UMRAH RASULULLAH Shallalahu ‘alahi wassalam

KTQS # 572

UMRAH RASULULLAH Shallalahu ‘alahi wassalam

Sepanjang hidupnya, Rasulullah Shallalahu ‘alahi wassalam melakukan umrah sebanyak 4 kali.

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata :
“Rasulullah Shallalahu ‘alahi wassalam mengerjakan umrah sebanyak empat kali.
(Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha`, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau”. (Shahih Sunan at-Tirmidzi, no. 816; Shahih Sunan Ibni Majah, no. 2450)

Setiap umrah tersebut, beliau kerjakan dalam sebuah perjalanan tersendiri. Tiga umrah secara tersendiri, tanpa disertai haji dan sekali bersamaan dgn haji.

Pertama, umrah Hudhaibiyah tahun 6 H. Beliau dan para sahabat yang berbaiat di bawah syajarah (pohon), mengambil miqat dari Dzul Hulaifah, Madinah. Pada perjalanan umrah ini, kaum Musyrikin menghalangi kaum Muslimin untuk memasuki kota Mekkah. Akhirnya, terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Salah satu pointnya, kaum Muslimin harus kembali ke Madinah, tanpa bisa melaksanakan umrah yang sudah direncanakan.

Kemudian, kaum Muslimin mengerjakan umrah lagi pada tahun berikutnya. Dikenal dengan umrah Qadhiyyah atau Qadha‘ pada tahun 7 H. Selama tiga hari beliauShallalahu ‘alahi wassalam  berada di Mekkah. Umrah ini dikenal dgn nama umrah Qadha‘ atau Qadhiyah, karena kaum muslimin telah mengikat perjanjian dengan kaum Quraisy. Bukan untuk meng-qadha (menggantikan) umrah tahun sebelumnya yang dihalangi oleh kaum Quraisy. Karena umrah tersebut tidak rusak sehingga tidak perlu diganti. Buktinya, Nabi Shallalahu ‘alahi wassalam tidak memerintahkan para sahabat yang ikut serta dalam umrah pertama untuk mengulanginya kembali pada umrah ini. Oleh sebab itu, para ulama menghitung jumlah umrah Nabi sebanyak empat kali saja. Demikian penjelasan as-Suhaili ra. Pendapat inilah yang dirajihkan oleh Ibnul Qayyim ra dalam Zadul Ma’ad, 2/86)

Dan ketiga, umrah Ji’ranah pada tahun 8 H. Yg terakhir, saat beliau Shallalahu ‘alahi wassalam mengerjakan haji Wada’. Semua umrah yg beliau kerjakan terjadi pada bulan Dzul Qa‘dah.(Majmu al Fatawa, 26/253-254; Zadul Ma’ad, 2/86)

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply