dan bertakbirlah manusia  serta mereka mengeraskan suara mereka. Maka berkatalah  Rasulullah saw :” Hai manusia sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu, tidak tuli dan tidak jauh, sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada di antara kamu dan di antara leher kendaraan kamu.

(Muttafaq Alaihi)

7.      Dengan Rasa Takut dan Penuh Harap

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan dikabulkan ) dan harap (akan diterima). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

(QS Al A’raf:56)

 

8.      Menghadap Kiblat

Nabi mendatangi tempat wuquf di Arafah, dan ia menghadap kiblat dan terus menerus berdoa hingga matahari tenggelam (HR Muslim)

9.      Sabar dan Shalat

“Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya hal yang demikian itu adalah berat kecuali bagi orang-orang khusyu.” (QS Al Baqarah:45)

“Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al Baqarah 153)

10.   Manfaatkan Waktu-waktu Terbaik

Sesungguhnya berdoa itu bisa kita lakukan kapan dan dimana saja, namun dalam sejumlah riwayat disebutkan ada sejumlah waktu yang sangat baik untuk diisi dengan doa, yaitu:

a.      Sepertiga akhir malam

Rasulullah bersabda, “ Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman , barangsiapayang berdoa kepada-Ku, pasti akun Aku kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku pasti akan Aku beri,dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Aku ampuni.”

(HR. Bukhari , Muslim dan Tirmidzi).

Yang dimaksud sepertiga akhir malam  adalah sekitar jam 3 pagi.

b.      Tengah malam dan setelah shalat fardlu

Rasulullah pernah ditanya, ‘wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah/’ Rasulullah menjawab ,” Doa di tengah malam dan doa setelah shalat fardlu (wajib).”

(HR. Tirmidzi)

Yangdimaksud pertengahan malam pada riwayat ini sekitar jam satu pagi. Sedangkan yang dimaksud akhir shalat wajib yaitu setelah salam.

c.       Pada saat lapang

Biasanya kita rajin berdoa kalau sedang menghadapi kesulitan, sedang kepepet, atau dalam keadaan terpuruk. Kalau dalam keadaan sulit kita ingin doa kita cepat dikabulkan.Karenanya perbanyaklah doa ketika sedang lapang ,ketika sedang tidak mengalami kesulitan, sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menginginkan doanya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya.” (HR Tirmidzi dan Hakim)

d.      Ketika sujud

Rasulullah saw bersabda , “Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa ketika sujud.” (HR Muslim)

Hadis sahih ini menganjurkan agar kita memperbanyak doa ketika sujud. Caranya , selesai kita membaca doa “Subhaana Rabbiyal A’la, kita bisa lanjutkan dengan doa apa saja yang kita kehendaki.  Hadis ini juga tidak menjelaskan pada sujud yang ke berapa doa itu dibaca. Ini mengandung isyarat  bahwa kita boleh berdoa pada sujud yang mana saja, tidak harus sujud yang terakhir.

e.      Pada hari Jum’at

Rasulullah saw  bersabda,”Pada hari Jum’at itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim berdiri shalat sambil meminta  sesuatu (berdoa) kepada Allah swt, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.” (HR Muttafaq ‘Alaih).

Keterangan ini memberi  arahan bahwa kalau sedang shalat Jum’at kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, sebab  pada waktu tersebut ada sa’tul ijaabah (waktu terkabulnya doa).

f.        Antara azan dan iqamah

Rasulullah  saw bersabda, “ Doa antara azan dan qamat tidak akan ditolak.” (HR Tirmidzi).

Selesai azan, kadang ada jeda waktu menunggu iqamat, dalam jeda itulah sebaiknya kita memperbanyak doa apa saja yang kita mau karena itu merupakan waktu yang baik untuk berdoa.

g.       Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah)

Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat penting bagi para jamaah haji karena waktu tersebut  diharuskan  wuquf di Arafah. Nabi  saw bersabda,  “Ahajju ‘Arafah” artinya puncak ibadah haji itu wuquf di Arafah. Kalau kita berada di Arafah, perbanyaklah doa karena itu merupakan waktu yang terbaik untuk berdoa..”

 

11.   Barengi  Doa dengan Ikhtiar

Doa dan Ikhtiar bagaikan  dua sisi dari mata uang yang sama, saling melengkapi, tidak bisa dipisahkan.  Kalau kita minta ilmu, barengi dengan belajar ; minta harta dampingI dengan usaha; minta sukses iringi dengan kerja keras; minta sembuh barengi dengan pengobatan,dll.

“…Bekerjalah (berusahalah) kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang beriman akan melihat  pekerjaan (ikhtiar)-mu itu…. (QS.At Taubah:105)

Sumber : Drs. Miftah Faridl

                 Aam Amiruddin

                 dll.

 

Leave a Reply