TATAKRAMA BERDOA (2)

Sebagai tambahan keterangan dalam tatakrama berdoa ini ,
terdapat keutamaan-keutamaan untuk terkabulnya sebuah doa, yakni :

1. Mendoakan orang lain tanpa diketahuinya

Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan (HR Muslim)

2. Mendoakan orang lain untuk kebaikan

“….di atas orang yang berdoa ada malaikat yang mewakili, setiap seorang muslim mendoakan saudaranya pada kebaikan, maka malaikat yang mewakili itu berkata:”juga untukmu seumpamanya.”…(HR Muslim)

3. Doa orang yang dizhalimi

Takutlah akan doa orang yang dizhalimi, karena doa itu akan diangkat ke atas, dan Allah berfirman:”Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku pasti menolongmu, walau sesudah beberapa saat.” (HR Thabrani)
Takutlah kamu akan doa orang yang dizhalimi, sebab sesungguhnya tidak ada jarak pemisah antara Allah dengan doa orang yang dizhalimi itu.(HR Tirmidzi)

4. Doa pemimpin yang adil dan orang yang berpuasa

Tiga golongan tidak akan ditolak doa mereka:
•Orang yang berpuasa sehingga ia berbuka
•Pemimpin yang adil
•Orang yang teraniaya
(HR Tirmidzi)

5. Dinyatakan oleh masing-masing

Seutamanya doa adalah doa seseorang yang dinyatakan oleh dirinya ( HR Hakim)

6. Doa bukan untuk kecelakaan

Janganlah kamu berdoa untuk kerusakan dirimu, kerusakan anakmu dan pembatumu, jangan pula berdoa untuk kerusakan hartamu, jangan minta kepada Allah kerusakan, karena mana tahu sewaktu kamu minta maka Allah mengabulkannya bagimu.
(HR Muslim, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah)

7. Jangan berdoa kepada selain Allah

Dan janganlah kamu mendoa kepada selain Allah, karena ia tidak akan memberi manfaat dan tidak memberi bencana kepadamu. Jika kamu berbuat yang demikian, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zhalim (QS.Yunus :106)

8. Bukan untuk dosa, memutuskan silaturahmi dan jangan tergesa-gesa

Senantiasa diterima doa seorang hamba Allah, apabila ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau untuk memutuskan silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa.
Lalu Rasulullah saw ditanya,”apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?”
Rasul bersabda: “Seseorang berkata, aku telah berulangkali berdoa tetapi tidak juga kulihat dikabulkan. Ia merasa rugi dan lesu sampai ia meninggalkan doanya.”
(HR Muslim dan Tirmidzi)

 

Sumber : Drs. Miftah Faridl

Leave a Reply