Tetep Komit Meski Pahit

Tetep Komit Meski Pahit

Assalamu’alaikum sahabat cintaquran.

Ada sebuah peribahasa mengatakan, lain di mulut lain di hati. Apa yang dikatakan berbeda dengan isi hatinya. Idealnya, dalam amal sholeh apa yang dikatakan sesuai dengan isi hatinya dan yang dikerjakannya. Seperti itulah konsekuensi dari sikap komitmen. Apalagi dalam Islam, sikap komitmen itu hubungannya langsung dengan Allah. Bukan lagi manusia. Jadi sudah seharusnya lebih kuat, kokoh, dan pantang roboh.

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (QS. ash-Shaff: 2-3)

“ Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “ Tuhan kami adalah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dan berkata):” Jangan kamu merasa takut & janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (Qs 41:30)
Selain dalam dakwah Islam, sikap komitmen juga sudah seharusnya kita tunjukkan dalam memimpin anak buah, mendidik anak, mengingatkan sahabat, atau menasihati pasangan. Sebagai seorang manajer, tidak hanya pandai membuat planning, imbangi juga dengan action. Sebagai orang tua, tidak hanya pandai memerintah tapi juga mengerjakan seperti yang diperintahkan sehingga layak jadi teladan. Sebagai sahabat, mengajak pada kebaikan atau mengingatkan dari kemaksiatan berlaku juga untuk diri sendiri. Dan sebagai belahan jiwa, komitmen adalah tanda cinta yang bisa mengantarkan ke pintu surga. Mungkin respon yang didapat tidak sesuai harapan. Anggaplah komentar sinis adalah pemanis. Tanggapan bebal sebagai pengawal. Jika merasa belum bisa berkomitmen bukan berarti kita melalaikan kewajiban mengingatkan, menasihati, atau mengajak pada kebaikan. Tapi jadi penambah semangat agar kita selalu berusaha tetep komit meski terasa pahit.

Selamat berkomitmen.

komitmen-doadankajianislami