Zakat Fithri

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَ زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ مِنْ الْمُسْلِمِينَ حُرٍّ أَوْ عَبْدٍ أَوْ رَجُلٍ أَوْ امْرَأَةٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ

Dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah saw telah mewajibkan Zakat Fithri di bulan ramadlan atas setiap jiwa dari kaum muslimin, baik orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki atau pun perempuan, anak kecil maupun dewasa, yaitu berupa satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum. (HR. Muslim : 1639)

Romadhon hanya tinggal beberapa hari lagi menemani kita, kesedihan mestinya akan terjadi kepada setiap muslim yang ‘pandai’ memaknai setiap karunia dariNya, kepergian Romadhon bahkan ‘ditangisi’ langit dan bahkan membuat para malaikat turut ‘berbela sungkawa’ kepada seluruh manusia beriring berakhirnya Romadhon.

Ketentuan Allah tetap harus terjadi, kesedihan tak boleh berlarut terlalu lama, karena pengharapan untuk ‘dipertemukan’ pada Romadhon mendatang telah menjadi redaksi khusus dalam setiap do’a kita, dan Dia Maha Mengabulkan setiap do’a hambaNya.

Ditengah kekhusyu’an I’tikaf yang dilakukan, hadits ini mengingatkan untuk melakukan ‘tugas’ lainnya sebagai ‘penyempurna’ ibadah puasa, yaitu membayar zakat fitrah, yang merupakan kewajiban bagi setiap hamba tanpa terkecuali.

Ibadah yang satu ini ‘benar-benar’ Allah ingin membentuk karakter ‘memberi’ kepada setiap hambaNya, sehingga keadaan apapun saat ini yang terjadi pada seseorang tetap mengharuskannya mengeluarkan zakat fitrah dengan berupa makanan pokok.

Memberi adalah sebuah kemuliaan, memberi tak akan pernah mengurangi, memberi adalah bentuk kepedulian dan memberi adalah pelajaran langsung dari Pemilik semesta raya.

“ALLADZIINA AAMANUU WA HAAJARU WA JAAHADUU FI SABIILILLAHI BI AMWAALIHIM WA ANFUSIHIM, A’ZHOMU DAROJATAN ‘INDA ALLAHI, WA ULAAIKA HUM al- FAAIZUUN”

(Orang-orang yang beriman, dan berhijrah dan berjuang dijalan Allah dengan Jiwa dan harta mereka, merekalah yang mendapatkan derajat yang agung disisi Allah dan mereka adalah orang-orang yang memperoleh kemenangan)

Ayat di atas menjadi syarat lain selain beriman secara verbal, yaitu dengan menunjukan perbuatan yang lebih nyata dalam kehidupan di dunia, berupa ‘keberanian’ berjuang di jalanNya dengan jiwa dan harta yang dimiliki. Zakat fitrah adalah pelajaran paling dasar yang boleh jadi Allah wajibkan kepada kita semua agar kita  belajar berjuang demi agama Allah dengan harta  dan membentuk kemauan berbagi.

Wallahu A’lam Bisshowaab.
(dari Ust Syarif Matnadjih)

 

TUNTUNAN ZAKAT FITHRI

PENGERTIAN AL-FITHRI :

Al-Fithri artinya berbuka atau tdk shaum setelah sebelumnya mengerjakan shaum. Jd yg benar adalah Zakat Al-Fithri/Zakat Fithri bukan Zakat Fitrah. Adapun Fitrah artinya bawaan sejak lahir atau ciptaan.

MENURUT SYARIAT

Zakat Fithri ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu muslim yang berkemampuan atau dibayarkan atas tanggungannya oleh yang mampu.

BESARAN ZAKAT FITHRI

Dari Ibnu Umar ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithri dari bulan Ramadan satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari sya’iir atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. (HR. Bukhari)

Satu sha’ atau setara dgn 3 liter atau 2.5 kg makanan pokok. Kalau dikonversikan dengan uang berkisar Rp.20 rb (Ini pendapat Al-Hasan Al-Bashriy, ‘Umar bin ‘Abdil-‘Aziiz, Ats-Tsauriy, Abu Haniifah, dan yang lainnya; berpandangan boleh mengeluarkan zakat fitri dengan uang).

PENITIPAN ZAKAT FITHRI

Dari Nafi, Ibnu Umar, mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fitri sehari atau dua hari sebelum ‘idul fitri. (Muwatha Malik II:334 no. 556)

Bisa juga dititipkan jauh-jauh hari sebelumnya.

PENYALURAN ZAKAT FITHRI

Dari Ibnu Umar berkata ; Rasulullah memerintahkan agar ditunaikan SEBELUM  manusia keluar untuk salat ‘id. (HR. Bukhari III:583)

Maksudnya adalah sebelum org keluar utk shalat ‘Idul Fithri dan setelah shalat shubuh. (Fathul Bari III:439)

HATI-HATI WAKTU PEMBAGIANNYA !

Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah bersabda : Barangsiapa yang mengeluarkannya SEBELUM SHALAT, berarti ZAKAT yang diterima dan barangsiapa yang mengeluarkannya SESUDAH SHALAT IED, berarti shadaqah seperti SHADAQAH BIASA (bukan zakat fithri). (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni)

Jadi tanyakan dahulu kepada Panitia Penerima Zakat kapan dibagikannya, karena sayang sekali Zakat Fitri sebagai Penyempurna Shaum Ramadhan tidak kita dapatkan.

—————————————————————————————–

copas dari KTQS -Bandung

gambar dari google

Leave a Reply