UJIAN DAN ADZAB

Ujian menyerang siapa saja tidak pandang bulu.
Sebagaimana orang miskin diuji, orang kayapun demikian.
Sebagaimana rakyat jelata hidup di atas ujian, para penguasa juga  diuji.
Bahkan bisa jadi ujian yang dirasakan oleh para penguasa dan orang-orang kaya lebih berat daripada ujian yang dirasakan  oleh orang-orang miskin dan rakyat jelata.
Jangan disangka hanya si miskin yang menangis akibat ujian yang ia hadapi atau hanya si miskin yang merasakan ketakutan, seorang penguasapun bisa jadi lebih banyak tangisannya dan lebih parah ketakutan yang menghantuinya.
Intinya setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya, siapapun juga orangnya.
Entah diuji dengan kesulitan atau  diuji dengan kesenangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah untuk dimintai pertanggung jawaban bagaimana sikap dia dalam menghadapi  ujian tersebut.
Allah berfirman :
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan”.
(QS Al-Anbiyaa’ : 35)
Memang dunia ini adalah medan ujian, perjuangan.
Allah berfirman ; “Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”. (QS Al-Mulk : 1-2)
Musibah bagi orang yg beriman adalah ujian, musibah bagi orang yg tidak beriman adalah adzab.
Kesenangan dan kenikmatan bagi orang yg beriman adalah ujian, Kesenangan dan kenikmatan bagi orang yang tidak beriman adalah adzab.
Ujian menuntun orang kepada surga, adzab menuntun orang kepada neraka.
Salam !
copas dari KTQS

Leave a Reply