TETANGGA KITA SAUDARA KITA

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. bersabda:

“Demi Allah, tidaklah beriman… demi Allah, tidaklah beriman… demi Allah, tidaklah beriman!”. (Diucapkannya sampai tiga kali)

Beliau s.a.w. ditanya: “Siapakah ya Rasulullah?”

Beliau s.a.w. menjawab: “Yaitu orang yang TETANGGANYA TIDAK AMAN AKAN KEJAHATANNYA”.
(Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: Nabi s.a.w. bersabda: “Tidak akan masuk syurga orang yang tetangganya itu tidak aman akan kejahatannya”.

Artinya tidak aman dari berbagai macam tipu daya serta kejahatan, baik yang dilakukan dengan tangan, lisan dan lain-lain.

TETANGGA ADALAH ORANG LAIN YANG DEKAT DENGAN KITA SELAIN SAUDARA KITA SENDIRI.

Pesan Allah kepada kita,
“Dan sembahlah Allah serta jangan menyekutukan sesuatu denganNya. Juga berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, TETANGGA YANG DEKAT, TETANGGA YANG JAUH, teman seperjalanan -teman sepekerjaan, sesekolahan dan lain-lain-, orang yang dalam perjalanan -yang kehabisan bekal- dan hamba sahaya yang menjadi milik tangan kananmu”. (an-Nisa’: 36)

Pesan Rasulullah kepada kita,
Dari Abdullah bin Amr ra, Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sebaik-baiknya kawan di sisi Allah ialah yang terbaik hubungannya dengan kawannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah YANG TERBAIK PERGAULANNYA DENGAN TETANGGANYA”. (HR. Tirmidzi)

Salam !

copas dari KTQS Bandung

Leave a Reply