TATO / RAJAH

 

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Saw beliau bersabda: “Allah Swt MELAKNATI wanita yang MENYAMBUNG rambutnya, dan yang meminta untuk disambungkan, wanita yang MENTATO dan meminta ditatokan.” (HR. Al-Bukhari no. 5933 dari sahabat Ibnu ‘Umar ra)

Berdasarkan hadist diatas, jelaslah Allah SWT, melalui Rasulnya Muhammad SAW, telah melarang setiap muslim (orang Islam) untuk menyambung rambut, serta MEMBUAT TATO (rajah) DIBAGIAN TUBUH MANAPUN, karena perbuatan seperti ini termasuk perbuatan yang menyakiti diri sendiri, merubah apa yang Allah karuniakan kepada kita dan termasuk tidak mensyukuri apa yang Allah telah berikan dan amanahkan kepada kita (lihat al-Qur’an surat An-Nisa`: 119 diakhir kajian ini). Termasuk tato yang dilakukan di pipi, bibir dan tubuh lainnya, dengan mengubah warnanya menjadi biru, hijau atau hitam, baik itu PERMANEN atau SEMENTARA. .

Imam An-Nawawi
Beliau ra mengatakan: “…Kalau mungkin dihilangkan dgn pengobatan maka WAJIB DIHILANGKAN. Jika tidak memungkinkan kecuali dengan melukainya di mana dengan itu khawatir berisiko kehilangan anggota badannya, maka TIDAK WAJIB DIHILANGKAN. Dan jikalau bertaubat ia tidak berdosa. Sama saja dalam hal ini semua, baik laki-laki maupun wanita.” (HR.Shahih Muslim, 14/332)

Bagi yang  sudah TERLANJUR BERTATO tidak menjadikan halangan untuk melaksanakan shalat/ibadah haji/Umrah. Lakukan Taubatan Nasuha dengan menyesali perbuatan tsb dan tidak mengulanginya kembali.

Allah berfirman dlm surat An-Nisa:119, “Dan aku benar2 akan MENYESATKAN MEREKA, dan akan membangkitkan angan2 kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (MENGUBAH CIPTAAN ALLAH), lalu benar2 mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”

 

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply