Tukang Tenung / Peramal

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى الْعَنَزِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ صَفِيَّةَ عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

Dari Shafiyyah dari sebagian para isteri Nabi saw, dari Nabi saw beliau bersabda: “Barangsiapa mendatangi tukang tenung lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim : 4137)

Setiap orang yang hidup pasti akan melalui ujian dari Allah swt, besar dan kecilnya ujian tersebut sesungguhnya bukan dari bentuknya tetapi lebih kepada sejauh mana kesiapan seseorang dalam menyikapinya, bagi mereka yang beranggapan bahwa mereka ‘sendiri’ maka sekecil apapun masalah hidup akan terasa bagai dihimpit batu besar dan serasa tak ada jalan buat keluar, tetapi mereka yang dengan penuh keyakinan bahwa Allah selalu bersamanya, sebesar apapun masalah yang sedang dihadapinya maka semua akan terasa ringan dan tidak menyulitkan, karena Dia Maha segala.

“AM HASIBTUM AN TADKHULU al-JANNATA WALAMMA YA’LAMILLAHU ALLADZIINA JAAHADUU MINKUM WA YA’LAMA as-SHOOBIRIIN”

(apakah kalian mengira akan mudah masuk syurga sebelum Allah mengetahui siapa orang2 yang bersungguh2 berjuang dijalan Allah diantara kalian dan Dia mengetahui orang2 yang sabar).

Pada ayat tersebut,  Allah ‘menilai’ apa yang dilakukan oleh hambaNya, dan mereka yang ‘konsisten’ dengan ‘perjuangan’ di jalan Allah serta selalu menjadi orang yang sabar dalam setiap keadaan adalah orang yang ‘memenuhi syarat’ untuk mendapatkan SyurgaNya yang penuh dengan kenikmatan.

Tetapi syeitan tak pernah berhenti ‘meniupkan’ nafsu tuk berbuat dosa, mereka ‘menyerang’ manusia dari berbagai arah, dan mereka kelewat pandai buat ‘mengemas’ kesalahan, sehingga banyak manusia yang ‘nyaman’ dalam perbuatan yang sesungguhnya adalah kesalahan, rasanya inilah yang dimaksud ayat : ” WA INNAHUM LAYASUDDUUNAHUM ‘AN as-SABIILI WAYAHSABUUNA ANNAHUM MUHTADUUN”.

Mendatangi tukang tenung, atau istilah sekarang dengan sebutan ‘paranormal’ adalah hasil dari bisikan syeitan, mereka sengaja ‘menjerumuskan’ orang2 yang putus asa terhadap masalah hidupnya dengan sesuatu yang semakin menjauhkannya dari Allah.

40 malam sholatnya tidak akan diterima Allah, ini menandakan bahwa mendatangi paranormal adalah sebuah dosa besar, mereka sebenarnya dalah ‘pembohong’ yang nyata, mereka dalam kesesatan dan mereka tak akan mampu merubah apapun yang telah ditentukan olehNya, maka cara cerdas untuk keluar dari masalah adalah dengan ‘mendatangiNya’ setiap waktu dan dengan penuh keyakinan, maka Dia akan menolong setiap kesusahan hambaNya.

“FA AMMA al-LADZIINA AAMANUU BILLAHI WA’TASHOMUU BIHI FASAYUDKHILUHUM FI ROHMATIN MINHU WA FADHLIN WAYAHDIIHIM ILAIHI SHIROOTHON MUSTAQIIMAA”,

silahkan renungi ayat ini, yang merupakan satu ayat sebelum terakhir dari surat annisa, semoga akan Allah serapkan ketenangan didalam jiwa, hanya Dia yang tiada tertandingi kemampuannya, hanya Dia tempat kita ‘menggantungkan’ semua urusan kita dan kepadaNya kita akan kembali.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Kiriman Ustadz Syarif Matnadjih

Gambar dari Google

Leave a Reply