V̶a̶l̶e̶n̶t̶i̶n̶e̶’s̶ D̶a̶y̶ [✗]

14 Februari adalah hari ‘Kasih Sayang’ yg dirayakan oleh orang-orang Barat yg disebut ‘Valentine Day’ amat popular di Indonesia.

Padahal, menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut ‘Syuhada’ yg mati syahid) yang bergelar Santo, pada tanggal 14 Febr 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya dengan penguasa Romawi pada waktu itu Raja Claudius II (268-270 M).

Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai ‘upacara keagamaan’.

Sisa-sisa kerangka yg digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia.

Banyak sekarang yg berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yg sedang menjalin hubungan cinta.

Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata :

“Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yg khusus bagi mereka, telah disepakati bhw perbuatan tsb haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dgn mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yg mengucapkannya, kalau pun tdk sampai pada kekafiran, paling tdk itu merupakan perbuatan haram…

Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yg menyekutukan Allah. Banyak orang yg kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tsb. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah”.

Rasulullah SAW bersabda, “ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”. (HR. Bukhari Muslim)

Jauhkan diri kita dan anak-anak kita dari perbuatan ini !

Say NO to V̶a̶l̶e̶n̶t̶i̶n̶e̶’s̶ D̶a̶y̶ !!!

Salam !
Re-post dari KTQS Daarul Arqom Al Fikri

Leave a Reply