TIME IS AMAL (sebuah renungan)

☑ Abu Bakar bin ‘Iyyasy demikian heran dengan orang yang menjaga hartanya tapi menelantarkan waktunya.

Beliau berkata, “Ada orang yang jika satu dirham uangnya jatuh di jalan akan mengatakan, 

‘Inna lillah, uangku sebesar satu dirham amblas’. 

Ironinya dia tidak pernah berucap, ‘Satu hariku hilang tanpa kumanfaatkan dengan beramal”.

☑ Jika malam tiba, Mufadhdhal bin Yunus mengatakan, “Sudah genap sehari umurku berlalu.” Demikian pula jika pagi tiba, beliau menyambutnya dengan berkata, “Genap sudah semalam umurku berkurang”.

Saat menjelang meninggal beliau menangis seraya berkata, “Aku sadar dengan beriringnya malam dan siang aku memiliki hari yang sangat menyusahkan, menyedihkan dan menyesakkan.

Tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan zat yang menetapkan kematian atas makhluknya dan menjadikannya sebagai sebuah keadilan di antara hamba-hambaNya”.

Setelah itu beliau membaca firman Allah,

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS. al Mulk[67]: 2)

Beliau kemudian menarik napas panjang lantas tak lama kemudian meninggal.

(Kaifa Nastaqbil ‘Amana al Jadid, hal 3-10)

Semoga UMUR AMAL kita lebih panjang dari UMUR BIOLOGIS kita…

Salam !

 

 

sumber : KTQS-Bandung

Leave a Reply